ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
67


__ADS_3

Hanna tersenyum senang kala menerima cek 500 juta itu meskipun Ia harus kehilangan mobilnya dan hampir ketahuan jika sekarang Ia sudah miskin namun nyatanya Agnes masih percaya jika Ia menjual karena memang Ia ingin membeli lagi bukan karena Alex sudah tak memberinya uang.


Dan kini Hanna tengah berada disebuah butik ternama yang terkenal mahal, Ia memang sengaja menjual mobilnya untuk bersenang senang. Melihat kemarin Alex begitu terharu mendengar ceritanya, mungkin Alex tak akan marah saat mengetahui jika salah satu mobil di garasinya sudah Ia jual, Hanna yakin Alex tak akan marah, kalaupun ingin marah juga percuma karena mobilnya kini sudah menjadi lembaran cek yang bisa membuat Hanna membeli apapun yang Ia inginkan.


"Aku mau yang ini, itu dan juga ah yang warna merah itu." perintah Hanna pada salah satu karyawan butik, setelah Ia mencoba beberapa baju dan kini Ia memutuskan untuk membeli 3 baju saja.


"Semuanya 100 juta Nona."


"Ahh baiklah," Hanna mulai mengeluarkan kartu atmnya karena uang yang ada di cek sudah Ia transferkan direkeningnya.


Setelah pembayaran selesai, Hanna segera menenteng 3 paper bag dengan bangganya, setelah beberapa bulan ini Ia tak membeli baju branded, akhirnya sekarang Ia bisa membelinya lagi.


Hanna sedang berpikir apa lagi yang akan Ia beli setelah ini.


...


"Mau kemana?" tanya Ella kala melihat Alex sudah rapi seperti ingin pergi ke suatu tempat.


"Ada sesuatu yang harus kuurus." balas Alex.


"Sesuatu seperti apa?" tanya Ella penasaran.


"Nanti akan kuceritakan, tapi tidak sekarang karena aku buru buru sayang." kata Alex yang sudah mengecup bibir Ella karena gemas.


"Hmm baiklah, berhati hatilah." kata Ella yang hanya diangguki Alex.


Ella melihat punggung Alex yang keluar dari rumahnya, entah mengapa perasaannya sedikit tak enak melihat Alex pergi. Ella takut terjadi sesuatu dengan Alex.


"Kita akan kemana Tuan?" tanya Sandi kala Alex sudah memasuki mobil.


"Carilah tempat untuk bicara, ada yang ingin kubicarakan denganmu." kata Alex.


"Baiklah Tuan," balas Sandi tenang padahal dalam hatinya dag dig dug der, penasaran apa yang akan Alex bicarakan.


Sandi mulai menjalankan mobilnya.


"Bagaimana dengan kasus Papa? apa ada perkembangan?" tanya Alex.

__ADS_1


"Belum Tuan, tapi secepatnya saya akan segera menutaskan dan memberitahu dalang dari ini semua." jelas Sandi.


"Hmm ya sudah."


..


Hanna memasuki mansion dengan menenteng paper bag nya, Nisa yang melihat sedikit heran, bagaimana Hanna bisa shoping seperti itu padahal Hanna sudah tak diberi jatah oleh Tuan Alex.


Karena penasaran akhirnya Nisa mendekati Hanna.


"Nyonya habis darimana?" tanya Nisa.


"Apa kau tak lihat? aku habis belanja." balas Hanna angkuh.


"Ah iya, biar saya bawakan Nyonya." tawar Nisa yang langsung ditolak oleh Hanna.


"Tidak! jangan menyentuh baju baju mahalku!" kata Hanna dengan angkuh.


"Cih, dasar nenek lampir sombong." batin Nisa kesal.


"Baiklah Nyonya."


Nisa bergegas pergi kedapur untuk memnbuatkan jus jeruk. Tak butuh waktu lama, Jus jeruknya sudah Ia buatkan dan segera Nisa membawakan jus jeruk pada si nenek lampir Hanna.


Nisa memasuki kamar Hanna dan melihat Hanna tengah sibuk mencoba baju baju barunya yang menurut Nisa kurang bahan itu, ya karena bajunya yang sangat seksi dan ketat memperlihatkan tubuh indah Hanna.


"Apa terlihat bagus untuk ku?" tanya Hanna memperlihatkan salah satu baju barunaya pada Nisa.


"Bagus Nyonya, terlihat sangat cantik namun mungkin terlihat sangat seksi menurut saya." Kata Nisa dan segera Ia menutup bibirnya takut salah bicara.


"Benarkah? apa aku terlihat sangat seksi?" tanya Hanna terlihat girang.


"Y-ya Nyonya." Nisa terlihat binggung, sebenarnya apa Ia salah bicara atau tidak karena Hanna malah terlihat senang bukannya marah.


Kau selalu membuatku senang Nisa, ah iya nanti aku akan membelikanmu sesuatu karena aku mendapatkan uang sangat banyak hari ini." kata Hanna.


Nisa sedikit penasaran "Memang nya Nyonya mendapatkan uang dari mana? apa Tuan Alex memberikan pada Nyonya?" tanya Nisa melihat kemarin Ia sempat tak sengaja melihat Hanna dan Tuan Alex berpelukan dikamar.

__ADS_1


"Tentu saja tidak, kau tau Alex sangat pelit sekarang padaku! dia sudah tidak seperti dulu lagi." jelas Hanna pada Nisa. Jika dengan Nisa entah mengapa Hanna bisa sejujur ini, mungkin karena selama ini hanya Nisa lah yang selalu menemaninya dan mendengarkan semua keluh kesahnya tapi tanpa Hanna sadari saja Nisa bukanlah orang yang mudah dipercaya atau memang setia padanya karena Nisa tentu saja berpihak pada Sandi yang notabennya orang kepercayaan Alex dan Hanna tak mengetahui itu semua.


"Lalu Nyonya mendapatkan uang dari mana?" tanya Nisa masih penasaran. Nisa berencana memberitahukan ini semua pada Sandi nantinya.


"Aku hanya menjual salah satu mobil di garasi, aku pikir Alex tak akan menyadari ini, kau tau kan mobil dibawah sangat banyak sekali dan pasti Alex tak akan menyadari jika salah satu mobilnya ku jual." kata Hanna sambil terkekeh geli "Bukankah aku sangat pintar?" tanya Hanna.


"Hahhaha, ya Nyonya sangat pintar sekali, jenius." puji Nisa pada Hanna walau dalam hatinya Ia sedikit mengumpat "Dasar wanita gila, bisa bisanya Ia menjual mobil hanya karena ingin belanja barang barang mahal."


"Ya, Tentu saja! aku memang tak akan bisa dibodohi Alex." kekeh Hanna lagi.


"Ah ya, apa ada yang kau inginkan? aku akan membelikanmu." tawar Hanna yang memang sangat loyal pada Nisa.


"Ti-tidak Nyonya, tidak perlu repot." kata Nisa yang tak akan mungkin mau dibelikan oleh Hanna. Ya Nisa tentu saja tidak mau karena jika Alex tau dan marah bisa bisa Ia ikut dimarahi karena telah ikut makan uang penjualan mobil Alex.


"Katakan saja! tak usah sungkan, aku pasti akan membelikanmu." kata Hanna.


"Tidak Nyonya, terimakasih." balas Nisa.


"Sayang sekali, seharusnya kau mau saja jadi jika Alex nanti tau dan marah aku bisa ikut menyeretmu jadi aku tak akan kena marah sendiri hahahha." jelas Hanna sambil tertawa keras.


"Dasar mak lampir gila," batin Nisa kesal dan merasa beruntung tak tergiur penawaran Hanna.


"Ya sudah jika memang tak mau, aku ingin keluar lagi untuk membeli tas dan sepatu yang ku inginkan." jelas Hanna yang sudah berdiri dan meminum jus jeruknya dan meninggalkan Nisa yang masih kesal padanya.


Sesampainya disebuah Mall pusat perbelanjaan, Hanna berjalan memasuki lantai atas mall itu namun Ia merasa orang orang memperhatikan dirinya lalu menertawakanya.


"Dasar norak, mereka pasti sangat menginginkan baju yang sedang ku pakai ini." batin Hanna dengan sombongnya.


Hingga suara seseorang menyadarkanya "Mungkin dia mau pamer kali kalau bajunya baru jadi barcode labelnya nggak diambil dulu" kata salah satu orang yang ada disampingnya hingga membuat Hanna meraba punggung atasnya dan memang benar Ia lupa belum membuat barcode labelnya.


"Sial!!" kesal Hanna segera berlari menuju kamar mandi karena Ia juga sangat malu.


"Bisa bisanya Nisa tak memberitahuku!" kesal Hanna setelah berhasil membuang Barcode didalam kamar mandi hingga suara telepon dari seseorang membuat Hanna menghentikan aktifitasnya dan mengangkat panggilan dari seseorang yang tak Ia kenal itu.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAA... BAKALAN ADA UP LEBIH DARI SATU...😘

__ADS_1


__ADS_2