ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
43


__ADS_3

"Pergilah, temui Hanna." perintah Ella.


"Aku tidak mau! jangan memaksaku." kata Alex dengan nada kesal.


Sudah hampir satu jam Ella merayu Alex agar Alex menemui Hanna yang sedang sakit namun sia sia saja karena Alex tidak mau melakukannya.


"Apa kalian sedang bertengkar? kenapa kau bisa sekejam itu dengan istrimu sendiri?" tanya Ella dengan raut tak percaya.


"Bukankah sudah kesepakatan, aku disana 4 hari dan disini 3 hari, lalu untuk apa aku kesana jika memang seharusnya aku disini." jelas Alex dengan nada kesal.


"Jadi apakah kau akan melakukan hal yang sama jika itu diposisiku?" tanya Ella "Jika aku sedang sakit dan butuh kamu datang, apa kamu tak akan datang hanya karena kamu sedang berada disana?" tanya Ella lagi lebih jelas.


Alex termenung sebentar "Tentu aku akan segera kesini." jawab Alex.


"Lalu apa kah itu yang kau sebut adil dengan dua istrimu?" tanya Ella yang lagi lagi membuat Alex termenung.


"Astaga, baiklah, baiklah.. aku akan kesana sekarang." balas Alex terlihat kesal.


Ella tersenyum, tak menyangka Alex akan menurutinya, meskipun dalam hati Ella sebenarnya tak rela namun mau bagaimana lagi. Alex harus tetap adil dengan dua istrinya.


"Apa kau senang sekarang?" tanya Alex yang kini sudah menganti piyama nya dengan pakaian casual.


"Ya, tentu saja aku senang." balas Ella tersenyum.


"Jika bukan karena kamu yang memaksa, aku juga tak akan pergi." kata Alex kesal.


"Kau tak boleh bicara seperti itu." protes Ella.


"Seharusnya kau cemburu dan melarangku pergi."


"Aku juga tak ingin kau pergi, tapi aku juga tak ingin egois, sudahlah lebih baik segera pergi." suruh Ella.


"Kau ini ya benar benar!" kesal Alex mencium kening Ella lalu keluar dari kamar meninggalkan Ella.


Terlihat Ella menghela nafas lalu mengelus perutnya yang masih rata.


Sementara itu didalam mobil Alex masih tak menyangka dengan sikap Ella yang memaksanya untuk pergi padahal saat ini Ella juga sedang membutuhkan dirinya. jika saja posisi ini terbalik Ella yang sedang sakit pastilah Hanna tak akan membiarkan Alex pergi menemui Ella.


"Sebenarnya wanita seperti apa dirimu itu? kenapa hatimu sangat baik sekali." batin Alex menggelengkan kepalanya tak percaya.


Sesampainya dimansion, Alex segera disambut oleh para Maid nya.


"Dimana Hanna, apa dia benar benar sakit?" tanya Alex berjalan menuju kamar Hanna.


"Iya Tuan, sepertinya Nyonya diare." jelas Nisa yang ikut menyambut kedatangan Alex.

__ADS_1


"Hanya diare?" tanya Alex tak percaya.


"Benar Tuan, baru saja Dokter darang dan memeriksanya." jelas Nisa.


"Astaga, jika hanya diare saja, kenapa harus mengabariku seperti itu." kesal Alex yang kini sudah berada didepan pintu kamar.


Hanna yang tadinya sedang berbaring sambil melihat aplikasi belanja online diponsel tiba tiba langsung mematikan ponselnya kala ada yang membuka kamarnya dan pura pura terpejam.


Alex duduk dipinggir ranjang dan melihat Hanna yang tengah terpejam.


"Apa dia sudah meminum obatnya?" tanya Alex pada Nisa yang kini ikut berada dikamar.


"Sudah Tuan."


"Ya sudah pergilah, biarkan dia istirahat." kata Alex yang langsung diangguki oleh Nisa.


Segera Nisa keluar dari kamar Alex dan Hanna.


"Kau datang?" suara Hanna terdengar lemah.


"Apa yang terjadi?" tanya Alex.


"Entahlah, perutku sakit setelah makan malam." jelas Hanna.


"Memang apa yang kau makan?"


"Hmm..."


"Kau akan menginap?" tanya Hanna dengan wajah penuh harap.


"Tidak.."


"Mengapa kau tidak menginap? aku bahkan sedang sakit." kata Hanna terlihat ingin menangis.


"Sudahlah, lebih baik kau kembali tidur." kata Alex "Aku akan menemanimu." Alex kini sudah berbaring disamping Hanna.


"Aku ingin kau menginap disini, menemaniku semalaman." kata Hanna.


"Ya, tidurlah." kata Alex yang kini sudah memeluk tubuh Hanna. Setelah melihat kodisi Hanna yang pucat, Alex akui ia tidak bisa mengacuhkan Hanna. Mau bagaimanapun Hanna pernah menjadi wanita satu satunya yang Ia cintai sebelum akhirnya Hanna melukainya dengan kebohongan yang diciptakan Hanna sendiri.


Alex memeluk tubuh Hanna sambil mengelusi rambut panjang milik Hanna, sementara itu, Hanna terlihat tersenyum senang memeluk dada bidang Alex. Sepertinya sakit perut Hanna menjadi keberuntungan untuk Hanna karena bisa membuat Alex kembali padanya. Hanna tak akan menyia nyiakan kesempatan ini.


...


Nisa mondar mandir didepan kamar Sandi, rasanya Ia merindukan kekasihnya itu namun sekarang Nisa malah membuat Kekasihnya itu kesal.

__ADS_1


Apa yang harus Nisa lakukan? ingin rasanya Nisa masuk tapi gengsinya lebih tinggi hingga membuatnya hanya mondar mandir didepan kamar Sandi.


Ceklek... pintu terbuka, tak hanya Nisa yang terkejut namun juga Sandi tak kalah terkejut kala membuka pintu dan ada Nisa disana.


Sandi hanya menatap Nisa dingin lalu pergi begitu saja tanpa mengucapkan apapun membuat Nisa yang masih berdiri disana mengangga tak percaya Sandi akan semarah itu padanya.


"Kenapa dia menjengkelkan sekali." kata Nisa menghentak hentakan kakinya kesal lalu berjalan meninggalkan kamar Sandi.


Sedangkan Sandi yang kini berjalan kedapur terlihat geli sendiri dengan dirinya yang pura pura marah pada kekasihnya dan baru pertama kali juga Sandi melakukan ini karena terlalu kesal dengan Nisa walaupun sebenarnya Ia sendiri tak tega melihat wajah Nisa yang memelas.


Sandi kedapur untuk mengambil air minum, ada salah satu maid yang masih berjaga disana. "Kenapa kau masih belum tidur?" tanya Sandi.


"Tuan Alex pulang, bagaimana aku bisa tidur lebih cepat." keluh Maid itu.


"Ohh jadi Tuan Alex pulang, aku tak percaya Tuan Alex sudah memaafkan Hanna semudah itu." batin Sandi.


"Ya sudah, aku juga akan berjaga jika seperti itu." kata Sandi yang hanya diangguki oleh Maid itu.


Sandi berjalan menuju ruang tv untuk menonton televisi sekaligus berjaga jika sewaktu waktu Tuan Alex membutuhkan nya.


2 jam berlalu, Sandi mendengar suara langkah kaki mendekat kearahnya.


"Kau masih berjaga?" tanya Alex yang kini sudah berdiri disamping Sandi.


"Iya Tuan, Lho Tuan mau kemana?" tanya Sandi melihat Alex rapi dengan pakaian casualnya bukan dengan piyama tidur.


"Tentu saja aku akan pulang kerumah Ella, Hanna sudah tidur aku hanya menemani sampai hanya tidur saja." balas Alex santai membuat Sandi cukup terkejut karena Sandi pikir Alex akan menginap.


"Apa perlu saya antar Tuan?" tanya Sandi.


"Tidak perlu, aku membawa mobil sendiri." balas Alex lalu bergegas meninggalkan Sandi.


Setelah dirasa Alex sudah pergi, Sandi mematikan televisi lalu bergegas menuju kekamar namun bukan kamarnya tetapi kamar Nisa.


Sandi memasuki kamar Nisa yang sebenarnya terkunci namun Sandi memiliki kunci cadangan agar tetap bisa masuk.


Dilihatnya tubuh kekasihnya yang meringkuk diatas ranjang tanpa selimut.


Segera Sandi mendekati kekasihnya lalu memeluknya dari belakang.


"Maafkan aku." lirih Sandi yang tak didengar oleh Nisa karena Nisa sudah terlelap dalam tidurnya.


BERSAMBUNG....


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...

__ADS_1


OHH IYAA SARAN DONG BUAT SAMPULNYA BAGUS YANG KEMARIN APA SEKARANG? MAKASIH...


__ADS_2