ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
51


__ADS_3

"Den apa mau dibungkusin pisang gorengnya?" tanya Bik Sumi yang kasian melihat Sandi belum makan siang.


Sandi terdiam sebentar "Sepetinya ide yang bagus, tapi-" mendadak Sandi ingat jika Tuan Alex tidak menyukai jika membawa makanan didalam mobil karena tak ingin bau mobilnya.


"Tapi kenapa Den?" tanya Bik Sumi.


"Enggak usah deh Bik, lagian aku juga lagi puasa." kata Sandi langsung meninggalkan Bik Sumi yang penuh tanya.


"Puasa? tapi kok tadi mau nyeruput kopi yaa?" batin Bik Sumi heran.


Sandi memasuki mobil dimana sudah ada Alex dibelakang.


"Sebenarnya setelah dari rumah Ella aku ingin mengajakmu makan siang tapi aku sudah terlanjur kenyang karena makan bakso jadi lebih baik kita kembali kekantor." kata Alex santai.


"Tidak apa apa Tuan, saya juga sedang puasa." kata Sandi menekankan setiap kata agar Alex sadar jika dirinya sedang kelaparan.


"Oh ya sudah kalau kamu puasa kita langsung kembali kekantor saja." kata Alex yang hanya diangguki Sandi.


Dasar bos yang tidak peka, batin Sandi kesal.


...


"Jadi Alex benar benar sedang mengerjakan proyek diluar?" tanya Hanna pada sekretaris Alex.


"Benar Bu, pak Alex sedang ada tugas diluar." jawab Riri pada Hanna.


"Baiklah, aku akan menunggu didalam saja." kata Hanna.


"Tapi Bu-" belum sempat meneruskan ucapan nya, Riri menunduk karena Hanna menatapnya tajam.


"Kenapa, apa aku sekarang tidak boleh masuk keruangan suamiku?" tanya Hanna sambil menatap Riri tajam.


"Tidak Bu, bukan begitu maksud saya." kata Riri takut.


"Kamu ini hanya sekretaris disini jadi jangan berani berani nya menentangku atau aku akan mengadukanmu pada Alex agar dia memecatmu!" Bentak Hanna yang membuat Riri ketakutan.


"Tidak Bu, jangan." kata Riri masih menunduk.


Melihat Hanna sudah memasuki ruangan Alex membuat Riri bernafas lega. "Nenek lampir itu benar benar membuatku jengkel saja." batin Riri.


Hanna sudah berada didalam ruangan Alex, jika anak buahnya tidak bisa menemukan dimana alamat rumah Ella maka Ia harus menemukan alamat itu sendiri.


Dengan sedikit mengacak acak kantor Alex siapa tau dia mendapatkan sesuatu yang penting.


Hanna segera memulai aksinya sebelum Alex datang, Ia membuka semua map yang ada disetiap tumpukan berkas namun sayangnya tidak ada satupun yang membantunya untuk mendapatkan informasi tentang alamat Ella.


Hanna terlihat mendengus sebal karena tak mendapatkan informasi yang ia cari.

__ADS_1


Sementara itu Alex hendak memasuki ruangannya namun Riri memanggilnya dari belakang.


"Maaf pak, ada Bu Hanna didalam." kata Riri pada Alex.


Alex hanya mengerutkan keningnya, bukankah sudah kubilang jika aku keluar batin Alex.


"Ya sudah, lanjutkan kerjamu." kata Alex pada Riri.


Riri hanya mengangguk lalu kembali ke mejanya sementara Alex memasuki ruangan nya.


Alex terkejut melihat Hanna yang tengah membereskan berkasnya yang berserakan.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Alex yang langsung mengejutkan Hanna.


"Sayang, kau sudah datang?" tanya Hanna terlihat gugup.


"Kau mencari sesuatu?" tanya Alex penuh curiga.


"Tidak, Aku baru saja masuk dan melihat berkas mu berserakan jadi aku membereskannya." kata Hanna lagi.


"Oh ya sudah, aku baru saja kembali, bukankah sudah kukatakan jika aku pergi keluar jadi untuk apa kau masih kesini?" tanya Alex lagi.


"Aku akan bertemu dengan temanku setelah ini, dan aku mampir kesini, aku pikir kau sudah kembali sayang." kata Hanna mencari alasan.


"Ya sudah segera temui temanmu, kasian jika menunggumu lama." jelas Alex.


Alex penasaran dengan apa yang dicari Hanna, Alex segera duduk ditempatnya dan melihat berkasnya memang sedikit berantakan. Segera Alex membuka laptopnya dan melihat isi cctv yang baru kemarin Ia pasang diruangan nya itu.


Alex memang sengaja memasang kamera Cctv semenjak Hanna sering datang karena Ia tak ingin terjadi sesuatu pada Ella jika keduanya tengah datang bersamaan seperti yang terjadi hari kemarin.


Alex melihat Hanna terlihat mengacak acak semua berkasnya dan dia terlihat binggung.


"Sial... sebenarnya apa yang kau cari itu!" kesal Alex pada Hanna melihat Video Hanna yang benar benar terekam.


Alex mendial nomer Sandi. "Segera keruanganku." kata Alex lalu menutup panggilannya.


Tak berapa lama Sandi datang.


"Apa yang terjadi Tuan?" tanya Sandi.


"Cepat kau carikan orang untuk menyelidiki apa yang tengah Hanna lakukan, kemana dia pergi dan apa yang dia rencanakan." perintah Alex.


"Baiklah Tuan."


"Dia baru saja masuk keruangan ku dan mengacak acak berkasku, aku benar benar tak tau apa yang sebenarnya Ia cari." kata Alex kesal.


"Darimana Tuan tau?" tanya Sandi binggung.

__ADS_1


"Aku melihatnya dari Cctv yang baru kemarin kupasang karena akhir akhir ini dia sering datang." jelas Alex.


Sandi mengangguk paham "Segera carikan orangnya." kata Alex lagi.


"Baiklah Tuan." kata Sandi lalu keluar dari ruangan Alex.


Alex terlihat memijat pelipisnya.


Sebenarnya Alex tak ingin melakukan ini pada istrinya karena mau bagaimanapun juga Ia selalu mempercayai Istrinya itu tapi Hanna lah yang Membuat Alex curiga hingga menyuruh orang untuk mencari tau apa yang akan Hanna lakukan. Alex menyanyangi kedua istrinya jadi Ia tak ingin kedua istri Alex saling menyakiti.


....


Malam ini saat perjalanan pulang, terlihat ada yang berbeda dari Alex, Ia hanya diam dan tak mengatakan apapun. Hanya menyuruh Sandi untuk berhenti disebuah restoran yang terkenal mahal.


Setelah sampai Alex keluar sedangkan Sandi masih didalam.


"Apa kau tidak ikut keluar?" tanya Alex pada Sandi.


"Biasanya saya juga disini Tuan." kata Sandi.


"Apa kau tidak ingin buka puasa?"


Sandi hanya tersenyum, memang seharian ini Ia belum sempat makan tapi kan Ia tidak puasa, tadi Ia mengatakan itu karena kesal dengan Alex saja.


"Ayo ikut masuk denganku?" kata Alex yang hanya diangguki oleh Sandi.


"Apa Tuan akan mentraktirku? sudahlah aku tidak ingin terlalu berharap." batin Sandi berjalan mengikuti Alex dari belakang.


"Pesanlah apapun yang kamu inginkan." kata Alex memberikan buku menu pada Sandi.


"Tuan mentraktir saya?" tanya Sandi girang.


"Ya, pesanlah apapun yang kau inginkan, aku yang akan membayar." kata Alex.


Sandi mengangguk senang lalu memesan apapun yang ingin Ia makan dan tentunya Sandi mencari yang harganya mahal, kapan lagi Ia bisa makan makanan mahal secara gratis seperti ini.


Setelah menghabiskan makanan yang Ia pesan Sandi teringat sesuatu.


"Tuan, bolehkah saya membungkus satu porsi saja?" tanya Sandi sambil tersenyum penuh harap.


"Pesan saja., apa kau akan membungkuskan Nisa?" tebak Alex yang membuat Sandi terkejut.


Kok Tuan bisa tau?


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN....

__ADS_1


__ADS_2