ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
134


__ADS_3

Ella menatapi suaminya yang baru masuk dan terlihat senang sekali karena sejak masuk kamar tak henti hentinya mengulum senyum.


"Mas habis dari mana sih?" tanya Ella kala Alex sudah berbaring disampingnya.


"Nganterin Vano sayang." balas Alex lalu mengecup pipi Ella dan membawanya ke pelukan.


"Loh memangnya Vano masih disini?" tanya Ella heran pasalnya kala Vano pamit ke kamar mandi hingga malam hari Ella tak melihat keberadaan Vano, Ella pikir Vano sudah pulang.


"Masih lah, seharian ngumpet dikamar." kata Alex sambil tertawa.


Ella mencubit pinggang Alex membuat Alex mengaduh "Lagian kamu ini juga jail banget sih mas, kasian tau Dokter Vano kayaknya malu gitu didepan Pakde sama Budhe." kata Ella sebal.


"Sekali kali ah, kapan lagi bisa ngusilin si Vano."


"Ck, gimana kalau mereka suka beneran mas?" tanya Ella.


"Bagus dong, aku malah pengennya mereka cepet nikah biar Vano nggak kesini trus minta dimasakin kamu." balas Alex yang membuat Ella geleng geleng kepala tak percaya.


"Uang kamu tuh banyak banget mas, masa saudara minta sarapan saja nggak boleh."


"Bukannya nggak boleh sayang, soalnya dia kalau kesini suka modusin kamu." balas Alex sedikit kesal mengingat Vano yang sering menggoda akan merebut Ella darinya.


"Sama saudara sendiri kok cemburu."


"Ya harus dong, kalau dibiarin lama lama ntar kamu kepincut lagi sama si Vano." protes Alex.


"Ya ampun mas, kamu tuh ya posesif banget, aku punya kamu aja udah bersyukur banget, ngapain masih lirak lirik." balas Ella tak percaya suaminya begitu posesif. Ella pikir kemarin kemarin suaminya posesif karena dirinya sedang mengandung anak Alex namun sekarang Baby Liu sudah hadir saja Alex masih begitu posesif padanya.


Sementara Alex hanya tertawa mendengar gerutuan istrinya itu. Alex malah sibuk menciumi bibir Ella agar berhenti menggerutu.


"Ck, nggak usah nyiumin deh mas, nanti kalau pengen gimana?" Ella mengingatkan karena dirinya masih nifas tentu saja belum bisa melayani Alex hingga 40 hari ke depan.


"Oh iya, lupa kalau suruh puasa 2tahun." Ella terbahak mendengar jawaban Alex.


"Kok 2 tahun sih mas?" tanya Ella masih tertawa.


"Tadi kamu bilang 2 tahun gara gara masih nyusuin Baby Liu, salah ya?" tanya Alex binggung.


"Ya ampun mas, kamu tu beneran nggak ngerti atau pura pura nggak ngerti sih, maksud aku puasa 2 tahun yang atas sini kalau buat yang bawah puasa 40 hari aja." Jelas Ella.

__ADS_1


"Eh kirain harus 2 tahun semua." Alex terlihat senang.


"Lah emangnya betah mas?"


"Nggak betahlah, tapi kalau memang harus gitu ya dibetah betahin lah."


Ella tersenyum mendengar jawaban suaminya itu. Tanpa di minta Ella mengecup bibir suaminya.


"Oh, gitu ya Mommy nya Liu mulai nakal sekarang." Alex pun membalas ciuman Ella namun dengan Ciuman yang lebih nakal dan panas.


Baru saja tangan Alex akan menyusuri lekuk tubuh Ella, keduanya pun dikejutkan oleh suara ..


Oekkk.... Oekk... Baby Liu yang menangis dikamar sebelah membuat Alex dan Ella terkekeh bersamaan.


Segera Alex dan Ella bangun untuk menghampiri putra mereka.


Baby Liu menangis karena popoknya basah karena mengompol. Dengan telaten Ella membawa ke sofa besar yang ada disana untuk menganti popok.


Pelan pelan Ella menganti popok Baby Liu yang kini sudah tak menangis lagi, sibuk memasukan tangan ke mulutnya.


"Kamu kok udah bisa sih sayang?" tanya Alex kagum melihat Ella begitu lancar menganti popok Baby Liu, padahal tadinya Alex pikir Ella sih belum bisa dan berniat membangunkan Bik Sumi untuk menganti popok Baby Liu.


"Emang bener bener pinter banget istri aku ini." kata Alex mengelus rambut Ella "Kamu beruntung Baby punya Mommy kayak Mommy Ella." puji Alex mengelus pipi Baby Liu.


"Ck, apa sih mas, bikin besar kepala kalau dipuji trus kayak gini." kata Ella.


"Kan emang kenyataan nya gitu sayang."


"Ehm, mas gimana kalau nggak usah pake baby sitter aja, aku bisa kok ngurusin Baby Liu sendiri."


"Kamu yakin?" tanya Alex.


"Iya mas, yakin banget! lagian kan ada Bik Sumi juga nanti bisa bantuin kalau ada yang nggak aku tau." jelas Ella.


"Hmm, iya deh kalau emang maunya gitu, aku turuti."


Ella sedikit melonggo tak percaya. Tumben sekali Alex langsung menyetujui permintaannya padahal biasanya Alex tidak memperbolehkannya.


"Eh, tumben mas?"

__ADS_1


"Malah ditumbenin."


Ella terkekeh "Lagian biasanya apa apa nggak di bolehin kok sekarang cepet banget langsung dibolehin."


"Kamu kan ibunya sayang, memang sudah seharusnya kan merawat anak sendiri. aku seneng malahan kalau kamu pengennya gitu jadi biar Baby Liu deket sama Mommy, Daddy nya dan nggak kurang kasih sayang." jelas Alex.


"Syukur deh mas, kalau mas mikirnya sama kayak aku."


"Tapi kamu tetep harus jaga kesehatan juga lho sayang, jangan sampai kecapekan." Alex mengingatkan.


"Siap Daddy." Alex terkekeh mendengar jawaban Ella.


Sementara Riska terlihat tak bisa memejamkan matanya. Ia masih memikirkan tentang Vano. Bukan memikirkan karena menyukai namun memikirkan jalan keluar agar Mama Vano mengetahui jika mereka bukan sepasang kekasih tanpa menyakiti Mama Vano.


Apalagi Mama Vano mengidap penyakit jantung, membuat Riska semakin takut untuk jujur dengan Mama Vano.


Tapi jika harus menikah, entahlah rasanya Riska masih belum yakin dengan Vano.


Vano seorang dokter, tampan dan mapan apa mungkin Ia bisa menerima Riska yang hanya orang biasa bahkan tak memiliki apapun.


Jika harus jujur dengan perasaannya, Sebenarnya Riska sudah mulai menyukai Vano, lagipula wanita mana yang tak menyukai pria setampan Vano.


Meskipun Vano terkadang memang menyebalkan namun nyatanya mampu mengoyahkan hati Riska yang belum pernah dimiliki oleh siapapun.


Selama ini memang Riska sama sekali belum pernah pacaran. bukan karena tak ada yang mendekatinya Namun Riska memang enggan memiliki hubungan khusus dengan seorang pria. Ia lebih suka menganggumi diam diam seperti dari pada harus pacaran yang berujung putus dan saling menyakiti satu sama lain.


Seperti saat kemarin sewaktu dengan Alex, Ia memang sempat menganggumi namun perlahan Ia juga cepat sadar. Sadar jika Alex sudah di miliki oleh adiknya sendiri.


Dan sekarang Ia sudah menaruh hati pada Vano. pria yang sudah 3 bulan terakhir dekat dengannya.


Apalagi hampir setiap hari Ia bertemu dengan Vano. rasanya mustahil jika Ia bisa menghindar dari perasaan suka ini.


Lalu haruskah sekarang Riska memikirkan untuk menikah dengan Vano? yang sudah mengantongi restu dari mama Vano.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAAA...


.

__ADS_1


__ADS_2