
Vano memasuki mobilnya, menghela nafas berat Ia lalu mengambil ponselnya disaku dan menghubungi seseorang.
"Batalkan semua orang yang periksa hari ini." kata Vano yang ternyata menghubungi Nita salah satu asisten dokter yang berjaga pagi ini.
"Ta-tapi dok, sudah banyak yang mendaftar." kata Nita dari dalam telepon.
"Alihkan saja pada dokter ahmad."
"Tapi dok, mereka pasti tak akan mau karena dokter ahmad sudah tua."
"Terserah saja mau bagaimana, yang jelas aku tak akan datang hari ini." kata Vano segera mematikan ponselnya.
"Sialan, gara gara cewek itu gue jadi nggak profesional gini!" gerutu Vano dengan dirinya sendiri. Tapi Vano juga sedang malas meladeni para pasien yang hanya pura pura Sakit hanya untuk mencari perhatiannya. moodnya sedang buruk pagi ini dan Dia tak ingin melampiaskan pada siapapun.
Dan saat ini Vano tau kemana Ia harus pergi untuk menghilangkan mood buruknya.
Vano pun melajukan mobilnya, berhenti tepat di klinik dokter Dina.
Sepertinya bermain main dengan Baby Liu akan menyenangkan dari pada hanya dirumah merasakan kekesalan.
Vano turun dan melihat Alex tengah mengendong Baby Liu sementara Ella berjalan disampingnya diikuti Bik Sumi yang tengah membawa tas perlengkapan persalinan.
"Ngapain lo kesini?" tanya Alex terlihat tak suka dengan kedatangan Vano begitu juga dengan Ella yang hanya melirik sinis ke arahnya.
"Sialan, gara gara Alex nama gue jadi jelek didepan Ella." batin Vano kesal karena melihat tanggapan Ella yang berbeda dari biasanya.
"Gue mau ikut pulang kalian." kata Vano dengan nada sedih.
"Enggak, enggak bisa! Lo kan dah punya rumah sendiri ngapain ikut gue. lagian emangnya Lo nggak kerja?" tanya Alex yang langsung di gelengi oleh Vano.
Ini pertama kalinya, Vano bersikap melas seperti ini padahal biasanya sombongnya hingga ke atas langit.
"Memangnya urusan kamu sama keluarga pakde udah selesai?" kali ini Ella yang menanyakan.
Vano menggeleng pelan "Gue nggak ada urusan apa apa sama mereka! laki lo aja tuh yang sok tau nuduh nuduh orang sembarangan." kesal Vano.
"Lah gue udah tau kali , Lo orang yang kayak gimana jadi berhenti nyangkal deh!"
"Anjir, nanti gue jelasin sama kalian biar kalian nggak salah paham lagi." kata Vano sedikit berteriak.
"Nggak usah ngomong kasar didepan anak gue!" sentak Alex tak kalah sengit segera menutupi kedua telinga Baby Liu.
"Udah udah, jangan berantem mulu, sekarang lebih baik kita segera pulang." kata Ella mulai jengah.
"Iya sayang." balas Alex begitu lembut.
"Ck, dasar suami suami takut istri." ejek Vano.
"Siala-."
"Mas... " Ella menatap Alex tajam yang seketika membungkam mulut Alex sementara Vano terbahak mengejek Alex.
__ADS_1
Sesampainya dimansion semua maid tampak bahagia menyambut kedatangan Baby Liu. Bahkan semalam mereka begadang membuatkan kamar spesial untuk Baby Liu.
"Ya ampun ganteng banget."
"Ganteng milik tuan, nular ke Babynya." puji para maid yang melihat Baby Liu.
Alex segera mengajak Ella memasuki kamar Baby Liu yang tepat berada disamping kamar Alex dan Ella.
"Bagus banget mas? apa ini nggak terlalu berlebihan ya?" tanya Ella kala melihat kamar Baby Liu.
"Enggak dong sayang, apapun demi anak kita nggak ada yang berlebihan." sahut Alex yang hanya diangguki Ella.
Ella cukup paham, ini anak pertama untuk Alex dan pasti Ia akan sangat memanjakan Baby Liu.
Alex menidurkan Baby Liu di ranjang bayinya.
Sesaat setelah Alex meletakan Baby Lui di keranjang bayinya, Baby Lui bergerak miring membuat Ella dan Alex yang masih memperhatikan terkekeh.
"Lucu banget sih nak kamu." celetuk Ella.
"Jadi gemes." kata Alex langsung memeluk Ella dan menciumi keningnya.
"Yang gemesin Baby Liu kenapa emaknya yang diciumi." protes Ella membuat Alex terkekeh.
"Masih sakit ya bekas jahitannya?" tanya Alex mengingat semalam kala Ella berjuang melahirkan normal harus dijahit banyak karena sobek terlalu panjang.
"Ya udah mendingan kamu sekarang istirahat lagi nanti kalau Baby Liu bangun biar aku bawain ke kamar." kata Alex.
"Enggak mas, aku masih mau denger penjelasan dokter Vano dulu."
Alex memutar bola matanya malas, tak akan bisa juga menolak permintaan istrinya yang pasti akan tetap ngeyel.
"Ya udah, kamu tunggu didepan aja biar aku panggilin." kata Alex yang langsung diangguki Ella.
Vano sedari tadi sibuk berjalan jalan mengelilingi mansion dan berhenti didapur. melihat semua maid sibuk memasak pasti akan ada acara besar setelah ini.
"Mau buat apa sih kok masak banyak banget?" tanya Vano iseng pada salah satu maid nya.
"Mau bikin nasi slametan buat di kirim ke panti asuhan, permintaan Non Ella, tuan" jelas maid itu yang membuat Vano manggut manggut.
"Memang istri idaman." gumam Vano yang didengar oleh Alex.
"Siapa yang Lo maksud istri idaman?" tanya Alex yang berada dibelakang Vano.
"Apa sih kepo banget."
"Pasti istri gue kan? ngaku lo!" sentak Alex.
__ADS_1
"Astaga, pake acara ketauan lagi." batin Vano.
"Kagak, elah posesif amat. ini loh maid lo istri idaman banget bisa masak macem macem." kata Vano menunjuk maid yang tadi Ia tanya membuat maid itu jadi salah tingkah.
"Kadal luh ya, kemarin Riska kakaknya Ella sekarang pembantu gue!"
Vano hanya memutar bola matanya malas mendengar nama Riska disebut entah mengapa mood yang tadinya hilang kini kembali muncul.
"Sekarang ikut gue!"
"Kemana lagi sih elah! gue mau makan dulu laper." kata Vano mengingat Ia tak menghabiskan nasi goreng pedas buatan Riska.
"Pede banget mau makan! buruan ikut gue kalau nggak jangan harap bisa makan disini."
"Kejem amat bang." Vano pun menuruti Alex mengikuti Alex duduk disebuah ruang keluarga yang berada dilantai atas.
Ella sudah duduk disana membuat Vano ingat jika Ia harus menjelaskan tentang Riska.
"Sekarang jelasin ke kita hubungan kamu sama Riska itu kayak gimana?" tanya Alex pada Vano.
Vano menatap ke arah Ella dan melihat Ella menunggu jawabannya penuh harap.
Dengan malas Vano pun mulai menjelaskan nya pada Ella dan Alex tentang hubungannya dengan Riska.
"Lo pasti sengaja kan buat meres Riska, mana mungkin service mobil sampai segitu." kata Alex dengan nada tak terima.
"Eh bangsul, emang habisnya segitu kalau nggak percaya gue ada notanya." kata Vano tak terima.
"Udah udah jangan berantem lagi, berarti mas Alex yang salah udah nuduh macem macem." kata Ella langsung dibenarkan oleh Alex.
'"Iya, emang tuh laki Lo nuduhnya kebangetan. nama baik gue kan jadi tercemar kalau kayak gini." gerutu Vano.
"Ya gue pikir, Lo belum berubah." Alex membela diri.
"Udah mas sekarang mendingan mas minta maaf sama Dokter Vano." kata Ella memaksa.
"Ogah.."
"Mas..." Ella menatap Alex yang langsung membuat Alex mendesah kasar.
"Iya deh maaf. gue udah salah paham."
"Ya ikhlas dong bang." goda Vano sambil tertawa.
"Sialan Lo."
"Maasss..."
"Iya iya maafin gue!" sontak kata kata lembut Alex membuat Vano semakin terbahak.
"Jadi sekarang Dokter Vano nggak jadi nikah sama Mbak Riska dong?" tanya Ella yang menghilangkan tawa Vano dan kembali kesal mengingat Riska menolak menikah dengannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
Vote vote vote yukssss