
Alex memasuki mansion dengan bersiul, sepertinya Ia bahagia sekali saat ini membuat Ella sedikit heran dengan sikap suaminya yang baru saja pulang kerja.
"Kenapa sih mas? kayaknya seneng banget?" tanya Ella heran.
Bukannya menjawab, Alex malah memeluk Ella dan menciuminya membuat Ella semakin terheran heran.
"Aku mandi dulu ya sayang." kata Alex langsung nyelonong ke kamar mandi tak peduli dengan Ella yang terlihat kesal karena penasaran.
Keluar dari kamar mandi, Alex melihat istrinya menyiapkan bajunya dengan raut wajah cemberut.
Alex terkekeh "Kamu kenapa sih mukanya kayak gitu? kayaknya kesel banget?" goda Alex yang sebenarnya sudah tau apa yang membuat Ella kesal. Ella pun tak menjawab hanya melirik tajam ke arah suaminya itu.
"Aku lagi seneng karena lagi ngrencanain sesuatu." jelas Alex.
"Ngrencanain apa mas?" tanya Ella melupakan kekesalannya.
"Aku mau jodohin Dina sama Rangga." jelas Alex yang sontak membuat Ella terkejut "Aku pikir mereka akan cocok." jelas Alex lagi.
"Kamu tuh aneh aneh aja deh mas, jelas mereka nggak cocok lah!" balas Ella "Lagian bukannya mas Rangga udah punya pacar ya?"
"Tadi katanya belum kok."
"Apa udah putus kali ya, tapi kayaknya kalau sama dokter Dina nggak cocok deh mas."
Alex terlihat binggung "Nggak cocok gimana?"
"Ya kan mas tau sendiri, Dokter Dina itu wanita glamour dan mewah sementara Mas Rangga orangnya sederhana banget." jelas Ella.
"Tapi bukannya kayak gitu malah bikin keduanya sama sama jalan ya?"
"Ya enggak dong mas, adanya salah satu bakal jadi korban karena nggak sesuai sama pasangannya." jelas Ella "Jadi nggak usah jodohin mereka deh mas, aku malah kasihan sama mas Rangga dia itu orangnya apa adanya banget soalnya."
Alex terlihat manggut manggut "Pantesaan tadi mau aku pinjemin mobil malah nggak mau, dia naik motornya sendiri."
"Tadi? memangnya mas suruh ngapain kok dipinjemin mobil segala?"
Alex hanya tersenyum tengil "Aku jebak dia biar makan malam sama Dina."
__ADS_1
Ella langsung saja memukul suaminya, "Kamu tuh aneh aneh aja deh mas, kenapa nggak sekalian buka biro jodoh! kemarin mbak Riska sama Vano sekarang mas Rangga trus besok siapa lagi?''
"Kamu tenang aja sayang, aku emang udah kepikiran buat buka biro jodoh!"
Ella kembali memukul lengan suaminya lagi, tak percaya dengan ucapan suaminya.
"Mas Rangga pasti kesel deh, dan dia nggak bisa berbuat apa apa gara gara nggak berani sama mas!" kesal Ella.
Alex hanya terkekeh "Ampun sayang, lagian yang bikin rencananya Sandi kok, ciuss deh yank aku tu cuma nurut aja."
Ella mendelik kesal "Kamu sama Sandi tu sama aja mas! bener bener deh!"
Ella segera meninggalkan suaminya karena kesal sedangkan Alex terkekeh sambil mengikuti Ella dari belakang.
....
3 bulan berlalu...
Ucapan Ella menjadi kenyataan, jika salah satu akan menjadi korban..
Seperti saat ini, Rangga yang tengah dipaksa untuk mengantar Dina ke pesta ulang tahun temannya.
Rangga tak pernah menolak karena Ia pikir tak ada salahnya jika berteman asal Dina bisa mengerti kekurangan Rangga. Dan selama 3 bulan ini mereka sangat dekat.
Namun berbeda dengan malam ini, Rangga dipaksa Dina untuk mengantarnya ke acara ulang tahun Temannya Dina dan yang paling membuat Rangga tak suka karena Dina memaksa Rangga untuk menaiki mobil Dina padahal Rangga tak pernah suka jika menyentuh barang milik orang lain kecuali milik Aca dulu karena mereka sudah menjalin hubungan selama beberapa tahun.
"Kali ini aja deh Ngga, pake mobil aku. kita mau ke pesta ulang tahun temenku. masa iya kita berangkat sendiri sendiri." pinta Dina kala Rangga sudah sampai dirumah Dina.
"Tapi aku nggak suka pake barang orang lain. kamu udah paksa kau pakai baju yang kamu beliin dan sekarang masih mau maksa pake mobil kamu. aku nggak mau!" balas Rangga yang sebenarnya sudah sangat kesal.
Saat Rangga tiba dirumah Dina tadi, Dina memandangi penampilan Rangga dari atas sampai bawah dan menyuruh Rangga memakai baju yang Dina belikan. Rangga menurut karena Ia juga sadar akan datang ke pesta mewah, Ia tak ingin membuat Dina malu kerena penampilannya. Namun nyatanya itu tak cukup untuk Dina dan malah menyuruhnya menggunakan mobil Dina. tidak kali ini Rangga tidak akan lagi menuruti Dina.
"Sekali ini aja deh Ngga!" pinta Dina lagi .
''Aku nggak mau Din, kalau kamu maksa aku, aku pulang aja.'' ancam Rangga yang membuat Dina panik.
"Jangan gitu dong Ngga."
__ADS_1
"Lagian kenapa nggak sekali kali kamu naik motor aku?" tanya Rangga yang tentu saja membuat Dina melonggo.
"Nggak mungkin deh ngga, aku udah dandan cantik gini, rambut udah rapi gini kalau naik motor bisa rusak semua nanti." jelas Dina yang membuat Rangga memutar matanya jengah.
"Ya udah aku nggak ikut aja kalau gitu."
"Jangan dong Ngga, Ya udah ya udah kamu naik motor kamu aja biar aku naik mobil aku!" kata Dina menyerah. "Ck, sial. susah banget deh jadi cowok. moga aja ntar nggak ada yang liat, kalau sampai ada yang liat bisa malu gue." batin Dina kesal.
Dengan sangat terpaksa Rangga pun menuruti Dina mengikuti mobil Dina dari belakang.
Namun Rangga merasa heran kala Dina menghentikan mobilnya didepan alfamart bukan dihotel tempat pesta ulang tahun yang ada disamping Alfamart itu.
"Kenapa berhenti disini?" tanya Rangga kala Dina sudah keluar dari mobilnya.
"Tadi temen aku bilang katanya tempat parkirnya penuh makanya kita parkir disini aja." jelas Dina sedikit gugup.
Rangga sedikit curiga dan tak percaya "Masa sih penuh, hotel semewah dan segede ini bisa kehabisan tempat parkir?" Rangga terkekeh, memaksa percaya meskipun sebenarnya tak percaya.
"Udahlah yuk kita masuk aja, nanti telat." ajak Dina yang langsung merangkul lengan Rangga.
Keduanya memasuki ballroom hotel yang dihias begitu mewah, ini kali pertama Rangga mengikuti acara seperti ini dan Rangga harap Ia tak akan membuat malu Dina.
Dina membawa Rangga menghampiiri teman yang juga seorang dokter yang hari ini sedang berulang tahun.
"Selamat Kina, tambah tua kan Lo." kata Dina memeluk Kina.
Mata Kina pun menatap pria yang ada disamping Dina.
"Thankyou, duh pacar baru nih." goda Kina.
Dina langsung tersipu malu "Belum jadian kok."
"Ck, palingan juga udah pacaran, oh ya gue Kina." Kina mengulurkan tangannya pada Rangga.
"Gue Rangga." membalas uluran tangan Kina.
"Ya udah kalian nikmati pestanya, oke." kata Kina yang langsung diangguki keduanya.
__ADS_1
Dina menatap ke arah Rangga, sebenarnya Dina berharap dengan ucapannya tadi Rangga bisa sedikit peka dan menyatakan cinta padanya namun nyatanya Rangga masih saja diam.
BERSAMBUNG...