
Semalaman Alex tak bisa tidur, banyak hal yang Ia pikirkan hingga membuatnya tidak bisa tidur, salah satunya adalah memikirkan sikap Hanna yang semakin hari semakin menjadi.
Alex sadar selama 5 tahun pernikahannya dengan Hanna Ia selalu memanjakan Hanna dengan harta dan kemewahan, itulah sebabnya Hanna sudah terbiasa hidup dengan kemewahan.
Namun Ia juga tak menyangka semua akan berakhir seperti ini, Alex selalu memanjakan Hanna karena Ia ingin Hanna selalu disampingnya dan mencintainya karena memang dulu Alex sangat mencintai Hanna dan ingin selalu membuat Hanna bahagia, tapi pada akhirnya dirinya yang kecewa dengan semua sikap Hanna.
Apa mungkin Alex yang tak merasakan sejak dulu jika sifat Hanna yang seperti itu karena terlalu terbuai dengan cinta nya pada Hanna?
Mungkin memang Alex yang tak menyadari jika seorang suami juga perlu dperlakukan baik dirumahnya, dihormati ,disayangi, dan dilayani. Dan perlakuan itu yang selalu Ia dapatkan saat bersama dengan Ella hingga Alex juga selalu membandingkan Hanna dengan Ella.
Mungkin itulah sebabnya mengapa Alex bisa jatuh hati pada Ella dengan begitu cepat. Hanna yang dulu selalu bertahta dihati Alex kini semua semakin memudar tergantikan sosok Ella, wanita biasa yang bisa membuat Alex merasakan hal luar biasa yang belum pernah Ia rasakan bersama Hanna.
"Jadi kita mau kemana Tuan?" tanya Sandi yang sudah berada dimobilnya pukul 3 pagi.
Sandi terkejut Alex mengetuk pintu kamarnya dan meminta nya segera bersiap, untung saja semalam setelah bercinta dengan Nisa, Sandi langsung menyuruh Nisa kembali kekamarnya, Jika tidak pasti sekarang sudah tertangkap basah.
Menjadi asisten Alex memang harus selalu siap kapanpun dibutuhkan, seperti sekarang ini, Harus bersiap dan mandi di jam orang tidur.
"Antar aku kerumah Ella." kata Alex terlihat lesu dan pucat.
"Apa Anda baik baik saja Tuan?" tanya Sandi menyadari jika Alex dalam kondisi yang kurang baik.
"Ya, aku baik baik saja! antarkan saja aku sekarang." perintah Alex.
"Ba-baikalh Tuan." kata Sandi segera melajukan mobilnya menuju rumah Ella.
Keduanya sampai dirumah Ella yang masih sepi, hanya ada Roni yang masih berjaga.
Sebelum keluar Alex mengatakan sesuatu pada Sandi "Kembalilah ke mansion, ambilkan semua baju dan barang yang kubutuhkan dan jika Hanna mengamuk katakan padanya aku akan mengusirnya jika Hanna mempersulitmu." kata Alex lalu keluar dari mobil. Alex sedang malas bertemu dan melihat Hanna jadi lebih baik Ia menyuruh Sandi untuk mengambilkan barang barangnya.
Sandi sekarang paham apa yang membuat Tuan nya terlihat lemas mungkin karena semalam Ia bertengkar dengan Hanna. Yah memang sebaiknya Tuan Alex meninggalkan Hanna si wanita murahan itu karena Hanna tak pantas menjadi istri Tuan Alex.
Alex keluar dari mobil dan segera disambut oleh Roni, penjaga rumah Ella.
"Tuan, anda pulang tengah malam begini?" tanya Roni heran.
__ADS_1
"Ini sudah pagi, sudah pukul 4 pagi bukan tengah malam lagi." kata Alex membuat Roni malu "Apa semua baik baik saja?" tanya Alex.
"Semua baik baik saja Tuan, silahkan masuk dan ini kunci candangannya karena pintu terkunci dari dalam." kata Roni menyodorkan sebuah kunci pada Alex.
"Baguslah, jadi aku tak perlu membangunkan orang tidur." kata Alex lalu memasuki rumah.
Alex segera menuju kamar Ella namun tak mendapati Ella disana, akhirnya Ia membuka pintu kamar mandi dan kosong, tak ada Ella juga, jadi kemana dia? batin Alex.
Alex keluar lagi mengelilingi rumah Ella hingga Ia berhenti disebuah ruangan yang baru Alex tau Ella membuat ruangan kosong itu menjadi sebuah mushola kecil yang penuh dengan perlengkapan ibadah. ada Alqu'an, mukena, sarung dan peci dalam lemari kecil yang ada disana.
Kapan Ella membuat tempat ini? kenapa Alex baru tau?batin Alex.
Alex begitu damai memandangi Ella yang tengah khusyuk sholat malam.
Jam berapa ini? bukankah ini belum subuh, kenapa Ella sudah sholat? batin Alex lagi yang tak tau jika Ella sebenarnya sedang sholat tahajud.
Selesai solat Ella terlihat melantunkan ayat ayat suci alqur'an dan sepertinya belum melihat kedatangan Alex hingga Alex duduk dibelakang Ella sabar menanti Ella yang tengah beribadah itu.
Sedikit malu, karena Alex bukanlah imam yang baik untuk Ella mengingat selama ini Ia tumbuh didalam lingkungan yang nol agama jadi tidak pernah sekalipun menjalankan ibadah.
Barulah setelah Ella melepaskan mukenanya dan berbalik terkejut melihat Alex duduk dibelakangnya.
"Astagfirullah. "
"Emang kamu habis liat setan pake nyebut segala." protes Alex.
"Eng-enggak gitu, kaget tiba tiba ada kamu." kata Ella melihat Alex yang tiba tiba dibelakangnya dengan keadaan yang tidak baik, wajahnya terlihat pucat.
"Aku udah disini dari tadi, khusyuk banget sih sholatnya sampe aku datang aja nggak tau." kata Alex yang sudah membawa Ella dalam pelukan nya.
Ella hanya tersenyum "Kok pagi banget udah kesini?" tanya Ella, tak sengaja Ella menyentuh tangan Alex yang terasa panas.
"Badan kamu panas banget?" tanya Ella panik, segera Ella menyentuh dahi Alex yang memang juga terasa panas.
"Kamu sakit?" tanya Ella penuh khawatir.
__ADS_1
"Enggak, aku nggak apa apa." jawab Alex yang memang merasa tubuhnya sangat lemas.
"Nggak apa apa gimana? orang panas gini, udah rebahan aja dikamar biar aku kompres air dingin" kata Ella yang terlihat panik.
Alex tersenyum melihat kehawatiran Ella. Ia menurut memasuki kamar dan merebahkan diri disana.
Tak berapa lama Ella datang dan membawa baskom kecil berisi air dan kain washlap.
Ella menempelkan kain dingin itu ke dahi Alex. " kok bisa sih kayak gini?" gumam Ella.
"Aku hanya belum tidur semalaman, jadi nggak perlu khawatir sayang." kata Alex.
"Tapi kamu pucet banget." khawatir Ella.
"Aku beneran nggak apa apa sayang, udah sini temenin aku tidur aja." pinta Alex.
"Aku keluar sebentar." kata Ella langsung keluar membuat Alex menghela nafas, padahal Ia ingin Ella menemaninya.
"Bik bisa panggilin dokter nggak?" tanya Ella pada Bik Sumi yang baru bangun.
"Non sakit?" khawatir Bik Sumi.
"Enggak Bi, bukan aku tapi Alex." kata Ella.
"Ha? Den Alex kesini?" tanya Bik Sumi.
"Iya Bik, badannya panas trus pucet banget, ini aku bikinin bubur , tolong Bibik panggilin dokter Vano ya." kata Ella.
"Tapi Non."
"Tapi kenapa Bi?" tanya Ella.
"Enggak Non, biar Bibi panggilin." kata Bibi ragu untuk mengatakan bahwa hubungan Alex dan Vano sedang tidak baik.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN..