
Para tamu yang hadir begitu menganggumi pengantin pria dan wanita yang terlihat sangat serasi. Ella yang begitu cantik serta Alex yang juga sangat tampan.
Tak hanya klien Alex yang datang namun juga keluarga Ella maupun Alex. Pakde Budhe, Rangga juga hadir disana, Vano Dan Riska pun hadir, seluruh karyawan kantor Alex juga ada disana serta para maid yang diboyong ke sana menikmati acara resepsi milik Alex dan Ella.
Baby Liu terlihat ada digendongan Pakde dan Budhe serta ada Bik Sumi disamping mereka.
"Aku malu mas." bisik Ella saat keduanya sudah duduk dikursi pelaminan.
"Kenapa harus malu sayang? kamu cantik banget, mereka ngeliatin kamu karena kagum sama kamu." puji Alex.
"Kamu nggombal terus mas." kata Ella yang membuat Alex tertawa.
Para tamu pun mulai naik, untuk menyalami Serta memberikan selamat pada Alex dan Ella.
"Wah nggak nyangka istrinya yang sekarang cantik banget." kata Brata salah satu klien senior Alex yang juga sangat dekat dengan Alex.
"Terimakasih pak, saya juga sangat mencintainya." balas Alex yang entah mengapa membuat Ella tersipu malu lalu mencubit pinggang Alex membuat mereka tertawa.
Dari sekian banyak tamu undangan hanya satu pasang tamu undangan yang sama sekali tak diinginkan kehadirannya.
Tamu yang kini tersenyum ramah ke arah Alex dan melangkah mendekati Alex dan Ella.
Rayyan dwisono bersama pasanganya Rheana Lidyawati, berjalan mendekati Ella dan Alex. sementara Ella merasa tak asing dengan wanita yang kini tersenyum ke arahnya.
"Congrats, nggak nyangka bakal nikah lagi." kata Ray dengan nada mengejek.
"Sepertinya kamu bukan salah satu tamu undangan." kata Alex dengan nada dingin. Ella yang melihat raut Alex berubah dingin mengerti jika Wanita ini adalah wanita masa lalu yang menghancurkan Alex bersama kekasihnya dan wanita ini pula yang Ia temui di mall sewaktu bersama Bianca.
"Ya kami hanya sedang liburan disini dan tak sengaja melihat pestamu, karena kami mengenalmu jadi tak ada salahnya jika kami ikut masuk kan?" tanya Ray.
"Ya terserah kau saja." balas Alex dengan malas karena jujur Alex sudah melupakan masa lalunya bersama Rhea.
Sepertinya dia juga sudah melahirkan, karena perutnya sudah tak terlihat buncit batin Ella mengamati Rhea.
"Kita pernah bertemu kan?" tanya Rhea pada Ella.
"Ya, kita bertemu di mall waktu itu." balas Ella.
__ADS_1
"Ahh jadi kalian sudah saling mengenal? bagus sekali, yang satu mantan kekasihnya dan yang satu pendamping hidupnya, bukankah jika kalian berteman bisa saling berbagi informasi satu sama lain, kau bisa menanyakan pada istriku tentang apa saja yang disukai Alex." kata Ray yang membuat tangan Alex mengepal. Ella mengetahui suaminya terlihat emosi pun segera mengenggam tangan Alex. berharap Alex bisa meredakan emosinya dan sepertinya berhasil.
"Nikmati saja pestanya, aku harap kau tak menyesal datang kesini." kata Alex yang langsung mendapat senyum sinis Ray.
"Tentu saja aku tak menyesal karena aku bisa melihat istri baru mu yang sangat cantik." kata Ray lalu meninggalkan Alex disusul oleh Rhea.
Ella bisa melihat raut wajah Alex benar benar marah, dan yang membuat Ella heran adalah sikap Rhea yang biasa saja kala Ray mengungkit masa lalu mereka bahkan saat Ray memuji Ella cantik pun Rhea hanya diam saja bahkan tak ada raut cemburu disana, benar benar membuat Ella binggung dengan pasangan itu.
Kembali fokus pada Alex, Ella membawa Alex duduk kembali di kursi.
"Sudah mas, jangan terlalu ditanggapi, dia hanya ingin membuatmu emosi." kata Ella memberikan minuman pada Alex.
"Aku hanya tak ingin kehilangan wanita yang kucintai karena pria itu." kata Alex jujur meskipun Ray kalah tampan dari Alex namunn tetap saja Alex khawatir.
"Jangan samakan aku dengan wanita mu dulu mas, karena aku nggak mungkin mengkhianatimu." kata Ella.
"Ya kamu memang berbeda sayang, kamu segalanya untukku sekarang, itulah yang membuatku sangat takut kehilanganmu." ungkap Alex membuat Ella tersenyum lalu memeluk Alex, mencoba menenangkan Alex jika semuanya akan baik baik saja, tak peduli dengan para tamu yang masih ada disana.
"Jiaah, serasa dunia milik berdua, dikira ini ada dikamar kali ya peluk pelukan! dasar pengantin baru rasa lama." cibir Vano yang entah sejak kapan ada disamping mereka bersama dengan Riska.
Sementara Ella terlihat malu dan Alex hanya memasang wajah malas.
"Ngapain sih pake datang, gue ngarepnya Lo nggak datang! bikin sepet mata aja." celetuk Alex pada Vano membuat Ella dan Riska hanya geleng geleng kepala. jengah karena setiap bertemu mereka selalu melempar ejekan padahal sebenarnya mereka saling menyanyanggi satu sama lain.
"Ya gimana dong, gue kan pengen liat pegantin baru rasa lama," ejek Vano.
"Sialan Lo, minggat sana sepet gue liatnya." kesal Alex.
"Udah ah mas, kamu tuh kayak anak kecil." kata Ella.
"Hahaha kasian loh dimarahin bininya." ejek Vano.
"Kamu tuh juga mas, nggak usah mulai napa sih." kini giliran Riska memukul lengan Vano membuat Alex tertawa seketika.
"Sayang, kamu kok galak sih sama aku, nanti kalau aku ngambek nggak mau makan gimana?" manja Vano membuat Riska jengah lalu meninggalkan Vano untuk turun.
"Sayang tingguin." Vano mengejar Riska sementara Alex benar benar melonggo dibuatnya tak menyangka sifat Vano bisa sebegitu lebaynya.
__ADS_1
"Nggak usah heran mas, kamu biasanya juga gitu." cibir Ella.
"Nggak mungkin lah, aku manly gini." balas Alex sombong.
"Siapa yang nangis waktu aku lahiran kemarin." Ella mengingatkan.
"Ck, itu karena aku nggak mau kehilangan kamu sayang." kata Alex mencubit hidung Ella.
"Ck, gombal aja terussss." Alex pun tertawa.
"Biar ntar malem dapet jatah." bisik Alex.
"Mesummmm."
...
Sementara Vano masih mengejar Riska yang berjalan cepat meninggalkannya.
"Sayang..." panggil Vano tanpa malu malu meskipun tau istrinya malu apalagi mereka tengah melewati gerombolan rekan kantor Riska.
"Ciee Riska, so sweet amat sih ama suaminya bikin kita kita yang jomblo gini pengen tau." celetuk salah satu teman Riska yang membuat Riska menghentikan langkahnya.
Happ... Vano memeluk Riska dari belakang "Ketangkep kan kamu nggak bisa kemana mana lagi." kata Vano.
"Ck kamu apa sih mas, kayak anak kecil tau nggak." kesal Riska malu apalagi teman temannya masih melihat mereka. Entah karena hormon hamil atau bagaimana yang jelas setelah Riska hamil memang Vano suka bertingkah manja.
"Duh kalian ini bikin jiwa jomblo gue meronta ronta." celetuk salah satu teman Riska membuat Vano tersenyum memandangi mereka hingga mata Vano memandang pada sosok yang sangat tak ia sukai.
Rama..
"Ngapain sih tuh orang diundang juga." kesal Vano menyusul Riska yang meninggalkanya lagi.
BERSAMBUNG...
ada yang inget sama Rhea nggak nih?
jangan lupa like vote dan komen...
__ADS_1