
"Siapkan air hangat di bathup." perintah Hanna pada Nisa yang baru saja memasuki kamar Hanna.
"Baiklah Nona." Nisa memasuki kamar mandi dengan perasaan masih kesal, tentu saja kesal dengan Hanna, selama ini dia sudah setia pada Hanna namun nyatanya Hanna akan mengkhianatinya dengan mengoda kekasihnya, meskipun Hanna tak tau jika Sandi adalah kekasih Nisa tapi bukankah Hanna tak boleh melakukan itu dengan pria lain? padahal jelas jelas Hanna sudah bersuami.
Nisa selesai menyiapkan air hangat, bertepatan dengan Hanna yang sudah memasuki kamar mandi.
"Jangan keluar, aku ingin kau memijat badanku." kata Hanna yang tentu saja diangguki oleh Nisa.
Hanna mulai memasuki bathup, baru setengah kaki buru buru Ia keluarkan lagi "Kenapa airnya panas sekali!" teriak Hanna marah.
"Astaga Nyonya, maafkan saya." kata Nisa yang dengan cepat menambahkan air dingin.
Hanna mendengus sebal, kemudian Ia memasukan Kakinya lagi namun kali ini justru terasa sangat dingin.
"Kenapa kau ini? aku meminta air hangat bukan air panas atau air dingin." kesal Hanna.
"Maafkan saya Nyonya, saya akan mengantinya lagi." kata Nisa segera menambahkan air panas kedalam bathup.
"Sudahlah, keluar saja! aku akan mandi dengan air shower saja." kesal Hanna.
"Baiklah Nyonya, maafkan saya." kata Nisa lalu keluar dengan senyum devilnya.
"Rasain! siapa suruh godain pacar orang." batin Nisa terkekeh puas.
Selesai mandi, Nisa sudah menyiapkan baju yang akan dipakai oleh Hanna. tak berapa lama Hanna keluar dengan jubah mandinya.
"Pijat kepalaku." perintah Hanna.
Nisa mendekat lalu memberikan vitamin rambut serta pijatan dikepala Hanna.
"Aku benar benar kesal dengan Sandi." keluh Hanna "Dia terlalu setia pada Alex." kesal Hanna lagi. Hanna memang sering menceritakan kekesalan nya pada Nisa karena Nisa adalah orang kepercayaan Hanna.
"Memangnya apa yang Nyonya minta dari Sandi?" tanya Nisa ingin mendengar jawaban dari Hanna.
"Kenapa kau kepo sekali." balas Hanna membuat Nisa jengkel saja apalagi mengingat rekaman yang tadi Sandi berikan, tanpa Nisa sadari Ia memijat terlalu keras hingga membuat Hanna menjerit kesakitan.
"Argghhh... kenapa pijatan mu kasar sekali!" kesal Hanna.
"Maafkan saya Nyonya."
"Sudahlah .. lebih baik siapkan makan malam untuk ku! aku ingin makan disini." jelas Hanna.
"Baiklah Nyonya." Nisa segera keluar dari kamar Hanna dengan tersenyum puas. Huh salah siapa Hanna membuatnya kesal.
__ADS_1
"Apa yang kau buat untuk makan malam?" tanya Nisa saat sudah didapur.
"Steak daging, Nyonya Hanna minta Steak daging padaku." kata salah satu Maid yang bertugas memasak.
"Segera siapkan, aku akan membawanya keatas." kata Nisa yang langsung diangguki Maid itu.
Makanan sudah siap dinampan, saat dapur sepi Nisa menggeluarkan sesuatu dikantong celemeknya, bubuk warna putih lalu Ia taburkan di steak yang akan dimakan oleh Hanna. Setelah selesai, Nisa segera membawa makanan kekamar Hanna.
Hanna sudah berpakaian dan tengah duduk disofa sambil membaca majalah fashion, Nisa segera masuk dan menghampiri Hanna.
"Silahkan Nyonya." kata Nisa meletakan piring steak dimeja serta perlangkapan makan dan minum.
"Duduklah disini, ada yang ingin kukatakan padamu." kata Hanna, Nisa segera duduk disamping Hanna.
Hanna mulai menikmati makan malamnya, "Apa kau dekat dengan Sandi?" tanya Hanna.
Uhukk .. uhukk.. Nisa batuk karena terkejut Hanna menanyakan itu padanya.
"Ti-tidak Nyonya." jawab Nisa sedikit gugup.
"Aku ingin kau mendekatinya." kata Hanna sambil terus menyuapkan steak kedalam mulutnya.
"Ke-kenapa saya harus Nyonya?" tanya Nisa sedikit khawatir.
"Aku ingin mencari tau tentang Ella, dimana Ella tinggal sekarang, aku benar benar harus tau keadaan nya sekarang." kata Hanna menghentikan makan nya.
"Tentu saja Sandi sangat tertarik padaku bahkan tanpa aku menggodanya seperti kau menggoda Sandiku." batin Nisa lagi lagi kembali kesal.
"Aku mohon bantulah aku." kata Hanna yang melihat Nisa hanya diam saja.
Hanna mulai memeganggi perutnya, entah apa yang terjadi tiba tiba Ia berlari memasuki kamar mandi.
Nisa cukup tersenyum puas melihat efek dari obatnya mulai bereaksi. Nisa memberikan kaldu jamur di makanan Hanna, karena Nisa tau kaldu jamur membuat Hanna diare.
"Nyonya, apa Nyonya baik baik saja?" tanya Nisa pura pura khawatir, mengetuk pintu kamar mandi berulang kali, namun tak ada sahutan dari dalam.
Tak berapa lama Hanna keluar, "Kenapa perutku tiba tiba mulas? astaga aku harus masuk lagi." keluh Hanna yang baru saja keluar namun Ia masuk lagi.
Nisa yang melihat hanya terkekeh puas, jahat sih tapi mau bagaimana lagi Hanna yang memulainya berbuat jahat.
Hampir 3x Hanna masuk keluar kamar mandi hingga wajahnya terlihat pucat.
"Nyonya, apa Nyonya sakit? saya sudah panggilkan Dokter." kata Nisa saat Hanna keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Aku tak butuh Dokter, aku hanya butuh Alex!" kata Hanna dengan wajah pucat "Cepat kau temui Sandi, katakan padanya untuk menghubungi Alex dan mengatakan jika aku sedang sakit." perintah Hanna yang langsung diangguki oleh Nisa. Nisa segera keluar untuk menemui Sandi kekasihnya.
Sandi yang sedang asik bermain ponselnya mendadak Ia matikan kala melihat kekasihnya memasuki kamarnya.
"Sayang, apa kau sudah tak marah lagi padaku?" tanya Sandi terlihat sumringah saat Nisa duduk dipinggir ranjang.
"Katakan pada Tuan Alex jika Nyonya sedang sakit." kata Nisa masih cuek.
"Haa? sakit apa?" tanya Sandi.
"Kau terlihat peduli padanya." sinis Nisa menatap Sandi tajam.
"Astaga sayang, jangan seperti itu, aku hanya ingin informasi yang detail agar Tuan Alex tidak marah padaku." jelas Sandi terlihat frustasi "Lagipula kenapa kau masih saja kesal, aku bahkan tak tergoda pada Nyonyamu itu." kata Sandi yang kini mendadak kesal.
"Dia sakit diare." ketus Nisa yang sebenarnya ingin tertawa melihat Sandi yang frustasi karena Ia marah namun Nisa menahan nya.
"Baiklah, akan ku hubungi Tuan Alex, keluarlah jika sudah selesai." kata Sandi dingin membuat Nisa melotot tak percaya.
"Apa sekarang Sandi yang marah padanya?" batin Nisa.
Nisa terlihat mendengus sebal, lalu keluar tanpa mengatakan apapun. sedangkan Sandi hanya menghela nafas lelah, Ia ingin menghabiskan waktu liburnya bersama Nisa malah Nisa marah padanya. Sial sekali memang.
Alex dan Ella sedang asik bercanda bahkan mengoda satu sama lain tiba tiba ponsel Alex berdering membuat Alex kesal karena menganggu waktunya bersama Ella.
"Siapa?" tanya Ella saat melihat Alex menilik ponselnya.
"Sandi..."
"Angkat saja dulu, siapa tau penting." kata Ella yang diangguki Alex.
"Kenapa?" tanya Alex mengangkat panggilan dengan nada dingin.
"Aku tidak peduli." balas Alex lagi lalu menutup panggilan nya.
"Kenapa?" tanya Ella melihat mood Alex yang berubah buruk setelah menerima telepon.
"Hanna sakit." balas Alex malas.
Ella terlihat terkejut.
BERSAMBUNG.
..
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN.
.