
Kini Rangga dan Bianca mulai menyusuri jalanan kembali. Bianca terlihat memeluk erat Rangga dari belakang sambil tersenyum bahagia. bahagia mengingat apa yang tadi diucapkan oleh Rangga padanya.
*Bianca melepaskan pelukan Rangga, seketika itu juga Rangga langsung menyeka air mata Bianca.
"Udah ah, masa gitu aja nangis. kayak bukan Acca yang jago kelahi nih." goda Rangga yang langsung membuat Bianca memukul lengan Rangga.
"Nggak lucu." gerutu Bianca membuat Rangga terkekeh.
"Bisa nggak kita balik lagi kayak dulu?" gini giliran gumaman Rangga yang terdengar.
Bukanya menjawab Bianca malah kembali memeluk Rangga, "Aku janji nggak akan pergi lagi." kata Bianca menyakinkan.
Rangga mengelus rambut Bianca, "Iyalah, aku mau langsung nikahin kamu biar kamu nggak pergi lagi ." guman Rangga.
"Haaa? apa?" Bianca tak mendengar gumaman Rangga.
"Nggak apa apa, ya udah yuk pulang*!" ajak Rangga.
"Kamu tadi ngomong apa dulu?" tanya Bianca yang benar benar tak mendengar gumaman Rangga.
"Ck, udahlah ayo pulang. udah malem ntar aku dipengal sama kakak kamu kalau nggak nganter kamu pulang!" kata Rangga yang seketika membuat Bianca terkekeh.
Dan setelah menempuh perjalanan lebih dari 30 menit akhirnya mereka pun sampai didepan mansion Alex.
"Nggak mau masuk dulu?" tawar Bianca.
"Nggak usah udah malem."
"Besok kan libur?"
"Ck, ngode minta jalan jalan nih?" goda Rangga yang langsung mendapatkan pukulan di lengannya.
"Nggaklah, ngapain ngode orang tinggal minta aja pasti diturutin." balas Bianca.
Rangga terkekeh "Ya udah sana masuk."
Bianca mengangguk, namun baru melangkah satu langkah tiba tiba tangannya kembali ditarik oleh Rangga dan cup, satu kecupan mendarat di pipi Bianca.
"Balasan buat yang kemarin malem." kata Rangga lalu menyalakan motornya dan pergi dari sana tanpa menunggu jawaban Rangga.
Bianca terlihat masih benggong sambil memeganggi pipinya hingga setelah Rangga tak terlihat Ia baru sadar.
"Ck, apa sih." gumam Bianca menjadi tersipu malu.
Bianca memasuki mansion dengan wajah riang, hingga Ia berpapasan dengan Ella.
"Bi, kok baru pulang?" tanya Ella karena ini sudah pukul 10 malam sedangkan Alex sudah pulang sejak tadi.
"Eh ada kak Ella, iya nih habis cari angin malem sebentar." balas Bianca "Oh ya kak Alex udah pulang toh?"
__ADS_1
"Udah dari tadi, makanya mbak heran kok kamu baru pulang." kata Ella terlihat membawa secangkir madu hangat.
Bianca hanya tersenyum cengegesan "Ya udah kak, aku ke kamar dulu ya." kata Bianca yang langsung di angguki Ella.
Ella membuka pintu kamar nya dan melihat suaminya tengah menatapi wajah Baby Liu yang sudah terlelap.
"Aku buatin madu hangat mas." kata Ella meletakan dimeja samping ranjang.
"Kok anak kita kalau bobok lucu gini sih." kata Alex heran.
Ella hanya terkekeh, "Namanya juga masih bayi mas, sini biar aku pindahin dulu di box bayi nya."
"Aku aja.." Alex pun langsung mengangkat Baby Liu dan menidurkan di box bayi kamar Baby Liu.
"Diminum dulu mas, trus istirahat." kata Ella kala Alex sudah kembali ke kamarnya.
"Makasih sayang." Alex segera saja menyeruput madu hangat buatan istri tercintanya itu.
"Bianca masih marah sama kamu mas?" tanya Ella memgingat pagi tadi Bianca langsung meninggalkan meja makan begitu saja setelah mendengar ucapan Alex.
"Nggak tau, aku malah belum ketemu sama Bi."
"Baru aja pulang mas, aku waktu mau naik papasan sama dia, kayaknya lagi seneng." jelas Ella.
"Iyalah, orang habis pacaran dia." balas Alex membuat Ella terkejut.
"Lho kok mas tau? memang udah jadi di kenalin mas?"
"Trus siapa pacarnya?"
"Besok kamu juga bakal tau siapa pacaranya." kata Alex.
"Mas bikin penasaran aja sih!" kesal Ella yang hanya membuat Alex terkekeh.
"Oh ya besok kamu jadi kerumah pakde?" tanya Alex mengingat 2 hari yang lalu Ella meminta ijin untuk mengunjungi Pakde.
"Jadilah mas, lagian mas nggak libur kan?"
Alex mengangguk "Aku nggak libur, tapi minggunya aku libur kok sayang jadi bisa quality time sama kamu dan baby Liu."
"Iya mas, nggak apa apa kok."
"Kamu besok kalau kerumah Pakde ajak Bianca aja, biar bisa nemenin kamu sama Baby Liu."
"Memang Bianca libur?"
Alex mengangguk "Cuma aku aja yang masuk karena memang masih banyak yang belum diselesaikan."
"Oke deh mas, besok biar aku ajak Bi nya."
__ADS_1
Alex mengangguk, Alex yang tengah berbaring membawa Ella ke dalam pelukannya.
"Ngerasa dingin nggak sih yank?" bisik Alex yang membuat Ella langsung paham keinginan Alex.
"Mas, puasa dulu deh kayaknya."
"Lho, kenapa?"
"Biasa lagi ada tamu." balas Ella sambil terkekeh membuat Alex terlihat keceewa.
"Ck, dateng kapan? tadi pagi kayaknya belum deh." protes Alex.
"Sore tadi mas, masa sama istri nggak percaya.'"
Alex hanya berdecak kesal "Iya iya, puasa seminggu nih." gerutu Alex yang masih didengar Ella membuat Ella terkekeh.
Pagi harinya, Ella, Alex dan Bianca sedang sarapan dimeja makan. Mereka hanya diam dan hanya detingan suara sendok yang terdengar.
"Kamu masih kesel sama kakak?" tanya Alex melihat Bianca hanya diam saja.
"Eng-enggak kok, siapa yang marah." sangkal Bianca.
"Mas, sarapan dulu, biarin Bianca juga sarapan dulu." Ella mengingatkan. Takut jika Alex mengoda Bianca lagi dan membuat Bianca ngambek.
"Lah ini kan juga lagi sarapan sayang." balas Alex yang membuat Bianca memutar bola matanya malas.
"Oh ya Bi, kamu masih inget sama Dina kan? adik kamu?" tanya Alex.
Mendengar nama Dina entah mengapa langsung membuat nafsu makan Bianca hilang.
"Dia bukan adik ku!" desis Bianca kesal.
"Mas, udah! kamu tuh ya." Ella juga kesal dengan Alex yang memancing keributan.
"Rencana nya mas mau jodohin dia sama Rangga." kata Alex yang langsung membuat Bianca tersedak dan mata Bianca melotot ke arah Alex.
"Gimana menurut kamu?" tanya Alex lagi karena Bianca hanya diam.
"Nggak cocok." balas Bianca kesal.
"Nggak cocok gimana sih? cocok ah. rencananya nanti malem kakak mau jebak mereka biar-"
"Mereka itu nggak cocok kak, kenapa sih kakak ngeselin banget!" Bianca bangkit membuat Alex dan Ella terkejut.
"Kamu kok marah? memang kamu siapa nya Rangga?" tanya Alex santai, Ella juga terlihat menunggu jawaban Bianca karena penasaran Bianca yang begitu sensitif jika nama Rangga disebut.
Sial, pasti kakaknya menjebak dirinya agar mengakui hubungannya dengan Rangga, jika saja Alex belum mengenalkan Rangga pada Dina pasti Ia akan mengakui semuanya pada kakaknya pikir Bianca.
"Tau ah, kakak bikin nggak nafsu makan aja!" kesal Bianca lalu meninggalkan meja makan.
__ADS_1
Alex terkekeh puas karena bisa mendapatkan jawaban dari kekesalan Bianca sementara Ella hanya menggeleng tak percaya melihat keusilan Alex pada adiknya itu.
BERSAMBUNG...