ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
111


__ADS_3

Riska terlihat menuduk takut kala pria pemilik mobil itu keluar dengan wajah marah. Meskipun wajah pria itu tampan namun tetap saja Ia sedang marah saat ini.


"Hey Nona, lihatlah apa yang kau lakukan pada mobil mahalku!" kata Pria itu dengan nada angkuh.


"Ma-maafkan aku Tuan, aku benar benar tak sengaja." balas Riska dengan wajah takut.


"Apa kau tak bisa mengendarai motor? bisa bisanya kau menabrak seperti ini." kata Pria itu terus menyudutkan Riska membuat Riska sedikit tak terima.


"Apa disini hanya aku yang salah? kau sendiri kenapa berhenti mendadak?" kata Riska memberanikan diri menatap pria sombong itu.


"Oh wow, kau berani menyalahkan ku sekarang!" Pria itu menarik tangan Riska dan memperlihatkan didepan jalan macet membuat mobil pria itu berhenti mendadak.


Riska semakin takut saja, seharusnya Ia diam saja karena memang dia yang salah tapi mau bagaimana lagi, pria ini sedikit menyebalkan.


"Kau harus tanggung jawab!"


"Ta-tapi aku tidak bisa memberimu uang sekarang! aku benar benar tak memiliki uang, tapi nanti jika aku sudah mendapatkan gaji aku akan membawa mobilmu ke bengkel!" jelas Riska dengan wajah memelas.


"Ck, alasan klasik! kau mengatakan ini agar aku kasian dan melupakan kejadian ini kan? aku akan lapor polisi saja kalau begitu." kata pria itu membuat Riska melotot tak percaya.


"Jangan pak, aku mohon jangan laporkan aku! aku janji akan tanggung jawab!" kata Riska semakin takut saja.


"Pak? kau memanggilku pak! apa aku setua itu sampai kau memanggilku pak!" sentak pria itu tak terima.


Astaga ada apa dengan mulutku ini, bisa bisa aku memanggil pria muda ini pak, batin Riska merutuki dirinya.


"Maafkan aku, aku hanya reflek tadi." kata Riska.


"Kau benar benar menjengkelkan! aku akan lapor polisi saja!" pria itu hendak mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang namun dengan cepat Riska mengambil ponsel dari tangan pria itu.


"APA YANG KAU LAKUKAN!" kata Pria itu marah.


Riska semakin takut saja dibuatnya namun Ia harus memberanikan diri agar dirinya tak dilaporkan ke polisi.


"Aku sudah bilang jika akan bertanggung jawab tapi kenapa kau tak percaya dan malah mau melaporkan ku ke polisi, kau ini yang menyebalkan." kata Riska dengan berani.


Pria itu melonggo dengan keberanian Riska "kembalikan ponselku!" kata Pria itu yang langsung mendapatkan gelengan dari Riska.


"Tidak akan, sebelum kau berjanji jika tak akan melaporkan ku ke polisi." balas Riska menyembunyikan ponselnya dibelakang.


"Astaga, kau ini benar benar! baiklah, aku tak akan melaporkan mu ke polisi, kembalikan ponselku!"

__ADS_1


"Kau janji?" tanya Riska masih tak yakin.


"Iya cepat, kembalikan ponselku!" kata pria itu semakin kesal.


Riska pun mengembalikan ponsel pria itu "Aku tak akan lari dari tanggung jawab jadi kamu jangan khawatir." kata Riska membuat pria itu berdecak kesal.


Tanpa mereka sadari, sedari tadi menjadi bahan tontonan para pengendara motor yang lewat.


"Mana ktpmu?" pinta pria itu.


"Untuk apa?"


"Tentu saja untuk jaminan!" kata pria itu.


"Astaga, kau benar benar." Riska pun mengeluarkan dompetnya dari tas lalu mengambil ktp nya dan memberikan pada Pria itu.


Pria itu lalu memberikan sebuah kartu nama, "Datanglah kesini untuk mengambil ktp mu jika kau sudah punya uang, ah ralat datanglah besok wekeend agar kita bisa membicarakan ini semua dulu." kata pria itu.


"Ya baiklah," balas Riska meringgis karena ternyata tangan nya sedikit lecet.


"Apa kau terluka?" tanya pria itu tak tega karena melihat tangan Riska lecet.


"Ya sudah, aku buru buru, jangan lupa besok datang ke tempatku."


"Ya." balas Riska.


Pria itu memasuki mobilnya lalu melihat ktp Riska sebentar dan tersenyum sebelum Ia memasukan ktp ke dalam dompetnya.


Sementara Riska terlihat menghela nafas melihat kartu nama


Rumah sakit Citra medika


Dr. Revvano Sanjaya.


Ah jadi dia seorang dokter batin Riska setelah melihat kartu nama pemilik mobil yang kini sudah pergi itu.


"Benar benae sial, pagi pagi aku harus berurusan dengan pria kaya menyebalkan seperti itu." gerutu Riska mulai melajukan motornya meninggalkan jalanan tempat Ia mendapatkan kesialan itu.


Sesampainya dikantor, Riska segera saja menuju klinik untuk memberikan plester pada luka lecetnya setelahnya Ia hendak menemui Alex untuk berterima kasih namun sayangnya Alex tak bisa diganggu diruangannya membuat Riska mengurungkan niatnya untuk berterima kasih.


Saat istirahat tiba, Riska berjalan hendak menemui Alex di ruangannya karena Riska yakin ini sudah istrirahat mungkin dia tak akan menganggu jika menemui Alex namun baru hendak mengetuk pintu ruangan Alex pintu terbuka dan memperlihatkan Alex tengah merangkul Ella, sepertinya mereka hendak keluar.

__ADS_1


Seketika Riska gugup dibuatnya, Ia juga tak menyangka Ella ternyata datang ke kantor Alex.


"Eh ada mbak Riska." sapa Ella yang masih mengenakan baju yang tadi pagi Ia kenakan untuk kerumah.


Ella memang sengaja menyusul Alex ke kantor karena paginya Ia tak bisa melayani Alex jadi sekarang Ia menemani Alex di kantor. bukan tanpa sebab tentu saja karena permintaan Alex.


"Oh Hay Ella." sapa Riska dengan nada gugup.


"Ak-aku hanya ingin mengantar dokumen ini, tapi sepertinya kalian akan pergi." kata Riska yang sedikit lega karena Ia datang membawa berkas, jika saja Ia tak membawa berkas ditangannya mungkin Ia akan semakin kikkuk sekarang.


"Oh, taruh saja dimeja." kata Alex "Aku akan makan siang dengan Ella diluar." kata Alex lagi.


"Baiklah pak," kata Riska.


"Duluan ya mbak Riska." kata Ella yang langsung diangguki oleh Riska.


Riska menatap kepergian Ella dan Alex, melihat Alex begitu meyanyangi Ella sedikit membuat hatinya nyeri.


"Ah apa sih, gue nggak boleh gila, dia suami adik gue, mana mungkin dia suka sama Gue." batin Riska meyakinkan dirinya.


Setelah meletakan berkas dimeja Alex, segera Riska keluar dari ruangan Alex menuju kafetaria untuk makan siang.


"Nanti habis makan siang aku pulang ya mas." kata Ella saat keduanya tengah makan siang disebuah restoran.


"Kamu capek?" tanya Alex.


"Enggak capek mas, aku cuma bosen aja dikantor kamu, bingung mau ngapain." keluh Ella.


"Kalau kamu capek bisa tidur diruangan aku, kalau bosen kamu bisa mainan ponsel, ini hukuman buat kamu, salah sendiri pagi pagi udah ninggalin suaminya pergi." kata Alex acuh.


"Astaga mas, kamu ini bener bener deh!"


"Lagian aku masih mau ngeliatin istriku yang cantik ini, bikin tambah semangat buat kerja kalau ngeliatin kamu." gombal Alex.


"Haduh, Daddy kamu ini bener bener deh nak." kesal Ella yang hanya di kekehi Alex.


Bersambung...


Sedikit kecewa karena kalian bisa menebak cerita aku, aku kan jadi nggak bisa bikin kalian penasaran wkwkw.


Jangan lupa like vote dan komen yaa 😁

__ADS_1


__ADS_2