ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
49


__ADS_3

"Ada apa sayang? apa yang terjadi?" tanya Hanna pura pura terkejut.


"Baru saja Sandi meneleponku, dan mengatakan bahwa Bella salah satu karyawan ku rumahnya dibakar habis oleh seseoarng." jelas Alex membuat Hanna binggung.


"Kenapa rumah Bella yang terbakar? apa ini hanya kebetulan?" batin Hanna binggung.


"Aku harus kebawah menemui Sandi." kata Alex segera turun kebawah menemui Sandi yang sudah menunggunya.


"Kenapa bisa terjadi?" tanya Alex.


"Saya juga belum tau kejadianya seperti apa, ini juga saya mendapatkan kabar dari grup Wa kantor." jelas Sandi.


"Bella sedang mengerjakan proyek penting, cari tau apa ini ada kaitannya dengan musuh perusahaan." kata Alex.


"Baiklah, saya akan mencari tau segera." kata Sandi.


Sementara itu Hanna yang berdiri disamping Alex menjadi binggung sendiri karena harusnya rumah Ella yang terbakar kenapa jadi rumah karyawan Alex yang terbakar, jangan jangan orang suruhan nya salah sasaran batin Hanna.


"Dasar bodoh." desis Hanna.


"Kau mengatakan sesuatu?" tanya Alex yang mendengar Hanna mengatakan sesuatu.


"Ohh tidak, aku tidak mengatakan apapun." balas Hanna sedikit gugup.


Alex hanya mengangguk dan melanjutkan memberi intruksi pada Sandi.


Selesai mendapatkan perintah, Sandi segera pergi.


"Aku harus bergegas kekantor Hanna." kata Alex yang hanya diangguki Alex.


"Tak perlu menyusulku kekantor karena hari ini aku akan ke lapangan melihat proyek yangs sedang berjalan." jelas Alex dan Hanna hanya mengagguk paham.


Setelah Alex berangkat kekantor segera Hanna menghubungi orang suruhan nya.


"Apa kau sudah berhasil melakukan nya?" tanya Hanna.

__ADS_1


"Tentu saja, kami sudah membakar habis rumahnya semalam." kata seorang dalam telepon.


"Apa kau yakin benar orangnya?" tanya Hanna .


"Tentu saja bos, bahkan kami memotret orangnya, jika kau tak percaya." kata Pria itu.


"Kirimkan padaku." kata Hanna.


"Tidak, sebelum kau mentransfer uangnya."


"Baiklah, akan segera ku transfer uangnya, jangan lupa cepat kirimkan fotonya." kata Hanna.


"Siap bos."


Hanna segera mengirimkan sejumlah uang ke rekening pria suruhan nya dan tak berapa lama pria itu mengirimkan dua buah foto yang membuat Hanna sangat marah.


Hanna kembali mendial nomer pria suruhanya tadi.


"Kau gila? bukan dia orangnya." kata Hanna dengan nada marah.


''Hey bos, kau hanya mengatakan jika wanita yang keluar memakai baju warna peach dan saat kami menunggu didepan hanya dia yang memakai baju warna peach." jelas pria itu.


"Hey bukan salah kami jika salah orang, kau hanya mengatakan wanita baju peach, seharusnya kau memberikan kami foto atau namanya, dasar bodoh." kesal pria itu.


Hanna tak terima dikatakan bodoh "Kau macam macam denganku! aku akan melaporkan mu ke polisi." ancam Hanna.


"Terserah saja jika kau melaporkan kami, kau juga harus siap siap ikut kami mendekam dipenjara, kau ini benar benar bodoh!" kata Pria itu.


Karena kesal Hanna segera mematikan panggilannya dan membanting ponselnya di ranjang.


"Pria sialan." teriak Hanna menjambak rambutnya sendiri.


Tanpa Hanna sadari didepan pintu ada seseorang yang sedari tadi mendengar semua percakapan Hanna ditelepon.


..

__ADS_1


"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Alex pada Bella salah satu karyawan nya yang sedang mengalami musibah.


Alex dan Sandi memang mendatangi Bella dirumah sakit karena kebakaran itu menyebabkan Bella dan ibunya sedikit terluka, untung saja pemadam kebakaran segera datang jadi Bella dan ibunya bisa segera ditolong.


"Saya juga tak tau pak, saya merasa tak mempunyai musuh atau saingan." kata Bella terlihat sedih.


"Sepertinya ada yang sengaja melakukan ini pak, karena dilokasi ada drigen yang belum terbakar, mungkin pelakunya menyiram dengan minyak atau bensin kerumah Bella pak." jelas Sandi yang sempat menyelidiki rumah Bella sebelum kerumah sakit.


"Jika memang seperti ini kita laporkan saja pada kepolisian biar mereka yang ngusut." kata Alex.


"Baiklah pak."


"Dan kamu Bella, tak usah memikirkan masalah kantor, fokus saja pada kesembuhan kamu, kami yang akan menjamin semua biaya rumah sakit dan masalah rumah, biar nanti Sandi yang mengurus semau untuk renovasi." kata Alex yang membuat Bella tersenyum lega.


"Terimakasih pak, terimakasih banyak." kata Bella dan Alex hanya mengangguk.


Setelah dari rumah sakit, kini Alex sudah berada dimobil bersama Sandi.


"Setelah ini kita kemana Tuan?" tanya Sandi.


"Kerumah Ella." kata Alex tenang.


"Haa, rumah Non Ella?" tanya Sandi memastikan jika dirinya tidak salah dengar.


"Ya, kenapa?" tanya Alex dingin.


"Tidak Tuan," Sandi langsung menacapkan gass kerumah Ella.


BERSAMBUNG...


UPP LAGI😁😁😁😁


seneng aja liat banyak yang komen, 😁😁


aku juga readerss yang ngga suka digantungg jadi aku berusaha buat jadi authir yang nggak suka ngengantung hehehe.

__ADS_1


makasih buat kalian yang selalu suka sama crita ini.


jangan lupa dukungan vote, like sama komen kalian karena itu yang bikin semangat nulis...


__ADS_2