ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
198


__ADS_3

Selesai mengantar Alex ke depan mansion, Ella pun segera masuk untuk menghampiri Bianca yang kini kembali berbaring di ranjangnya.


"Bi, mbak boleh masuk?" tanya Ella dibalik pintu kamar Bianca.


"Masuk aja mbak." balas Bianca. Bianca memang kesal dengan Alex namun Ia juga tak akan melampiaskan kekesalannya pada Ella.


"Nggak usah ditanggepin omongan Mas Alex, dia emang seneng banget ngusilin orang." kata Ella yang kini duduk dipinggir ranjang milik Bianca.


"Kesel aja mbak!"


"Ya udah gimana kalau kamu sekarang ikut mbak aja, kerumah pakde mbak. dari pada disini bete gitu." ajak Ella yang langsung saja diangguki oleh Bianca.


"Boleh deh mbak, binggung juga mau ngapain." kata Bianca mengingat memang Ia tak memiliki acara apapun dengan Rangga jadi dari pada suntuk lebih baik Ia ikut Ella kerumah saudaranya.


Selesai bersiap, kini Ella, Baby Liu serta Bianca sudah berada didalam mobil dimana didepan pak tulus yang melajukan mobilnya.


Baby Liu terlihat aktif menendang nendang dan mengoceh selama perjalanan membuat Ella dan Bianca sering kali tertawa melihat tingkah mengemaskan Baby Liu.


Dan akhirnya mereka sampai juga dirumah Pakde dan Budhe. Ella senang sekali akhirnya bisa berkunjung dirumah orangtuanya itu, mengingat setelah melahirkan memang belum pernah kesini lagi.


Bianca turun dari mobil mengikuti Ella sambil membawa tas perlangkapan bayi milik Baby Liu. tiba tiba mata Bianca tertuju pada sebuah motor yang berada didepan rumah, motor yang sangat tak asing untuknya dan sangat Ia kenali.


"Ah mana mungkin, mungkin memang mirip." gumam Bianca.


"Kenapa Bi?" tanya Ella kala mendengar gumaman Bianca.


"Eh, nggak kok mbak!" Bianca kembali mengikuti langkah Ella memasuki rumah.


"Assalamualaikum kakung, uti." salam Ella membuat Pakde dan Budhe yang ada diruang tamu terkejut dengan kedatangan Ella.


"Waalaikumsalam, Ella.. Budhe pikir siapa." Budhe segera saja bangkiy dari duduknya dan menghampiri Ella yang menggendong Baby Liu.


"Duh cucu uti tambah ganteng aja nih, sini gendong uti." Ella pun segera memberikan Baby Liu pada Budhe.


"Ini siapa?" tanya Pakde menatap Bianca yang sedari tadi berada dibelakang Ella.


"Saya Bianca Om Tante, adiknya kak Alex." Bianca memperkenalkan diri dengan mencium tangan Pakde Budhe.


"Lho, baru tau kalau Alex punya adik." kata Pakde.


"Soalnya selama ini Bianca kuliah di luar negeri dan baru pulang bulan ini," jelas Ella yang langsung diangguki oleh pakde.


"Cantik banget adiknya mas Alex." puji Budhe yang membuat Bianca terkekeh.


"Tante bisa aja."

__ADS_1


"Kok tante sih? panggil pakde sama Budhe aja lebih enak didenger." pinta Budhe.


"Iya Budhe,." kata Bianca masih tersenyum geli.


Mereka pun duduk diruang tamu dan berbincang bincang disana hingga Bianca terkejut kala melihat Rangga dirumah itu, mengenakan baju santai dan ada handuk di lehernya. sepertinya Rangga baru saja selesai mandi terlihat dari rambutnya yang masih basah.


"Lho...?" Bianca terkejut sambil memandangi Rangga begitu juga dengan Rangga yang terkejut karena kedatanga Bianca.


"Itu anaknya budhe sama pakde, kamu kenal kan? mas Rangga temen kantor kamu?" jelas Ella melihat Bianca terkejut.


"A-anaknya? berarti mbak Ella saudaranya Rangga sama Riska?" tanya Bianca masih terkejut.


Ella mengangguk lalu tersenyum geli, "Kamu juga kenal Riska?" tanya Ella.


"Riska temen kuliah ku dulu mbak." jelas Bianca . Rangga tersenyum ke arahnya mendekati lalu mencubit pipi Bianca didepan keluarganya dan berjalan memasuki kamar.


"Rangga kamu kok nggak sopan banget sama tamu!" kata Budhe terdengar kesal.


""Say-saya kenal kok budhe, dulu Riska temen kuliah saya dan Kenal juga sama mas Rangga." jelas Bianca.


"Ohh jadi temennnya Riska?" kini giliran Pakde yang berbicara.


"Nggak tau dong ya kalau Riska udah nikah?" tanya pakde lagi.


"Haa? Riska bener udah nikah?" Bianca masih terlihat binggung. Ia sempat mendengar gosip itu dari teman temannya namun tak terlalu mempercayai karena Ia cukup mengenal Riska bukanlah wanita yang mudah ditaklukan.


Bianca hanya menggeleng pelan, semenjak Ia putus dengan Rangga, Riska memang sedikit menjauhinya. Ia sadar jika mungkin Riska juga kecewa karena Ia telah menyakiti kakak Riska namun meski begitu, Bianca masih berharap Riska masih mau menerimanya lagi sebagai teman.


Ella masih asyik bercerita dengan pakde dan budhe, sementara Bianca pamit keluar, Ia sempat melihat Rangga keluar dan Ingin menemui Rangga.


"Bentar lagi kayaknya bakal dapet calon mantu lagi Budhe." kata Ella saat Bianca sudah keluar.


"Rangga aja nggak pernah kenalin satu wanita pun sama kami, keliatannya juga Rangga nggak punya pacar." kata Budhe.


"Ada kok Budhe, tenang aja." kekeh Ella yang membuat pakde maupun Budhe terlihat binggung.


Bianca mengedarkan pandangan keluar, dan melihat Rangga tengah sibuk mengotak atik motor tuanya.


"Kamu kok nggak bilang sih kalau saudaraan sama mbak Ella?" tanya Bianca sedikit kesal dengan kejutan tak terduga pagi ini.


"Kamu aja nggak tanya." kekeh Rangga.


Bianca hanya cemberut kesal "Kamu juga nggak bilang kalau Riska udah nikah!".


"Lagi lagi kamu juga nggak tanya." kekeh Rangga lagi.

__ADS_1


"Ih nyebelin tau nggak!" Bianca memukul lengan Rangga kesal.


"Kok jadi aku sih yang salah!" kekeh Rangga.


"Harusnya kamu cerita dong berita penting kayak gini!" protes Bianca.


"Nggak sempet karena aku terlalu sibuk mikirkn hubungan kita." jelas Rangga yang membuat Bianca langsung tersipu malu.


"Dasar tukang gombal!" kata Bianca yang langsung membuat Rangga terkekeh.


"Nanti aku anter ke rumah Riska kalau kamu mau ketemu."


"Beneran?" Bianca terlihat senang.


Rangga mengangguk, "Bener dong, apa sih yang nggak buat kamu."


Bianca terkekeh "Dasar tukang gombal!"


Siang harinya, Rangga menepati ucapanya. ia mengantar Bianca kerumah Riska sementara Ella pulang dengan baby Liu dan pak Tulus.


Motor Rangga memasuki kawasan perumahan elite yang cukup Bianca kenali, hingga lagi lagi Bianca dikejutkan kala motor Rangga berhenti tepat didepan rumah orang yang sangat Ia kenali.


"Lho ini bukan rumahnya-"


"Ini juga saudara kamu kan? dokter cabul!" celetuk Rangga.


"Dokter cabul? Vano kan?" tanya Bianca memastikan.


Rangga mengangguk "Dunia memang sempit banget ca."


"Astaga, gimana ceritanya Riska bisa kenal sama Vano?" Bianca masih tak percaya.


"Tau deh, mereka buru buru nikah, aku curiga kalau Riska hamil duluan!"


"Nggak mungkinlah, Vano anaknya baik kok."


"Ck, dibelain lagi!" gerutu Rangga yang membuat Bianca terkekeh.


Mereka berdua pun segera menekan bel rumah Vano, Bianca yakin jika Vano sedang berada dirumah karena mobil Vano yamg terparkir dipekarangan rumah.


Hingga pintu terbuka,


"Halo abang..." sapa Bianca dengan tatapan jail membuat Vano terkejut ingin menutup pintu rumahnya namun disamping Bianca ada Rangga kakak iparnya yang membuat Vano mengurungkan niatnya untuk menutup pintu.


"Sial..." gerutu Vano dalam hati.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2