ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
BONCHAP


__ADS_3

"Tidak..." Alex mengatakan itu dengan lantangnya.


Bagaimana mungkin Ia melepaskan adiknya pada salah satu teman yang Ia tau jika teman nya itu memiliki masa lalu yang buruk.


Tidak, itu tidak akan terjadi. Dina tidak boleh menikah dengan Reyhan.


"Aku akan tetap menikah meski kakak melarang."


"Dina please." Alex menatap Dina dengan tatapan memohon.


"Ada banyak pria lain yang lebih baik dari Rey, kenapa harus Rey?"


"Karena aku mencintainya kak, sejak dulu bahkan rasa itu masih ada."


Alex terkejut, tak menyangka jika Dina masih mengaggumi sosok Rey.


Saat masih sekolah dulu Dina memang sempat mengatakan padanya jika Ia menyukai Rey namun Alex hanya mengatakan jika itu hanyalah cinta monyet anak kecil dan setelah hubungan Alex dan Rey memburuk, Alex memang melarang keras Dina menyukai Rey namun siapa sangka sekarang Dina kembali mengatakan lagi dan yang lebih parah adalah permintaan menikah dengan Rey.


Oh tidak, Alex tau jika Rey memang sudah berubah namun melepaskan Rey dengan Dina sangatlah sulit untuknya.


"Kak please, restui hubungan kami." pinta Dina dengan nada memohon.


Kali pertamanya Dina meminta sesuatu yang tidak Alex kabulkan dan melihat wajah Dina yang memohon membuat Alex tak tega namun Alex harus melakukan ini.


"Pulanglah, aku sedang sibuk."


"Kak, please..."


"Pulanglah Dina,"


Dengan menghentakan kedua kakinya Dina keluar dari ruangan Alex.

__ADS_1


"Dasar menyebalkan." gerutu Dina saat sudah berada diluar.


Sementara Diruangan nya Alex menghela nafas berkali kali. memikirkan keinginan Dina yang sulit untuk Ia kabulkan.


Sepertinya Ia harus menemui Rey.


...


Malam harinya, Alex menyempatkan diri mampir ke apartemen Rey sebelum pulang ke mansion.


Rey tidak terkejut dengan kedatangan Alex untuk pertama kalinya ke apartemen karena tau pasti akan membicarakan masalah Dina.


Ya tentu saja Rey sudah tau karena siang tadi Dina mengatakan akan menemui Alex dan berbicara padanya.


Dan mungkin ini penyebab sekarang Alex datang.


"Kau sudah makan?" tanya Rey memberikan sebotol air mineral pada Alex.


"Apa ini karena Dina?" tanya Rey yang langsung diangguki Alex.


"Aku tidak akan memaksa mu jika memang kamu tak merestui kami."


"Kau mencintai adik ku?" tanya Alex menatap Rey.


"Meskipun aku menyukainya aku cukup sadar diri untuk mendekati Dina."


"Aku tau masa lalu ku sangat kelam, mana mungkin kamu bisa merelakan adikmu untuk pria sepertiku."


"Aku cukup tau diri dan tak akan menganggu adikmu bahkan aku akan menjauh sejauh mungkin jika memang itu kemauanmu." jelas Rey yang lagi lagi membuat Alex menghela nafas.


"Adik ku sangat mencintaimu."

__ADS_1


Alex menyandarkan tubuhnya ke sofa dan menerawang diatas langit.


"Aku hanya tak ingin Dina tersakiti karena dulu almarhum Mama nya menitipkan padaku."


"Dan jika bersamamu bisa membuat Dina bahagia. mungkin aku akan melepaskan kalian." jelas Alex yang langsung membuat Rey tersenyum bahagia.


"Namun jika aku tau kau menyakiti Dina, aku tak akan segan segan membunuhmu." ancam Alex membuat Rey terkekeh.


"Trust me... aku tak akan menyia nyiakan kesempatan yang kau berikan."


Alex mengangguk, rasanya sedikit lega seperti bebannya terangkat.


Sementara Rey tersenyum mengingat perdebatan saat di mobil.


"Carilah pria yang bisa memberikan keturunan untukmu."


Dina menghela nafas, "Aku juga tidak bisa memiliki anak."


Rey menatap Dina terkejut, "Apa maksudmu?"


"Rahimku sudah di angkat sejak umur 20 tahun karena kanker."


"Maaf aku tida-"


"Tidak masalah, aku sudah meluapakan semuanya, jadi bisakah kita memulai?"


"Jika mau kita bisa adopsi anak."


Rey tersenyum, "Aku akan menunggu restu dari kakakmu."


Next mungkin minggu depan pas hari libur hehehehe

__ADS_1


__ADS_2