ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
84


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan pakde mengenai Ayah membuat Ella lebih sering diam.


"Maaf ya nak, pakde nggak maksud buat kamu sedih." kata Pakde merasa bersalah.


"Ella nggak sedih kok pakde, denger nama Ayah, Ella jadi kangen sama Ayah." jelas Ella.


"Kalau kangen, nanti kita ke makam ayah gimana?" tawar Budhe.


"Iya budhe, Ella mau." Ella terlihat semangat.


Memang sudah sangat lama sekali Ella tak ke makam Ayah, terakhir Ella kesana bersama Alex.


Setelah cukup lama berbincang, Ella membantu Budhe memasak didapur.


"Kamu duduk aja, biar Budhe sendiri yang masak."


"Ck, nggak apa apa Budhe, Ella seneng kok bantuin Budhe."


"Nanti kalau suami kamu lihat pasti marah, kan biasanya kamu disana nggak pernah masak."


"Apa sih Budhe, sama aja kok disana aku juga sering masak."


"Ohh ya nanti kalau mau pulang temui Deddy dulu, dia kayaknya kangen sama kamu soalnya sering kesini buat nanyain kamu." jelas Budhe yang membuat Ella ingat jika memang sudah lama Ia tak bertemu Dedy. bahkan mungkin jika tadi pagi Dedy tidak menelepon mungkin Ella juga tak tau keadaan pakde karena setelah menikah Ella jarang berkomunikasi dengan keluarganya.


"Tadi juga Ella kesini kan dikabarin sama mas Dedy, lagian budhe kok nggak ngabarin Ella sendiri sih?" protes Ella.


"Bukannya nggak mau ngabarin tapi kan kamu tau sendiri kalau pakde cuma luka luka ringan jadi Budhe nggak ngasih tau biar kamu nggak panik." jelas budhe yang membuat Ella tersenyum.


"Tetep aja, budhe harus ngabarin Ella."


"Iya iya, duh kamu kok sekarang bawel banget, apa karena bawaan bayi ya." goda budhe yang hanya membuat Ella terkekeh.


"Oh ya budhe kak Riska sama kak Rangga nggak pulang?" tanya Ella yang langsung disambut rautan sedih budhe.


"Budhe udah ngabarin mereka tapi katanya mereka lagi sibuk sama kerjaan." jelas Budhe dengan raut wajah sedih membuat Ella merasa tak enak.


Riska dan Rangga adalah anak pakde dan budhe yang merantau kekota, awal merantau mereka sering pulang dan bahkan tiap bulan mengirim uang namun akhir akhir ini mereka jarang pulang jika libur dengan alasan sibuk.


Bahkan mereka juga jarang mengirim uang pada orangtuanya membuat pakde harus bekerja lagi sebagai tukang ojek dan budhe sebagai buruh cuci namun tanpa sepengetahuan anak anaknya dan juga Ella karena jika Ella tau sudah pasti Ella akan melarangnya.


"Ya udah budhe nggak apa apa, mungkin mereka masih sibuk."


"Iya, kamu keliatan udah bahagia dari terakhir kita ketemu?" tanya Budhe melihat wajah Ella yang berbeda dari biasanya.

__ADS_1


"Ya mungkin efek kehamilan jadi ngerasa lebih bahagia aja."


"Nggak karena suami yang semakin sayang?" goda Budhe membuat Ella tersipu.


"Budhe apa sih, bikin malu."


"Budhe seneng kalau kalian makin harmonis dan makin saling menyanyanggi."


"Doakan aja semoga Ella selalu bahagia ya budhe." pinta Ella.


"Ya sayang pasti, oh ya ngomong ngomong kamu juga akur kan sama istri tua nya suamimu?" tanya Budhe yang memang mengetahui jika Ella adalah istri kedua.


"Hmm, ya gitu lah.. tapi sekarang mereka sudah bercerai kok."


"Haa? cerai, kok bisa?" Terlihat jelas jika budhe sangat terkejut dengan pengakuan Ella.


"Banyak banget masalah yang terjadi sampai akhirnya mereka cerai." jelas Ella malas.


"Tapi mereka cerai bukan karena kamu kan?"


"Bukan budhe, ada masalah aja." jelas Ella lagi yang tak ingin menceritakan aib mantan istri suaminya itu.


"Ya sudah, setelah makan siang kita berangkat ke makam ayah kamu."


Selesai makan siang, budhe menemani Ella ke makam dengan berjalan kaki. Sebenarnya pak Tulus masih disana karena memang tak hanya menjadi sopir namun juga penjaga Ella saat Ella sedang keluar, tetapi Ella ingin berjalan kaki bersama budhenya karena sudah lama juga tak jalan jalan dikampungnya.


"Mas Dedy kerja paling ya budhe?" tanya Ella.


"Nggak tau, nanti mau mampir kerumahnya?"


"Boleh deh, udah lama juga nggak ketemu mas Dedy." kata Ella yang sudah menganggap mas Dedy sebagai kakaknya meskipun terakhir pertemuan mereka sedikit membuat Ella kesal namun tak dapat Ella pungkiri jika Ia juga merindukan Mas Dedy.


"Ya udah nanti sepulang dari makam, kamu mampir kesana tapi Budhe nggak ikut ya?" kata Budhe yang langsung diangguki Ella.


Mereka sampai dimakam, terlihat makam Ayah Ella sangat bersih dan terawat karena memang Alex membayar seseorang untuk merawat makam kedua orang tua Ella dan juga kedua orang tua Alex. sepulang berziarah bersama Ella dulu membuat Alex sadar jika sekarang tanggung jawabnya adalah mendoakan dan juga merawat makam kedua orangtuanya jadilah Alex membayar orang untuk merawat dan membersihkan makam kedua orangtua nya dan juga mertuanya.


"Aneh, perasaan kamu jarang datang ya tapi kok bersih banget makamnya." heran Budhe membuat Ella terkekeh geli.


"Ada tukang yang bersihin budhe, mas Alex yang nyari orang buat ngerawat makam orangtua Ella."


Budhe hanya geleng geleng kepala "Horang kaya." cibir Budhe membuat Ella terkekeh.


Sepulang dari Makam, sebelum kerumah mas Dedy, Ella menyempatkan kerumah peninggalan orangtuanya.

__ADS_1


Rasanya sudah lama sekali batin Ella memasuki rumah masa kecilnya yang terawat dan bersih, ya ternyata tak cuma makam namun juga rumah Ella ada yang merawat.


"Lho..." Ella terkejut kala melihat wanita paruh baya yang sedang membersihkan rumah.


"Non Ella ya? saya Bik Nah tukang bersih bersih dirumah ini." jelas Wanita paruh baya itu membuat Ella berohh ria.


"Ah ya Bik, lanjutkan saja, saya hanya ingin kekamar." kata Ella yang langsung diangguki Bik Nah.


Ella memasuki kamarnya, bersih dan rapi bahkan spreinya pun sudah diganti padahal seingatnya dulu kamar ini sangat berantakan terakhir Ia pulang.


Ella tersenyum mengingat Alex yang begitu memperhatikan hal hal kecil seperti ini untuk membuat nya bahagia.


Mengingat Alex membuat Ella ingat jika Ia belum mengabari Alex jika Ia pulang kerumah pakde.


Ella merogoh kantong bajunya dan tak menemukan ponselnya disana.


"Ya ampun ponselnya di tas." gumam Ella.


"Ya udahlah nanti aja." Ella malah berbaring diranjang sederhana yang Ia rindukan itu.


...


Siang ini Alex menyuruh Sandi untuk mengantarkan pulang ke mension. Alex ingin makan siang bersama Ella dan mengatakan jika Ia tak akan pulang malam ini karena ada panggilan meeting mendadak diluar kota. apalagi Ia sempat melihat ponselnya ada beberapa panggilan tak terjawab dari Ella membuat Alex penasaran karena jarang sekali Ella menghubunginya jika tidak ada sesuatu yang mendesak.


Dalam perjalanan pulang, Alex mencoba mendial balik nomer Ella namun sayang tak ada jawaban membuat Alex semakin khawatir.


Sebenarnya ada apa? pikir Alex sedari tadi.


Sesampainya di mansion Alex segera keluar dan memasuki mansion,


"Lho Den Alex kok udah pulang?" tanya Bik Sumi.


"Ella mana Bik?"


Seketika raut wajah cemas terlihat diwajah Bik Sumi.


"Anu Den..."


BERSAMBUNG....


Sebenernya mau update tadi malam tapi ketiduran 😁


100 komen bakalan up lagi 🤣🤣🤣

__ADS_1


iseng ahh biar kayak author yang lain...


__ADS_2