ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
87


__ADS_3

Kenapa mbak Ani berubah? satu satunya yang kini Ella pikirkan. mendengar bagaimana sinisnya ucapan mbak Ani yang baru saja Ella dengar. Apa memang ini sebenarnya watak asli Mbak Ani?.


"Kata siapa Non Ella jadi istri kedua, sekarang sudah nggak kok Non." sangkal bik Sumi yang baru keluar dari dapur sambil membawa nampan berisi dua cangkir teh hangat.


"Kok bisa gitu?" tanya Ani penasaran.


"Iya dong, sekarang Non Ella jadi satu satunya istri Tuan Alex setelah Tuan Alex resmi bercerai dari Mbak Hanna." jelas Bik Sumi sementara Ella hanya diam, sibuk memikirkan perubahan sikap mbak Ani padanya.


"Syukur Ella kalau begitu, mas ikut seneng dengernya." kata Mas Dedy tersenyum berbeda dengan Ani yang terlihat sangat tak suka.


"Bik Sumi istirahat duluan nggak apa apa," kata Ella.


"Ya udah kalau gitu Non, nanti kalau butuh apa apa panggil Bibik ya." kata Bik Sumi yang langsung diangguki oleh Ella.


"Ck, jangan dibiasain baik sama pembantu Ella ntar mereka ngelunjak!" kata Ani saat Bik Sumi sudah memasuki kamar.


"Mereka kan juga manusia mbak, memangnya salah kalau aku baik sama mereka?" tanya Ella sudah mulai tak suka dengan nada bicara mbak Ani.


"Kamu tuh kalau dibilangin suka ngeyel!"


"Udah, malah pada ngapain sih, kita udah lama nggak ketemu jadi bisa nggak bahas yang baik baik aja!" gertak Dedy yang juga mulai kesal melihat dua wanita yang ada disamping dan didepannya itu.


"Mas Dedy masih kerja ditempat yang dulu?" tanya Ella.


"Masih kok, oh ya suami kamu memperlakukan kamu dengan baik kan?" tanya Dedy.


"Iya, dia baik kok mas." kata Ella sambil tersenyum manis.


"Syukur deh, mas ke belakang dulu ya mau pipis." kata Mas Dedy meninggalkan Ani dan Ella.


"El, suami kamu kan kaya raya! masa kamu tega sih ngebiarin Pakde sama Budhe kamu kerja dihari tuanya." kata Ani tiba tiba.


"Maksudnya apa mbak? aku nggak paham."


"Memangnya kamu nggak tau kalau Riska sama Rangga udah nggak pernah ngirim uang ke Pakde kamu? masa sih kamu nggak tau, kamu itu keponakan macam apa sih El, susah aja pada bantuin kamu giliran sekarang seneng aja lupa!" kata Ani sinis membuat Ella cukup terkejut, Ella benar benar tak tau jika Pakde dan Budhe nya sedang kesulitan karena mereka juga tak pernah menceritakan semua pada Ella.


"Pakde kamu sampai jadi tukang ojek trus kemarin jatuh dari motor, Budhe kamu juga sampai jadi buruh cuci baju, masa iya kamu keponakannya nggak tau!" kata Ani lagi membuat Ella meneteskan air matanya.

__ADS_1


Sungguh Ella benar benar tak tahu, jika saja Pakde dan Budhe mau menceritakan pada Ella pasti Ella tak akan membiarkan mereka bekerja seperti itu.


"Aku beneran nggak tau mbak!" isak Ella.


"Udahlah, nggak usah pake nangis! ntar mas Dedy liat dikira aku ngapain kamu lagi! mas Dedy nglarang aku buat cerita karena mas Dedy juga dilarang sama Pakde kamu, tapi aku tetep cerita sama kamu biar kamu bisa tau diri dikit jadi orang!" ketus Ani.


"Iya mbak, makasih udah mau cerita." kata Ella yang kini sudah berhenti menangis, takut tiba tiba mas Dedy datang.


"Ngomong ngomong kamu masih butuh pembantu nggak sih El, aku mau dong kerja ditempat kamu, udah capek kerja dipabrik kayaknya kerja ditempat kamu enak." celetuk Ani lagi.


"Nggak tau mbak, nanti coba aku tanya sama mas Alex dulu."


"Jadi cleaning service dikantor suami kamu juga nggak masalah."


"Iya mbak, nanti aku tanyain."


"Usahain ya El, kamu nggak lupa kan kalau dulu aku yang udah nyariin kamu kerjaan." kata Ani.


"Iya mbak, aku nggak akan lupa kok sama kebaikan mbak Ani buat aku."


Ella hanya menghela nafas lelah mendengar semua ucapan sinis mbak Ani padanya.


"Mbak Ani sama Mas Dedy pacaran?" tanya Ella penasaran.


"Iya, kenapa kamu cemburu?" sentak mbak Ani, Ella langsung menggelengkan kepalanya cepat.


"Enggak kok mbak, justru aku seneng liatnya." kata Ella.


"Nggak usah munafik deh El, emangnya aku nggak tau kalau selama ini kamu naksir sama mas Dedy." tuduh Ani.


"Enggak mbak, sama sekali nggak bener selama ini aku nganggep mas Dedy sebagai kakak enggak lebih."


"Kalian ngomongin apa sih kok kayaknya serius banget?" tanya Dedy yang sudah kembali dari kamar mandi.


"Biasa, nostalgia waktu masih kerja dipabrik dulu, ya kan Ella?" kata Ani sedikit takut.


"Iya Mas, kadang kangen sama temen temen pabrik."

__ADS_1


"Hmm gitu, mas sekarang udah bisa lega ngeliat kamu udah bahagia, nggak perlu capek kerja lagi kayak dulu." ungkap Mas Dedy tulus.


"Ella juga bersyukur banget mas, kadang masih nggak nyangka kalau hidup Ella bakalan berubah kayak gini." jelas Ella.


"Kami beruntung Ella." kata mas Dedy lagi.


"Mas udah malem, apa nggak sebaiknya kita pulang?" tanya Ani memutuskan percakapan membosankan Ella dan Dedy.


"Oh ya, kamu juga butuh istirahat kok ya kan lagi hamil." kata Dedy.


"Nggak apa apa mas, baru juga jam 9." kata Ella.


"Tetep aja, mas lebih baik pulang dulu ya." pamit Dedy.


"Ya udah mas kalau gitu, oh ya ngomong ngomong kapan mas sama mbak Ani mau nikah?" goda Ella membuat Dedy malu sementara Ani terlihat sangat kesal.


"Mas Dedy lagi ngumpulin uang buat ngelamar aku, makanya kamu kalau mau bales kebaikan mas Dedy dulu sama kamu, lebih baik kamu bantuin mas Dedy, kasih uang kek biar kita cepet nikah." sentak Ani.


"Kamu apa apaan sih!" Dedy terlihat marah pada Ani sementara Ella hanya menunduk.


"Emang bener kan seharusnya gitu! dulu kan uang kamu habis buat bantuin Ella sekarang apa salah nya kalau Ella ganti uang yang kamu kasih dulu." kata Ani dengan nada marah.


Dedy melepaskan pegangan tangan Ani, "Udah Ella jangan kamu dengerin omongan mbak Ani!" kata Dedy lalu keluar dari rumah Ella tanpa menunggu Ani.


"Mas tungguin aku." teriak Ani "Inget kata kata ku Ella, kamu harusnya sadar diri dan bales budi!" sentak Ani sebelum keluar menyusul Dedy.


Ella terjatuh dilantai, sungguh menyakitkan semua perkataan yang diucapkan oleh Mbak Ani, sedari tadi Ia menahan dan bersikap biasa saja karena memang masih ingin menjalin hubungan baik dengan mbak Ani dan Mas Dedy namun kenapa malah seperti ini yang Ia terima.


Kata kata menyakitkan yang keluar dari mulut mbak Ani.


"Non Ella kenapa?" panik Bik Sumi melihat Ella tersungkur dilantai sambil menangis sesenggukan.


BERSAMBUNG....


YUKK KOMEN DAN LIKE SERTA VOTE, biar yang nulis semangat trus update tiap hari...


maacii readersss....

__ADS_1


__ADS_2