ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
139


__ADS_3

Semua mata memandang ke arah Wina dan Alex yang baru saja memasuki rumah.


Sementara Vano memandang ke arah Alex dengan tatapan tak suka.


"Ngapain Mama pake ngajak Alex sih, bisa bisa gue dibully habis ini." batin Vano kesal.


"Saya Mama nya Devano, ada apa ini? kenapa ramai sekali rumah anak saya!" kata Wina sekali lagi kala tak ada yang menjawab.


"Oh, jadi anda mamanya Vano?" kata Pak Rt membuka suara. "Ada yang ingin kami sampaikan pada Ibu selaku orangtua mas Vano." kata pak Rt membuat Wina paham lalu duduk disamping Vano sementara Alex duduk disamping Riska.


"Jadi begini, saya selaku Rt di lingkungan ini mendapatkan laporan para warga yang resah karena sering melihat ada wanita yang selalu datang kerumah mas Vano pada malam hari." jelas Pak Rt yang membuat Wina mengangguk paham. Wina cukup tau wanita yang dimaksud adalah Riska yang kini juga ada disana.


"Dan malam ini tadi saya berencana mencari tau kebenarannya, namun saat membuka pintu, mas Vano keluar dengan telanjang dada." jelas pak Rt yang membuat Wina dan Alex pasang raut wajah terkejut.


"Dan yang lebih mengejutkan lagi mbak Riska ini juga keluar dan dalam keadaan yang sedikit berantakan."


"Jadi maksud bapak?" tanya Wina.


"Ya seperti yang kita ketahui jika melihat pemandangan seperti itu kita paham apa yang telah mereka lakukan." jelas Pak Rt.


Seketika Wina mencubit gemas pinggang Vano membuat Vano mengaduh.


"Ampun mah, sakit! pak Rt sama warga salah paham Ma, Vano dan Riska tak melakukan apapun." teriak Vano kala Ia merasakan sakit karena pinggangnya dicubit oleh Mamanya.


"Udah ketauan juga, ngaku aja kenapa sih." imbuh Alex yang membuat Vano tambah kesal.


"Diem Lo." desis Vano.


"Kita beneran nggak nglakuin apapun pak Alex." jelas Riska.


"Tetep aja, ngapain juga kamu malem malem masih kesini, harusnya kamu langsung pulang dong." kata Alex.


"Sudah sudah, jangan ribut lagi nggak enak banyak orang juga." kata Wina "Sekarang baiknya gimana ya pak? kami nurut saja hukuman yang pantas untuk mereka berdua." kata kata Wina.


"Ma, kita beneran nggak ngla-"


"Huss, diem dulu! kamu salah malah ngomong trus!" bentak Wina membuat Vano bungkam seketika.


"Jadi gini Bu, dari pada nanti terus terusan kayak gini, apa nggak sebaiknya kita nikahkan saja mereka?" tawar Pak Rt.


"Wah ide bagus pak, saya setuju kalau begitu." kata Wina terlihat senang.


"Nah jika ibu setuju, segera di lamar saja mbak Riskanya jangan nunda nunda lagi."


"Iya pak baik, besok Saya dan sekeluarga akan kerumah Riska." kata Wina mantap berbeda dengan Riska yang cukup terkejut.


"Be-besok tante?" Riska terdengar mengulangi ucapan Wina.


"Iya besok, lebih cepat lebih baik kan?" kata Mama Wina membuat Riska lemas seketika. Bagaimana bisa Riska menikah jika Rangga sang kakak saja belum menikah.

__ADS_1


"Ya sudah jika seperti ini, saya serahkan semuanya pada Ibu, dan saya rasa masalah ini sudah selesai jadi kami permisi." kata Pak Rt pamit.


"Ya pak, sekali lagi maafkan kesalahan anak saya pak." kata Wina sedikit tak enak.


"Ya bu, yang penting sekarang sudah terselesaikan." kata Pak Rt. "Besok kalau nikah jangan lupa undangannya ya Mas Vano." goda pak Rt sebelum keluar di ikuti oleh para warga yang juga ikut datang.


Plak,.. plak... plak... Wina memukuli lengan Vano membuat Vano meringgis.


"Kamu itu ya bener bener deh bikin malu mama." kata Wina kesal.


"Mama kenapa sih nggak percaya banget sama anak sendiri." kesal Vano.


"Gimana bisa kita percaya kalau faktanya aja udah kayak gitu." imbuh Alex.


"Diem lo, nggak usah manas manasin nyokap gue." kesal Vano pada Alex.


Alex hanya tersenyum mengejek,


"Kalau begitu saya pamit dulu tante, pak Alex." kata Riska bangkit dari duduknya.


"Iya Riska, jangan lupa bilang sama papa mama ya kalau beson tante mau kesana." kata Wina yang langsung diangguki Riska.


"Minta anter sama mas calon suami dong." goda Alex yang langsung membuat Vano melempar bantal ke wajah Alex.


"Iya sana kamu anterin, nggak kasian apa Riska malem malem pulang sendiri naik motor." perintah Wina.


"Udah yok aku anter." kata Vano malas.


Riska hanya mengangguk, menuruti Vano yang akan mengantarnya karena Ia sendiri pasti tak akan fokus mengendarai motornya karena masalah ini.


Melihat mobil Vano yang sudah keluar dari pekarangan rumah, Wina dan Alex saling memandang, tersenyum dan oplos.


"Ide kamu bener bener cemerlang Alex, bentar lagi Tante bakal keturutan punya mantu." kata Wina senang sementara Alex hanya tersenyum.


Flashback on...


Didalam mobil saat Alex mengantar Wina kerumah Vano, Alex melihat raut wajah Wina sangat cemas.


"Udah tante tenang aja,"


"Tenang gimana? Nggak biasanya Vano kayak gini, apa terjadi sesuatu ya disana?" tanya Wina.


"Alex cerita tapi tante jangan kaget ya,"


Wina mengangguk menyetuju,


"Vano lagi di grebek sama orang sekampung."


"Haa? memangnya Vano salah apa?" tanya Wina sangat terkejut.

__ADS_1


"Nggak salah kok tante, ini salah satu rencana Alex sama Sandi biar Vano cepat menikahi Riska." jelas Alex.


"Memangnya apa yang udah kamu lakuin?"


Alex pun menceritakan rencana Sandi pada Wina, membuat Wina manggut manggut lalu tersenyum senang.


"Tapi kamu yakin kan kalau mereka akan menikah?" tanya Wina.


"Tenang aja tante, besok pagi kita lamar Riska buat Vano."


"Wah Tante seneng banget, tau kayak gini kenapa nggak dari dulu aja." kata Wina.


"Tante setuju kan?"


"Setuju banget lah, apapun ide kamu tante dukung asal Vano bisa segera menikah." kata Wina senang membuat Alex tersenyum lega.


Flashback off....


Sementara Sandi yang berdiri dimobil tak jauh dari rumah Vano terlihat dihampiri oleh seseorang.


"Beres boss." kata seorang pria yang tak lain adalah warga di lingkungan ini yang telah membuat warga panas tentang isu Wanita yang selalu datang kerumah Vano.


"bagus, ini upah kamu." kata Sandi menyerahkan amplop berisi uang pada pria itu.


Pria itu membuka amplop yang berisi uang ratusan ribu dan terasa tebal,


"Makasih bos, sering sering aja kayak gini." kata pria itu lalu pergi meninggalkan Sandi.


Sementara di mobil Vano hanya ada keheningan karena Riska yang hanya bungkam sedari tadi.


"Apa kau kesal?" tanya Vano kala mobil sudah berhenti didepan rumah Riska.


"Aku hanya binggung."


"Binggung kenapa?"


"Bagaimana bisa kita menikah jika kita saja tak saling mencintai." kata Riska.


"Lalu apa kau ingin di penjara?"


"Ck, tentu saja tidak mau, sudahlah percuma ngomong sama kamu." kata Riska langsung saja keluar dari mobil Vano.


"Dasar cewek ngambekan." gerutu Vano


"Tapi ada untungnya juga ya tadi di grebek, kan gue jadi bisa nikah sama tuh cewek."


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...

__ADS_1


__ADS_2