
Ella sudah memasuki rumah "Lho, Non Ella kok tumben cepet banget?" tanya Bik Sumi melihat Ella sudah pulang padahal baru pergi satu jam yang lalu, biasanya Ella selalu pulang sore.
"Iya Bi, ada Hanna soalnya." kata Ella terlihat lesu membuat Bik Sumi terkejut
"Non, nggak diapa apain kan?" tanya Bik Sumi dengan raut wajah khawatir.
"Enggak lah Bi, dia mana berani orang lagi dikantor Alex," jawab Ella santai.
"Bibik, khawatir Non soalnya Non Hanna itu wanita jahat, beruntung Non Ella baik baik saja." kata Bik Sumi yang memang sangat mengenal Hanna.
"Udah Bi, nggak usah pikiran Aneh aneh lagian aku emang udah nggak apa apa." jelas Ella.
"Tadi ketemu Den Alex Non?" tanya Bik Sumi..
"Enggak Bi, Mas Alex masih meeting." jawab Ella dengan raut sedih.
"Ya udah Non, besok kan bisa ketemu lagi." kata Bik Sumi.
"Semoga besok Hanna nggak kekantor ya Bi." kata Ella berharap.
"Iya Non."
...
Setelah menemani Alex makan siang, Hanna beranjak untuk pergi ketoilet. Didalam toilet Hanna terlihat menghubungi seseorang.
"Bagaimana? kau sudah mendapatkan alamat rumahnya?" tanya Hanna berbicara dengan orang yang baru saja membuntuti Ella.
"Bagus, aku ingin segera lakukan rencana kita." kata Hanna lagi dengan senyum serigaian.
"Oke tenang saja, jika pekerjaanmu bagus, aku akan segera mentransfer uang nya untumu." kata Hanna sebelum memutuskan panggilan nya.
Hanna terlihat tersenyum puas karena sebentar lagi hanya dirinya lah satu satunya istri Alex, Hanna semakin tak sabar menanti nanti malam disaat Ella pergi dari kehidupan Alex.
Sementara Itu Alex terlihat keluar untuk menemui Riri.
__ADS_1
"Apa Ella tadi kesini?" tanya Alex pada Riri.
"Eh iya Pak, maaf saya nggak tau kalau pak Alex sudah kembali." kata Riri.
"Tak apa, jadi Ella yang membawakan makan siang?" tanya Alex memastikan jika makanan yang baru saja Ia makan adalah buatan Ella karena rasa masakan sama persis.
"Iya, Non Ella membawa rantang seperti biasa." jawab Riri.
"Lalu Hanna? apa dia juga membawakan makan siang untuk ku?" tanya Alex lagi membuat Riri binggung.
"Sepertinya tidak Tuan," jawab Riri ragu takut Ia salah, namun memang Riri tak melihat Hanna membawa rantang atau apapun yang terlihat makanan.
"Oh oke, bagus aku suka kau berkata jujur dan berada dipihak ku." kata Alex membuat Riri semakin tak paham.
Riri hanya mengangguk saja.
Setelah puas mendapatkan jawaban dari Riri, Alex segera kembali keruangan nya. Alex masih tak menyangka kenapa Hanna harus berbohong mengenai makan siang dan juga Alex semakin penasaran apa saja yang dikatakan oleh Hanna hingga Ella pergi begitu saja tanpa menunggunya.
Semakin lama Alex semakin mengenal sisi buruk Hanna, entah memang karena selama ini Alex yang tak menyadari atau karena memang Hanna yang pandai menyimpan sisi buruknya saat bersamanya, entahlah hanya memikirkan tentang Hanna saja membuat Alex sangat pusing.
Segera Hanna duduk dipangkuan Alex manja melihat Alex sedang istirahat tidak membuka laptopnya.
"Aku harus bekerja lagi Hanna." Kata Alex yang terkejut melihat Hanna tiba tiba duduk dipangkuan nya.
"Hanya sebentar saja, aku sangat merindukanmu." kata Hanna masih tak mau pergi.
Alex hanya mendesah pasrah membiarkan Hanna bersikap manja padanya.
"Apa tadi Ella kesini?" tanya Alex membuat Hanna terkejut.
"Ak-aku tidak tau, selama aku disini aku tak melihat dia kesini." jawab Hanna gugup.
"Kenapa? apa kau sudah merindukan nya lagi?" tanya Hanna dengan nada kesal.
"Tidak, biasanya dia mengantar makan siang untuk ku." kata Alex dan melihat kegugupan diwajah Hanna.
__ADS_1
"Ohh, kenapa kau tidak memintaku saja?" protes Hanna.
"Karena aku tak ingin kau lelah dan tak ingin kuku cantikmu ini jadi rusak karena memasak untuk ku." bohong Alex membuat Hanna berbunga bunga.
Jadi itu alasan Alex tidak pernah menyuruhnya, Huh Ella memang pantas jadi pesuruh batin Hanna yang sudah girang sendiri karena selama ini Ia telah salah sangka pada Alex.
Sementara itu Alex terpaksa berbohong karena Ia tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Ella karena Ella tengah mengandung bayinya. Lagipula Alex juga belum tau sisi buruk apa lagi yang bisa Hanna lakukan pada Ella jadi Alex memilih berjaga jaga untuk keselamatan Ella.
...
Tengah Malam dua orang memakai baju serba hitam serta menutupi seluruh wajahnya terlihat berjalan mendekati sebuah rumah mungil tak lupa membawa drigen berisi bensin.
Setelah melihat keadaan sekitar sepi, dua orang itu segera menumpahkan isi bensin kesekitar rumah.
Dua orang pria itu tersenyum kala bensin sudah habis, segera mereka merogoh kantong celana dan langsung membakar habis rumah itu.
Api menjalar diseluruh rumah, keduanya lantas berlari meninggalkan rumah itu sebelum semua warga datang tak lupa ikut membakar drijen untuk menghilangkan jejak.
Tak berapa lama ada teriakan dari dalam rumah dan warga pun segera datang untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum pemadam kebakaran datang.
...
Alex terbangun karena mendengar bunyi ponsel nya yang berdering.
Ia mengangkat panggilan tanpa tau siapa yang menelepon nya.
"Apaa?" Alex terlihat terkejut mendengar suara orang yang baru saja menelepon nya memberitahu sesuatu.
Sedangkan Hanna yang sedari tadi hanya pura pura tidur, terlihat tersenyum jahat melihat Alex terkejut setelah mendapatkan telepon.
Pasti mereka berhasil, batin Hanna tersenyum puas.
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN..
__ADS_1