ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
107


__ADS_3

Tak hanya sekali, Alex mengecup kening pipi dan bibir secara bergantian.


"Maafin aku sayang, yang nggak bisa ngertiin kamu." kata Alex membuat Ella terkejut.


"Mas udah maafin aku?" tanya Ella dengan raut wajah senang.


Alex berdehem dan menatap langit kamar "Maafin nggak ya?" Alex terlihat berfikir.


"Ck, mas mah, ya udah marah lagi aja biar aku tambah sakit." kata Ella membalikan badan memunggungi Alex.


"Seneng banget sih sakit, biar apa? biar ketemu dokter Vano?" tanya Alex dengan nada pura pura kesal.


"Apa sih mas, lagian yang manggil dokter Vano kesini kan Mas sendiri kok jadi aku yang salah." protes Ella membuat Alex terkekeh.


"Dia yang datang kesini sendiri ya udah aku minta aja buat meriksa kamu sekalian." jelas Alex.


"Ohh gitu, pasti mau minta sarapan ya mas?" kekeh Ella yang hafal dengan Vano jika datang pagi pagi pasti Ia ingin minta sarapan tapi sayang sekali Ella tak bisa memasak untuk Vano.


"Emang nggak tau malu tuh orang, sukanya minta sarapan kesini." cibir Alex.


"Ya nggak apa apa kan mas, besok kalau udah nikah juga nggak bakal kesini lagi minta sarapan." kata Ella yang hanya diangguki Alex.


Alex kembali memeluk tubuh Ella "Udah ah tidur biar cepet sembuh, dari tadi malah bawel terus!" kata Alex galak.


"Daddy kamu galak banget ya dek." kata Ella sambil mengelus perutnya membuat Alex terkekeh.


Ponsel Alex berdering saat Alex tengah menemani tidur Ella membuat keduanya bangun.


"Siapa sih," gerutu Alex kesal.


"Angkat mas, siapa tau penting." Kata Ella yang langsung diangguki Alex.


Alex beranjak bangun untuk mengambil ponselnya yang ternyata Sandi yang menelepon dirinya.


"Ada apa?" tanya Alex dingin.


"Benarkah?" terlihat wajah Alex sangat terkejut membuat Ella penasaran.


"Oke, bawa mereka pulang!" perintah Alex lalu mematikan panggilannya.


"Ada apa mas?" tanya Ella yang sudah penasaran sedari tadi.


Alex kembali berbaring di ranjang lalu memeluk Ella "Coba tebak apa?" tanya Alex membuat Ella memutar bola matanya malas.


"Kalau aku tau pasti nggak bakal tanya kamu mas!"


Alex terkekeh geli, "Anak buahku udah nemuin keberadaan Kakak kamu itu, dan aku nyuruh buat bawa mereka pulang." jelas Alex.


"Beneran mas?" Ella terlihat senang.


"Boong! ya beneran lah sayang." kata Alex sambil mencubit hidung Ella gemas.

__ADS_1


"Syukur deh mas, jadi Pakde sama Budhe nggak khawatir lagi."


"Nih, adeknya juga biar nggak khawatir lagi." kata Alex yang membuat Ella tersenyum.


"Makasih ya mas."


Alex hanya mengangguk, "Ciumnya mana nih?"


Cup, Ella mencium pipi Alex.


"Tapi aku masih penasaran mas, apa yang membuat mereka nggak ada kabar!"


"Makanya aku suruh bawa pulang biar kita tau apa masalahnya." jelas Alex yang hanya diangguki Ella.


"Kamu udah nggak demam lagi!" kata Alex memegang dahi Ella.


"Iya mas, kan udah dimaafin sama mas jadi sembuh deh." cengir Ella.


"Kata siapa aku udah maafin!"


"Mas, sukanya gitu." sebal Ella yang hanya membuat Alex terkekeh.


Sementara itu Riska dan Rangga sedikit kesal karena ada dua pria berbadan kekar yang memaksa mereka untuk memasuki mobil.


"Kalian ini siapa sebenarnya?" tanya Rangga pada dua pria suruhan Alex itu.


"Lebih baik kalian diam dan menurut," balas pria berbadan kekar itu acuh.


Setelah melewati perjalanan berjam jam, malam harinya akhirnya mobil mereka berhenti disebuah istana besar dekat dengan kampung mereka. Istanan mewah yang membuat Riska maupun Rangga kagum.


"Wah, bagus banget, tempat siapa ini ya kak?" tanya Riska dengan wajah senang.


"Mana kakak tau, udahlah kita masuk aja." kata Rangga.


Keduanya pun masuk didampingi oleh anak buah Alex yang tadi membawanya kemari.


"Saya datang atas suruhan Tuan Alex untuk membawa dua orang ini." kata Pria anak buah Alex pada salah satu maid yang membuka kan pintu.


"Ah baiklah, aku akan memanggilkan Tuan Alex, kalian masuklah dulu." kata Maid itu lalu pergi untuk memanggil Tuan nya.


"Kalian duduk saja." kata Pria anak suruhan Alex pada Riska dan Rangga.


Riska dan Rangga pun menurut, duduk disofa yang bagus dan mahal itu,


Tak berapa lama Alex keluar bersama Ella membuat Riska maupun Rangga terkejut.


"Ella.." Rangga dan Riska memanggil secara bersamaan.


"Mas Rangga, mbak Riska, gimana kabar kalian?" tanya Ella tersenyum senang melihat kedatangan Saudaranya itu.


"Jadi ini rumah kamu? dan itu?" Riska menujuk ke arah Alex.

__ADS_1


"Kenalin ini mas Alex suami aku." kata Ella. Alex pun menyalami kedua orang saudara istrinya itu.


"Maaf jika mengejutkan kalian karena aku menyuruh orang untuk membawa kalian kemari," jelas Alex.


"Oh, jadi mereka orang suruhanmu?" tanya Rangga dengan nada tak suka.


"Maafkan kami kak, bukan maksud apa apa, Ella melakukan ini karena akhir akhir ini kalian tidak memberi kabar pada pakde dan Budhe membuat mereka cemas." jelas Ella.


"Kami disana sedang susah Ella, jadi kami sengaja tidak memberi kabar karena kami tak ingin Ayah Ibu khawatir." jelas Rangga.


"Iya, Aku dan mas Rangga kena phk, dan sudah dua bulan ini kami berusaha mencari pekerjaan lagi namun masih belum ada yang menerima kami," keluh Riska dengan nada sedih.


Usia Rangga dan Riska hanya terpaut satu tahun, setelah Rangga menjadi sarjana Ia bekerja di sebuah kantor swasta dikota, satu tahun Rangga bekerja, Riska pun ikut ke kota bersama kakaknya, bekerja di kantor kakaknya juga namun saat kantor itu mengalami bangkrut keduanya pun di phk bersamaan. Hingga dua bulan mencoba mencari pekerjaan lagi namun sayangnya keduanya masih belum mendapatkan.


"Pakde sakit kak, makanya aku nyari kalian." kata Ella yang membuat Riska dan Rangga terkejut.


"Sakit apa?" tanya Riska dengan wajah khawatir.


"Jatuh dari motor, tapi untung saja tidak parah hanya kesleo." jelas Ella yang membuat kedua nya lega.


"Jika kalian mau, kalian bisa bekerja ditempatku!" tawar Alex yang membuat Ella, Rangga Dan Riska menatap ke arah Alex secara bersamaan.


"Benarkah?" tanya keduanya.


Alex mengangguk "Jika aku boleh tau kalian lulusan sarjana apa?" tanya Alex.


"Aku sarjana Ekonomi dan Adik ku ini sarjana administrasi perkantoran." jelas Rangga.


"Kebetulan sekali dikantor ku memang sedang mencari posisi itu, jika kalian mau kalian bisa datang besok lusa." kata Alex.


"Baiklan Tuan Terimakasih." kata Riska senang.


"Jangan memanggilku Tuan, bukankah aku adik ipar kalian?" kata Alex membuat keduanya tersenyum malu malu.


"Sekarang kalian istirahatlah disini kak, biar besok pagi diantarkan pulang ke rumah pakde!" kata Ella.


"Enggak Ella, kami ingin pulang sekarang saja, " tolak Rangga.


"Ya sudah biar diantarkan pak Tulus, dan untuk barang barang kalian yang ada disana biarkan diambil oleh Para anak buahku." kata Alex.


"Sekali lagi terima kasih." kata Rangga dan Riska.


"Sudahlah jangan sungkan." balas Alex.


Riska dan Rangga pun pamit pulang diantarkan oleh pak Tulus menggunakan mobil mewah milik Ella.


"Ya ampun tajir banget ya kak suaminya Ella." kata Riska setelah keduanya didalam mobil yang hanya ditanggapi senyuman tipis oleh Rangga.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...

__ADS_1


__ADS_2