
Alex benar benar marah kali ini, ia berkali kali merutuki dirinya karena telah mengajak Ella berdansa. dan sekarang Ia melihat istrinya sedang disentuh oleh pria brengsek yang pernah menghancurkan hidupnya. Jika tau akan seperti ini, Alex tak akan sudi memasuki lantai dansa.
Saat ini, dia hanya bisa melihat dan memendam amarah karena rasanya tak mungkin jika Ia harus mengajak Ella keluar disaat musik masih menyala. Alex tak ingin merusak pesta milik Brata.
"Nikmati saja dansanya, Istrimu akan baik baik saja." bisik Rhea lembut yang tak digubris oleh Alex. Alex malah sibuk menatapi Ella yang terlihat takut berdansa dengan Rey.
"Sial, aku akan menghajarnya jika sampai dia melecehkan istriku." geram Alex, Rhea mendengar ucapan Alex pun tersenyum.
"Kau begitu mencintainya?" tanya Rhea yang masih saja tak dibalas oleh Alex karena bagi Alex sekarag Rhea bukanlah orang penting untuknya. dan lagi menjawab pertanyaan Rhea tidak menjadi prioritas untuknya.
Beruntung musik hanya menyala beberapa menit saja setelah itu Alex segera saja merebut Ella dari Rey dan mengajaknya keluar.
Ella yang mengikuti langkah lebar kaki Alex pun sudah pucat karena Ia takut jika Alex akan marah padanya, melihatnya tadi disentuh oleh pria lain.
Namun siapa sangka justru Alex memeluknya kala kini mereka berada ditaman hotel.
"Sayang maafkan aku, maafkan aku.. kamu pasti takut sekali tadi." kata Alex sambil mengelusi punggung istrinya.
Ella yang merasa nyaman dan aman dipelukan Alex pun seketika tangisnya pecah. entah kenapa Ella juga binggung mengapa Ia bisa secenggeng ini, hanya karena berdansa dengan pria lain membuatnya setakut ini. Bagi Ella Rey adalah pria menakutkan dan menjijikan apalagi saat Ia menyentuh pinggang dan mengatakan kata kata manis untuknya, sungguh membuatnya tak paham bagaimana bisa Rhea hidup dengan pria seperti itu.
Alex mengusap air mata Ella, "Apa dia menyakitimu?"
Ella menggeleng pelan, menghentikan tangisannya. "Tidak, hanya saja aku merasa jijik disentuh olehnya."
"Aku akan menghajar tangan kotornya karena telah berani menyentuh istriku dan membuat istriku menangis." geram Alex.
Ella pun terlihat khawatir melihat Alex begitu emosi dan marah "Tidak mas, jangan! aku sudah baik baik saja, lebih baik kita lupakan dan jangan pernah bertemu lagi dengannya."
"Tidak, aku akan memberi sedikit pelajaran untuknya karena berani menganggu kita!"
"Mas, aku mohon jangan. aku hanya khawatir terjadi sesuatu padamu." jelas Ella yang langsung membuat Alex tersenyum.
"Baiklah sayang, kali ini aku akan menurutimu." kata Alex lalu memeluk Ella lagi.
"Apa kau ingin pulang sekarang?" tanya Alex.
"Tapi pestanya belum selesai!"
__ADS_1
"Tak perlu menunggu selesai, lebih baik kita pulang sekarang. kau terlihat sangat lelah sayang."
Ella hanya mengangguk setuju, memang Ia juga ingin segera pulang dan pergi dari tempat ini,
"Ya sudah mas ayo kita pulang!"
"Tapi kita pamit dulu sama pak Brata ya." ajak Alex mengenggam tangan istrinya lalu keduanya pun memasuki tempat pesta lagi.
"Apa tidak menyenangkan pestanya, kenapa sudah mau pulang?" tanya Brata sedikit terkejut dengan Alex dan Ella yang berpamitan padanya.
"Pesta nya sangat menyenangkan pak, hanya saja kami memiliki putra dirumah yang mungkin menunggu kami."
Brata hanya tersenyum "Ah ya hampir saja aku lupa, melihat wajah kalian rasanya terlihat masih muda dan belum memiliki anak."
Alex hanya tersenyum menanggapi Pujian Brata.
"Baiklah jika kalian ingin pulang, terimakasih karena sudah hadir disini." kata Brata.
"Kami yang terimakasih atas undangannya pak." balas Alex, setelah berjabat tangan, Alex dan Ella pun segera keluar dari hotel tempat diadakannya pesta.
Hingga keduanya sampai diparkiran mobil, Alex masih begitu setia menggenggam tangan istrinya.
"Bukan karena kamu sayang, aku memang tak betah berlama lama disana." jelas Alex sambil mengelus puncak kepala istrinya.
"Kalian sudah mau pulang?" tanya Seseorang yang langsung saja membuat Alex maupun Ella melihat ke arah suara.
Rey, seketika tangan Alex mengepal ingin memukuli pria brengsek yang ada didepannya itu, jika saja tidak ada Ella pasti sudah habis pria ini.
Ella mempererat pegangannya pada Alex membuat Alex sadar jika Ella sedang ketakutan.
"Sayang, sekali! pestanya belum usai tapi kalian sudah mau pulang. padahal aku masih ingin berdansa dengan istri cantikmu ini." ungkap Rey membuat Alex mendidih hendak memukul Rey namun dengan cepat tangan Ella menahan nya.
"Nggak usah diladeni mas, lebih baik kita pulang sekarang." ajak Ella yang langsung saja dituruti oleh Alex.
Namun saat keduanya hendak memasuki mobil, Rey kembali bercuit "Aku masih belum bisa melupakan rasanya saat tangan ku memegang pinggang istrimu, pasti akan menyenangkan jika aku bisa merasakannya."
Kali ini dengan emosi memuncak, Alex berlari ke arah Rey dan,
__ADS_1
Bugh...
Bugh...
Bugh...
Alex memberikan bogeman pada wajah Rey, tak peduli dengan teriakan Ella yang mencoba menghentikan Alex.
"Mas, sudah! jangan seperti ini." kata Ella yang masih saja tak digubris oleh Alex.
Alex malah semakin kencang memukul Rey hingga wajah Rey babak belur.
"Aku bisa melakukan lebih dari ini jika kau berani menganggu rumah tanggaku lagi dan melecehkan istriku!" kata Alex mengakhiri pukulannnya lalu mengajak Ella memasuki mobil.
Bukan nya merasa kesakitan, Rey malah tersenyum puas melihat mobil Alex meninggalkan nya.
"Kau sudah senang sekarang?" tanya Rhea yang sebenarnya menyaksikan pertengkaran Alex dan Rey sejak tadi.
"Ya aku sudah sangat puas, setelah ini aku bisa mendapatkan apapun yang kuinginkan!" kata Rey tersenyum.
"Ya sudah ayo kita pulang sekarang." ajak Rhea datar lalu memasuki mobilnya lebih dulu.
Rhea sudah muak, dia benar benar tak bisa berbuat apapun lagi saat ini. demi Putrinya yang baru saja lahir Ia harus bisa bertahan dengan Rey yang kenyataannya sudah tak mencintainya lagi.
Ya semenjak 7 tahun yang lalu saat Rhea membantu Rey untuk menghancurkan Alex, Rhea pikir Rey akan menikahinya dan mencintainya namun nyatanya tidak sama sekali.
Rhea digantung hingga beberapa tahun, hanya dijadikan wanita pemuas nafsu Rey saja hingga setahun yang lalu Ia hamil dan beruntung Rey mau bertanggung jawab dan menikahinya.
Menyesal? sepertinya cukup mengelikan untuk Rhea karena Ia sangat mencintai Rey suaminya.
Sakit? tentu saja namun Rhea sudah biasa diperlakukan seperti ini oleh Rey bahkan Rhea sudah biasa berbagi ranjang dengan wanita lain setiap malamnya, karena setelah menikahi Rhea, Rey sudah tidak pernah lagi menyentuhnya.
Kini Rhea hanya bisa bertahan dan menjalani hidupnya yang memuakkan ini, menganggap semua ini hukuman dari Tuhan karena dulu Ia begitu tega menyakiti Alex, pria yang begitu mencintainya dulu.
Bersambung...
jangan lupa like vote dan komen yaaa...
__ADS_1
Tenang aja, konfliknya ringan kok nggak akan bikin nangis😁😂