ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
92


__ADS_3

Alex tengah menikmati perjalanan menuju kantor, namun matanya tak henti hentinya memandang kearah luar. Dan pandangan matanya terlihat melamun seperti memikirkan sesuatu.


"Apa Anda sedang ada masalah Tuan?" tanya Sandi melihat Tuannya hanya diam saja sedari tadi.


"Aku hanya sedang memikirkan tentang seseorang." balas Alex menghela nafas panjang seperti kelelahan.


"Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Sandi.


"Apa kamu tadi lihat wanita yang pagi tadi kerumah Ella?"


"Wanita yang mencari Nona Ella bukan? yang membawa rantang tadi pagi?" tanya Sandi.


"Ya, Wanita itu! coba kamu cari informasi tentang dirinya dan secepatnya beritahu aku jika ada yang mengganjal." kata Alex.


"Sebenarnya saya mengetahui sedikit namun saya masih kurang yakin apa benar dia orangnya atau bukan." kata Sandi


"Memangnya apa?"


"Sewaktu saya menyelidiki kasus kematian Tuan Ken saya bertemu Radit salah satu anak buah Tuan Ken," kata Sandi "Waktu itu Radit mengatakan semua tentang Non Ella bahkan Radit lah yang dulu menjambret uang pinjaman Non Ella." jelas Sandi.


"Lalu?"


"Namun tak cuma Radit, ada wanita yang bersama Non Ella yang membantu Tuan Ken melancarkan aksinya dan sepertinya wanita itu adalah Ani, yang tadi pagi kerumah mengantarkan sarapan." jelas Sandi.


"Aku sudah menduganya jika dia bukan lah orang baik." kata Alex terdengar kesal. "Ella harus dijauhkan dari orang munafikn seperti itu.


"Saya akan memastikan lagi Tuan, dan akan mencari semua informasi tentang dia." kata Sandi.


"Ya, segera cari tau sebelum terlambat." Kata Alex yang langsung diangguki oleh Sandi.


"Dan juga pastikan setiap bulan kau mengirim bahan makanan ke rumah Pakde Ella."


"Baiklah Tuan.


Alex segera turun dari mobil kala mereka sudah sampai dikantor.

__ADS_1


Sementara Ella terlihat menangis sambil mengelusi tangan Budhenya, setelah memaksa akhinya Budhenya menceritakan semuanya pada Ella membuat Ella tak kuasa menahan tangisnya.


"Sudahlah Nak, Budhe dan Pakde baik baik saja." kata Budhe menghapus air mata Ella.


"Harusnya Budhe cerita sama Ella, kalau kayak gini Ella jadi merasa bersalah karena ngerasa nggak peduli sama Pakde dan Budhe." isak Ella.


"Udah udah, jangan mikir yang aneh aneh lagi, Budhe cuma nggak mau ngrepotin anak anak Budhe." jelas Budhe.


"Tentu saja nggak nggrepotin Budhe, lagian gimana bisa Budhe bilang ngrepotin padahal selama ini Budhe sama Pakde yang selalu bantuin Ella." kata Ella sudah mereda tangisnya "Mulai besok Ella dan Mas Alex yang akan menanggung semua kebutuhan Pakde dan Budhe." kata Ella.


"Nak, nggak perlu."


"Budhe nggak boleh nolak karena ini juga permintaan mas Alex." kata Ella.


"Tapi Budhe bener bener nggak apa apa." kata Budhe meyakinkan Ella.


"Tetep aja Budhe nggak boleh Nolak, ini juga permintaan Mas Alex kok," jelas Ella "Budhe sama Pakde itu seharusnya sama sama istirahat biar anak anak yang kerja." jelas Ella lagi.


"Makasih sayang, makasih." Budhe memeluk Ella dan menangis terharu.


"Budhe sama Pakde juga nggak tau, udah dua bulan nggak ngabarin juga, mungkin mereka sudah bahagia disana jadi lupa sama orangtuanya dikampung." jelas Budhe dengan raut wajah sedih.


"Husst Budhe nggak boleh ngomong gitu, ya udah kita doain aja ya semoga mereka disana baik baik saja." kata Ella yang hanya diangguki oleh Budhe.


Setelah mengobrol panjang lebar, Ella pamit pergi ke warung karena ada yang ingin Dia beli. Tiba tiba Ella merasa ingin makan kue klepon yang biasa dijual diwarung dekat rumah. sepertinya Ella sedang ngidam.


"Nggak mau Budhe anter?"


"Nggak usah Budhe, jagaian pakde aja." kata Ella.


"Ya udah hati hati ya nak." kata Budhe yang hanya diangguki Ella.


Sepanjang perjalanan menuju warung, Ella bertemu dengan para tentangganya dulu. banyak yang pangkling bahkan memuji jika sekarang Ella lebih cantik dan terawat padahal Ia sedang hamil.


Ella hanya tersenyum menanggapi para godaan tetangganya, karena sekarang kehidupannya berubah sudah pasti banyak yang berubah dari dirinya.

__ADS_1


Setelah mendapatkan sebungkus Klepon dan juga satu plastik penuh belanjaan untuk isi kulkas dirumah Budhe yang sudah kosong, segera Ella berjalan pulang kerumah Budhe.


"Ella.." panggil seseorang yang tak lain adalah mbak Ani.


Ella tersenyum ke arah mbak Ani "Eh mbak Ani." sapa Ella.


"Kamu ini bener bener kebangetan ya El, mentang mentang sekarang udah kaya aja jadi lupa sama aku, inget dong dulu kalau bukan karena aku kamu pasti nggak bakal dapet kerja!" kata Mbak Ani dengan nada marah.


"Duh kenapa lagi nih." batin Ella yang sebenarnya sudah malas menanggapi ocehan Mbak Ani yang ujung ujungnya mengungkit ungkit masalah dulu.


"Mbak Ani sebenernya kenapa sih? kenapa dari kemarin marah marah terus sama aku?" tanya Ella binggung.


"Kamu itu kebangetan, nggak tau balas budi! aku cuma minta tolong biar bisa kerja dirumah kamu aja nyatanya nggak kamu kabulin." ketus Mbak Ani.


"Sekali lagi maaf mbak, bukannya aku nolak mbak Ani tapi disini yang nerima atau pun menolak siapapun yang akan kerja itu mas Alex jadi maaf aku nggak bisa bantuin mbak Ani." jelas Ella, meskipun tadi pagi sebenarnya Alex sudah mempasrahkan segala urusan para maid pada Ella tapi Ella tak bisa begitu saja menerima mbak Ani bekerja di mansion. Apalagi sekarang Mbak Ani banyak berubah, Ella khawatir kalau Mbak Ani hanya akan membuat masalah dimansion nantinya.


"Aku nggak butuh maaf kamu, dasar wanita nggak tau diri udah dibantuin nggak mau bales budi." kata Ani membuat Ella menghela nafas lelah.


Ella mengeluarkan sesuatu didompetnya, sebuah Gelang emas lengkap dengan suratnya, "Apa ini cukup buat balas budi aku dulu sama mbak Ani?" tanya Ella memberikan gelang yang tadinya Ingin Ia berikan pada Budhe namun mendengar ucapan mbak Ani mungkin lain kali saja Ia belikan untuk Budhe lagi.


Mata Ani langsung saja berbinar melihat gelang yang Ella berikan apalagi ukuran gelang yang besar tentu saja harganya sangatlah mahal.


Namun seketika Ani mencebik "Kamu pikir cukup semua yang udah aku lakuin kebkamu dulu cuma diganti sama satu gelang yang aku tau harganya pasti murah!" ketus Ani membuat Ella geleng geleng kepala tak mengerti sebenarnya maunya apa sih batin Ella kesal.


"Ya udah mbak lain kali aja kalau gitu aku beliin yang lebih mahal." kata Ella dengan nada kesal.


"Ya udah itu siniin deh, tapi janji ya besok beliin yang lebih gede dari ini." kata Ani menyambar gelang beserta suratnya.


"Iya mbak."


"Kamu udah janji, awas aja nggak ditepatiin." kata Ani sebelum pergi meninggalkan Ella.


Seperginya Ani, Ella hanya menghela nafas panjang, "Kenapa mbak Ani berubah?"


Bersambung.....

__ADS_1


Votee yukk voteeee 😁


__ADS_2