ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
167


__ADS_3

Selesai makan malam, Riska segera saja memasuki kamarnya. Ia duduk tengah istirahat sambil merentangkan kedua tangannya. entah mengapa Ia merasa sedikit lelah hari ini.


"Capek sayang?" tanya Vano yang sudah ada disampingnya lalu memijat lengan Riska.


Riska menatap suaminya keheranan, tumben sekali, Riska pikir Vano hanya bisa mengomel saja.


"Kenapa ngeliatinnya gitu? ganteng ya emang ganteng kok suami kamu ini!" celetuk Vano yang langsung saja membuat Riska malas.


"Ganteng kok mas, masa iya cantik."


"Hmm, gitu ya sama suaminya!"


"Lagian mas suka aneh sih, kadang perhatian kadang marah marah mulu!"


"Ck, memangnya aku pernah marah marah apa?"


"Nggak kok mas, nggak pernah! mas mah baiknya kebangetan!" kata Riska menekankan setiap ucapanya.


"Nah, itu tau trus kenapa fitnah aku kayak gitu tadi?" Tanya Vano tanpa merasa berdosa.


"Udahlah mas capek aku debat sama kamu terus."


Riska segera saja berbaring tak memperdulikan suaminya yang masih berceloteh.


Baru ingin memejamkan mata, Riska merasa ada tangan yang memijit kakinya, Seketika Riska bangun untuk melihat apa benar jika suaminya yang memijit kakinya.


Dan benar saja memang Vano tengah memijit kaki Riska, "Kamu ngapain sih mas?" tanya Riska heran, tak biasanya Vano memijitnya seperti ini.


"Mijitin kamu lah, masa minta jatah! tapi kalau kamu mau aku sih ayo ayo aja!" jelas Vano sambil tersenyum nakal.


"Ck Apa sih mas, kemarin juga udah kan?"


"Iya sayang makanya aku pijitin aja, kasian kamu nya capek." jelas Vano membuat Riska tersenyum.


"Gini dong mas, kan aku jadi tambah sayang." celetuk Riska.


"Eh udah ngakuin sayang sekarang?" goda Vano yang langsung membuat Riska tersipu.


"Uluh sok senyum malu malu, padahal biasanya galak!" imbuh Vano dan entah mengapa raut wajah Riska berubah kesal.


Baru saja memuji Baiknya Vano, ee sudah dibuat malas lagi, rasanya Riska benar benar ingin menyumpal mulut pedas suaminya itu.


"Ck, ngambek lagi kan." cibir Vano.


"Mas bisa nggak sih sedetik aja nggak nyebelin jadi orang?" tanya Riska dengan nada kesal "Perasaan kemarin kemarin nggak kayak gini deh!" imbuh Riska lagi.


"Ya kan kemarin kamu belum terlalu kenal aku,'' kekeh Vano.


"Oo jadi gini sifat asli kamu? bukan karena otong dan dedek bayi lagi kan? emang kamu nyebelin kan?" tanya Riska kesal yang hanya membuat Vano terbahak.


"Kamu nggak nyesel kan yank nikah sama aku?"

__ADS_1


"Nyesel, nyesel banget!" ketus Riska, Vano kembali terbahak.


"Udah dibilang nyesel malah ketawa, aneh bener bener deh! udah mas nggak usah megang megang aku ntar ketularan anak kita lagi!" kesal Riska dan Vano masih tertawa.


Riska hanya bisa geleng geleng kepala dengan kelakuan suaminya sambil mengelus perutnya, "Jangan nyebelin kayak Papi mu ya nak!" batin Riska.


...


Sementara setelah 3 hari berlalu kini Alex sudah memulai aktifitas seperti biasa, menyibukan diri di kantor.


"Pak, anda memiliki tamu penting hari ini." kata Rere menjelaskan agenda yang harus dikerjakan Alex.


"Siapa?"


"Pak Brata, beliau ingin menemuin bapak nanti pukul 1 setelah makan siang." jelas Rere.


"Untuk apa? bukannkah Urusan bisnis sudah selesai?" tanya Alex heran.


"Saya kurang tau pak, tadi asisten pak Brata menghubungi saya untuk menyampaikan ini pada bapak." kata Rere.


"Baiklah, kamu boleh pergi."


"Baik pak, saya permisi." Rere segera keluar dari ruangan Alex.


Setelah Rere keluar, Alex masih penasaran perihal kedatangan Brata, salah satu kliennya yang memang sudah tak ada urusan lagi dengannya.


Tepat pukul 1 siang setelah makan siang, Brata datang ke kantor Alex dengan sekretarisnya.


Alex menyambut kedatangan Brata dengan senyum mengembang.


"Tak usah terlalu formal, aku datang hanya untuk memberikan undangan acara ulang tahun perusahaanku, aku harap kau bisa datang." kata Brata.


"Tentu, tentu saja saya akan datang." kata Alex.


"Jangan lupa ajak anak dan istrimu!" kata Brata.


"Pasti saya akan mengajak istri saya, dan anak saya sepertinya belum mengerti tentang pesta orang dewasa." kata Alex sedikit terkekeh membuat Brata ikut terkekeh.


"Aku akan menunggu kedatanganmu dan istrimu yang cantik itu." kata Brata.


"Tentu pak, tentu saya akan datang."


Seperginya Brata dari ruangan Alex, seseorang yang menyebalkan memasuki ruangan Alex, siapa lagi jika bukan Vano.


"Ngapain Lo?" sentak Alex.


"Gue mau jemput istri gue lah!"


"Ya udah sana jemput ngapain ke ruangan Gue!" kesal Alex. Mengingat hari ini adalah hari terakhir Riska bekerja jadi Riska pulang lebih awal dari biasanya.


"Gue mau ketemu sama abang gue dulu lah, kali aja dikasih pesangon atau bonus rumah gitu misalnya." goda Vano.

__ADS_1


"Yang kerja disini kan Riska ngapain Lo yang minta, dasar matre!"


"Ck, nggak matre nggak idup bang!"


"Mendingan nggak usah hidup aja biar nggak nyusahin mulu." ketus Alex membuat Vano terkekeh.


"Abang gitu sih sukanya!" kata Vano sambil mencubit lengan Alex membuat Alex bergindik jijik.


"Anjir, kek gini kok udah mau jadi bapak!" gerutu Alex.


membuat Vano semakin terkekeh.


...


Ella tengah menidurkan Baby Liu tiba tiba ada sebuah tangan yang melingkar dipinggangnya.


"Mas, kamu kok tumben banget pulang malem?" tanya Ella melihat Alex yang memeluknya.


"Maaf ya, tadi mampir dulu ke suatu tempat jadi pulang agak telat." jelas Alex.


"Mampir kemana mas? itu apa mas?" Tanya Ella menunjuk papper bag yang ada di meja.


"Itu baju buat kamu besok."


"Memang besok mau kemana mas?" tanya Ella mengambil papper bag lalu melihat sebuah gaun yang sangat indah dan tentu saja mahal.


"Besok aku mau ajak kamu ke pesta ulang tahun perusahaan klien ku maka nya aku mampir beli gaun." jelas Alex.


"Padahal gaun dirumah udah banyak mas, ngapain sih beli terus." protes Ella.


"Ck, biasanya cewek seneng kalau dibeliin baju, kamu mah aneh malah marah marah." kata Alex yang langsung membuat Ella terkekeh.


"Nggak marah sayang, cuma boros aja."


"Uang aku juga nggak bakal habis kalau cuma buat beli gaun kayak gitu sayang."


"Hmm, mulai kan sombongnya, udah sana mas mandi dulu! bau tau!"


"Ck, bau gini tapi kamu sayang kan?" goda Alex malah semakin gencar menciumi Ella.


"Mas sana mandi dulu."


"Nggak akan mandi kalau belum bilang sayang, cepet bilang sayang dulu." paksa Alex.


"Ck, kamu mah maksa suka nya mas." gerutu Ella.


"Biarin aja, kalau nggak dipaksa gini nggak mau bilang sayang sih!"


"Iya deh iya, sayang banget sama suami aku ini." kata Ella membuat Alex tersenyum dan semakin menciumi Ella.


"Massss.." keluh Ella membuat Alex hanya terkekeh.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAW...


__ADS_2