
Vano terkejut bukan main melihat Pak Rt dan segerombolan warga datang kerumahnya dan melihat Ia bertelanjang dada seperti ini.
"Astagfirullah, jadi bener dugaan warga selama ini?" tanya Pak Rt dengan nada terkejut.
"Ma-maksudnya apa ya pak?" tanya Vano terlihat binggung.
"Kalau mas Vano selalu bawa pulang wanita tiap malam dan berbuat mesum." jelas Pak Rt yang membuat Vano terkejut setengah mati.
"Ap-apa pak? ti-tidak, tidak seperti itu!" sangkal Vano dengan nada gugup. Bisa bisanya mereka menuduhnya seperti ini.
"Siapa sih?" tanya Riska yang juga ikut keluar dan terkejut banyak orang disana.
Semua orang memandang Riska dengan tatapan aneh. kancing baju yang terlepas satu diatasnya dan baju yang sudah tidak rapi lagi serta rambut berantakan dan keringat yang terlihat jelas di dahi Riska membuat mereka menyangka Vano dan Riska baru saja selesai berbuat mesum.
"Pak, ini tidak seperti yang kalian pikirkan.'' jelas Vano kala semua orang memandang ke arah Vano dan Riska bergantian.
"Bagaimana kami tidak berpikiran macam macam mas Vano, kalau melihat pemandangan seperti ini." kata salah satu warga membuat Vano sadar jika Ia tengah tidak memakai baju.
"Ti-tidak begitu pak, tadi kami sedang memasak didapur lalu-"
"Apa? jadi kalian melakukannya didapur?" tanya salah satu warga lagi yang membuat warga lainnya lainnya saling berbisik.
"Gila, kayak nggak ada kasur aja gituan di dapur."
"Ya mungkin biar terasa beda aja." bisik warga yang lain yang terdengar oleh Vano dan Riska.
"Sudah sudah, kalian semua diam, lebih baik kita selesaikan permasalahnya didalam!" kata Pak Rt sedikit membentak.
"Tapi pak, kami memang tak berbuat apapun." jelas Riska yang sudah mulai paham permasalahannya.
Riska, Vano, Pak Rt dan beberapa warga pun duduk diruang tamu milik Vano,
"Pak, kami bersumpah tidak melakukan apapun." Vano masih tak menyerah meyakinkan Pak Rt dan para warga.
"Kalian ini sudah jelas jelas tertangkap basah masih saja menyangkal!" Pak Rt mulai marah "Kami tau ini rumah mas Vano dan Mas Vano berhak melakukan apapun dirumah ini tapi Mas Vano juga harus ingat kalau mas Vano tinggal di lingkungan kami jadi harus mematuhi apa yang sudah menjadi tradisi dilingkungan ini." jelas Pak Rt.
"Tapi pak, saya harus menjelaskan dengan cara apa lagi jika saya benar benar tak berbuat mesum." kata Vano Frustasi.
"Jika memang kalian tak berbuat mesum, untuk apa mbak ini selalu kemari setiap malam? saya selalu melihat dan kadang pulang tengah malam juga." kata Salah satu warga.
"Saya kesini karena memang bekerja untuk memasak dirumah ini." jelas Riska.
__ADS_1
"Mbak pikir kami percaya? mana ada juru masak penampilan cantik kayak gini, udah ketauan masih aja bohong." kata salah satu warga mulai geram. Saat ini Riska memang masih mengenakan seragam kantornya, siapapun juga tak akan percaya jika Riska disini sebagai juru masak dirumah Vano.
"Lalu kami harus bagaimana? jika kalian tidak percaya pada kami,?" tanya Vano yang juga mulai kesal.
"Sesuai peraturan di lingkungan ini, kalian harus menikah agar tak terjadi hubungan mesum lagi di lingkungan ini." kata Pak Rt tegas membuat Vano dan Riska terkejut bukan main.
Kenapa semua orang menginginkan mereka menikah sejak kemarin apakah ini yang disebut jodoh.
"Ap-apa pak? menikah?" teriak Riska dan Vano secara bersamaan.
"Dan sekarang kami juga harus menghubungi orangtua kalian sebagai saksi jika kalian akan segera menikah." kata Pak Rt lagi.
"Ja-jangan pak, jangan orangtua saya." pinta Riska dengan wajah ketakutan. Jika sampai orangtua Riska tau bisa bisa terjadi kesalahpaham lebih parah lagi.
"Makanya mbak kalau takut nggak usah aneh aneh." celetuk salah satu warga.
Wajah Riska memerah ingin menangis, antara kesal dan marah karena dituduh sesuatu yang tak Ia lakukan.
"Kalau kalian nggak mau datengin orangtua, biar saya telepon kantor polisi saja." ancam Pak Rt "Kemarin juga ada kejadian seperti ini dan langsung saya laporkan ke kantor polisi." jelas Pak Rt yang membuat Vano dan Riska memucat.
Bagaimana tidak memucat, jika polisi sudah dibawa, nama baik taruhan nya.
"Jangan pak, biar saya panggil mama saya dan saya janji akan melamar Riska besok pagi." kata Vano dengan mantap sementara Riska hanya menunduk pasrah.
"Baiklah, saya ingin Mama nya mas Vano yang jadi saksi kalau memang kalian akan menikah secepatnya." kata Pak Rt yang hanya diangguki Vano.
Vano pun bangkit untuk menganti pakaian dan mengambil ponsel untuk menghubungi Mamanya.
Sementara Wina tengah asik mengobrol dengan Alex dan Ella pun terganggu dengan ponselnya yang berdering.
"Tumben nih anak nelpon malem malem gini." gumam Wina yang langsung membuat Alex tersenyum karena merasa rencana nya dengan Sandii berhasil.
"Ya udah angkat aja tante." kata Alex yang langsung diangguki Wina.
"Tumben anak mama telepon, pasti ada sesuatu ya kan?" tanya Wina.
"Ma, buruan kerumah Vano deh." pinta Vano dari telepon.
"Memangnya ada apa? kok suara kamu panik gitu sih?" tanya Wina heran.
"Buruan kesini Ma, nggak usah banyak tanya." kata Vano.
__ADS_1
"Ck, nggak mau kalau nggak jelas gitu." balas Wina santai.
"Ya ampun ma, please jangan bercanda dulu. kesini."
"Cerita dulu ada apa?"
"Mama mau punya mantu kan? kalau mau buruan kesini sekarang mah." kata Vano memohon.
"Oh oke, mama otewe." balas Wina lalu mematikan panggilanya membuat Vano berdecak kesal. Bisa bisanya jika berhubungan dengan mantu, mama nya begitu semangat menurutinya.
"Vano kenapa tante?" tanya Ella.
"Tau tuh, tumben nyuruh mama kerumahnya, biasanya juga nggak pernah, tante mau kesana aja dilarang." gerutu Wina.
"Yah, padahal Tante baru mau nginep sini ya malah nggak jadi deh." keluh Ella.
"Besok ya kapan kapan Tante nginep deh, ni tante mau siap siap dulu." kata Wina berajak dari duduknya lalu memasuki kamar untuk bersiap siap.
"Udah malem mas, sana Mas anterin tante Wina." pinta Ella.
"Emangnya kamu nggak apa apa ditinggal sendirian?" tanya Alex yang sebenarnya memang ingin ikut kerumah Vano agar bisa mengoda Vano namun Ia juga tak tega meninggalkan istrinya sendiri.
"Ck, nggak apa apa mas, lagian banyak maid juga."
"Ya udah kalau gitu mas anterin Tante ya, nanti kalau ada apa apa langsung hubungi Mas ya." kata Alex yang langsung diangguki Ella.
"Kamu yakin mau anterin Tante?" tanya Wina kala keluar kamar dan Alex menawarkan diri.
"Yakin dong tante, Yukk."
Wina pun mengangguk mengikuti langkah Alex memasuki mobil.
Sesampainya didepan rumah Vano, Wina dikejutkan oleh banyak orang disana.
"Ada apa ini?"
Dengan langkah cepat Alex dan Wina keluar mobil dan memasuki rumah yang sudah banyak orang.
Riska dan Vano juga terlihat pucat disana.
"Ada apa ini?" tanya Wina yang langsung saja membuat semua orang memandang ke arahnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...