
Vano berjalan menuju ruangan Riska, saat hendak memasuki ruangan Riska, Vano mendengar suara obrolan Riska dan seorang pria.
Seketika darah Vano mendidih dan langsung saja membuka kasar pintu ruangan Riska dan yang lebih mengejutkan lagi kala melihat seorang pria tengah berdekatan dengan Riska. posisi mereka, Riska duduk sementara pria itu berdiri disamping Riska sambil menunduk menatap berkas yang ada dimeja Riska.
"Siapa sih Lo? ngangetin orang kerja aja." sentak pria itu pada Vano sementara Riska menatap Vano binggung.
"Kamu yang kenapa deket deket sama istri gue!" kata Vano tak kalah sengit.
"Mas..." teriak Riska terlihat malu.
"Astaga, itu suami Lo ris?" tanya Pria rekan kerja Riska.
"Iya, maafin ya kayaknya dia salah paham!" bisik Riska merasa tak enak dengan Rama rekan kerjanya, sementara Rama hanya memutar bola matanya malas.
"Ayo pulang! aku udah bilang sama Alex kalau kamu dibolehin pulang!" ajak Vano.
"Tapi barusan Pak Alex telepon katanya aku suruh ngerjain sampai selesai baru boleh pulang meskipun mas udah njemput, mas nunggu sebentar nggak apa apa kan?" tanya Riska membuat Vano melonggo.
"Kapan Alex bilangnya?"
"Baru aja mas telepon aku." jelas Riska.
"Dasar saudara laknat!" gerutu Vano kesal.
"Aku bentar lagi selesai kok mas." kata Riska.
"Udah Ris, pulang aja nggak apa apa biar aku selesain sendiri." kata Rama.
"Nggak boleh gitu dong, aku tetep harus ikut nyelesein." kata Riska pada Rama.
"Pulang sekarang!"
"Mas, tapi kerjaan aku belum selesai."
"Oh gitu, jadi lebih mentingin kerjaan dari pada suami!" ketus Vano.
'"Dah sana Ris, pulang aja dari pada ribet ntar urusannya." kata Rama menatap Vano malas.
"Tapi bang.."
"Udah sono, males gua liat laki Lo." kata Rama pelan.
"Trus aja ngobrol berdua, anggep aja gue nggak ada di sini." kata Vano marah lalu menutup pintu ruangan Riska dengan kasar.
"Astaga mas, bener bener deh." kesal Riska merasa malu dan tak enak. beruntung hanya Rama yang disini coba saja masih banyak orang sudah pasti malu Riska.
__ADS_1
"Udah sana, kerjaan gampang nggak usah dipikirin." kata Rama.
"Sorry ya bang, gue jadi nggak enak."
"Udah santai aja!"
Riska pun mengemasi barangnya lalu bergegas keluar dari ruangannya sebelum Vano kembali mengamuk.
"Dasar bucin posesif." ejek Rama yang tak didengar oleh siapapun.
Riska segera memasuki mobil Vano yang sudah ada Vano didalamnya.
Setelah Riska memasuki mobilnya, Vano segera melajukan mobilnya meninggalkan kantor.
Vano yang tengah kesal melajukan mobilnya dengan kencang membuat Riska sedikit takut.
"Mas, kita kan sekarang lagi seneng senengnya mainan otong, trus kalau kamu kebut kebutan gini ntar nabrak trus mati wah nggak asik lagi dong, masih muda, pengantin baru lagi seneng senengnya main bola malah mati. di kuburan nggak bisa mainan otong loh mas." kata Riska yang seketika membuat Vano memelankan laju mobilnya.
"Kamu itu, bisa bisanya ngomongin mati." kesal Vano.
"La habis kamu naik mobilnya ngebut banget, ya takut dong aku." kata Riska santai.
Vano hanya diam saja, tak membalas ucapan Riska. Sepertinya dia benar benar marah batin Riska.
Sesampainya dirumah Riska segera membersihkan diri, dan bergegas ke dapur untuk membuat makan malam.
"Aku mau kamu berhenti kerja." kata Vano yang baru saja datang mendekati Riska membuat Riska yang tengah memotong wortel menghentikan aktifitasnya.
"Mas, jangan bercanda kayak gitu." kata Riska kembali melanjutkan aktifitasnya.
"Aku nggak bercanda, aku serius! malam ini juga aku akan buatkan surat resign kamu." kata Vano.
"Mas,.. aku nggak mau, jangan resign sekarang.'' pinta Riska dengan wajah memelas.
"Kenapa? kamu masih pengen ketemu sama temen cowok kamu tadi?" tanya Vano kesal.
"Ya ampun mas, aku tu nggak ada hubungan apa apa sama dia! lagian dia udah punya pacar sekantor lagi." kata Riska.
"Trus kamu cemburu kalau dia punya pacar gitu?".
Riska hanya geleng geleng kepala tak percaya, bisa bisanya Vano menuduhnya seperti ini.
"Aku sama dia cuma rekan kerja mas, nggak lebih!" kata Riska tak kalah kesal.
"Kalau cuma rekan kerja ngapain deket deketan kayak tadi? kamu nggak tau aja pasti dia itu curi curi kesempatan buat ngeliatin kamu."
__ADS_1
"Astaga mas, kamu bener bener deh."
"Memang bener kan kamu deket deket sama dia tadi."
"Trus kalau kamu apa mas? aku cuma deket aja kalau kamu malah sentuh sentuh pasien kamu kan? harusnya aku juga yang marah karena kamu sentuh pasien wanita kamu itu."
"Itu kan bagian dari kerjaan aku sayang!"
"Ya sama mas, itu juga bagian dari kerjaan aku! aku harus jelasin ke Rama jadi ya memang kita harus deketan."
"Tapi tetep aja kamu nggak boleh deket deket!"
"Mass.... " kesal Riska.
"Aku bakalan bikin surat resign sekarang kalau kamu nggak mau ngasih biar aku yang kasih ke Alex." tegas Vano hendak berbalik meninggalkan Riska namun seketika langkahnya terhenti kala Riska memeluknya dari belakang.
"Jangan sekarang mas, tunggu aku hamil dulu pasti aku langsung resign, kalau resign sekarang aku binggung mau ngapain dirumah." kata Riska merayu Vano.
"Jangan harap cuma dipeluk gini aku bakal berubah pikiran, nggak akan!" tegas Vano lagi.
"Kalau Mas takut aku deket deket sama cowok lain, mas bilang aja sama Alex biar aku diganti partner cewek." kata Riska masih tak menyerah.
"Sekali enggak tetep enggak!" kata Vano melepaskan pelukan Riska lalu berjalan keluar dapur.
"Oke kalau mas maksa, aku ngambek dan nggak akan ngasih jatah buat di otong!" ancam Riska membuat Vano menghentikan langkahnya.
Riska tersenyum penuh kemenangan, sepertinya ancamannya kali ini berhasil.
"Kamu yakin nggak mau ngasih? emangnya kamu betah?" kekeh Vano lalu meninggalkan dapur membuat Riska geram.
Menyebalkan ...
Bersambung...
Hello gengs.. aku mau cerita dikit...
Jadi gini awalnya aku ngeluarin Vano itu sebenernya buat lucu lucuan aja, maklum kan abis tegang mellulu dari awal...
Tapi malah nggak sengaja ketemu sama Riska yang awal keluar mau aku jdiin pelakor..
karena keliatan nyambung jadi aku pasangin aja mereka trus jdiin mereka pasangan yang lucu dan aku pikir sukses karena kalian pada suka...
makanya akhir2 ini aku sering keluarin mereka berdua biar kalian makin enjoy baca cerita ini soalnya aku yakin kalau hanya Ella dan Alex trus yang ada di cerita ini pasti kalian lama lama bosen makanya aku selipin disini dulu sebelum ada konflik lagi.
Biar yang baca nggak tegang mulu kayak otongnya Vano, Ehh....🤣
__ADS_1
Jadi ikutin alurnya aja ya gaysss.. dan semoga kalian makin suka sama cerita ini ...
sekian dari saya dan terimakasih.