ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
192


__ADS_3

Bianca memasuki mansion dengan perasaan senang, seharian bersama Rangga membuatnya kembali merasakan bahagia seakan dunia hanya milik mereka berdua, dan yang lain hanya numpang.


Seperti saat ini, Bianca berjalan tanpa melihat Ella memandangi nya dengan keheranan.


"Kamu kenapa sih dek? pulang kerja kayaknya seneng banget." tanya Ella saat sedang dibawah bersama Baby Liu menunggu Alex pulang.


"Eh..." Bianca terkejut karena ada Ella disana.


"Kamu tuh kenapa?" tanya Ella lagi.


"Nggak apa apa kok Kak, lagi seneng aja." Balas Bianca "Uhh, baby Liu gemesin banget sih." kata Bianca mencubit pipi Baby Liu sambil tertawa lalu pergi begitu saja, membuat Ella semakin dibuat heran dengan tingkah Bianca.


Tak hanya Bianca saja, Rangga pun juga begitu. memasuki rumah sambil mengulas senyum membuat Pakde dan Budhe yang sedang menonton televisi menjadi curiga dengan sikap riang Rangga yang tak biasa itu.


"Rangga kenapa sih pak? nggak kayak biasanya senyum aneh gitu." tanya Budhe khawatir.


"Tanya aja Buk sama orangnya."


Saat Rangga mendekat ke arah Budhe dan Pakde tanpa menunggu lagi Budhe pun segera bertanya pada Rangga "Kamu baik baik aja nak?"


"Lah emangnya Rangga kenapa Buk?" Rangga malah heran dengan pertanyaan ibunya itu.


"Habis kamu senyum senyum sendiri, nggak kayak biasanya." balas Budhe.


"Oohh, Rangga lagi seneng soalnya." balas Rangga tersenyum lebar.


"Abis dapet calon istri palingan itu buk." tebak Pakde.


"Ayah tau banget sih, doain ya yah Buk. semoga aja calon istrinya mau sama Rangga." balas Rangga sambil terkekeh.


"Beneran Ngga?" tanya Budhe yang langsung diangguki oleh Rangga.


"Syukur kalau gitu, yang penting cari calo istri yang seiman dan menerima kekurangan kamu." nasehat Budhe.


"Siap buk, ya sudah Rangga mau mandi dulu." kata Rangga berajak dari sana untuk mandi.


Rangga baru saja selesai mandi dan keluar dari kamar mandi, namun Budhe memperhatikan Rangga sedikit heran "Kamu udah mandi nak?"


"Udah dong Buk, lha ini udah bersih semua." balas Rangga.

__ADS_1


"Masa sih? tapi kok muka kamu masih kusem, apa kamu nggak cuci muka?" tanya Budhe membuat Rangga sedikit gugup.


"Cu-cuci muka kok Buk." balas Rangga lalu melewati Budhe begitu saja.


Rangga memasuki kamar segera menutup pintu kamarnya. "Ck, sayang banget kalau bekas ciumannya dicuci." kekeh Rangga sambil mengelusi pipi bekas ciuman Bianca.


Setelah ganti baju, Rangga hendak keluar untuk makan malam namun bunyi dering telepon menghentikan langkahnya.


"Dina?" Rangga mengeryit heran melihat Dina menghubunginya malam malam. namun Ia juga tak ada niat untuk menjawab panggilan Dina. Rangga kembali meletakan ponselnya di ranjang dan menatapi ponselnya berdering.


Rangga berpikir lebih baik Ia sedikit menjauhi Dina karena hubungannya dengan Bianca sudah membaik meskipun Ia belum meminta Bianca kembali padanya namun Ia tak ingin Bianca salah paham dengan kedekatannya dan Dina.


Lagipula Rangga cukup pesimis jika dirinya dan Dina akan menyatu karena dunia mereka berbeda jauh dan Rangga yakin sekali sampai saat ini Dina masih belum bisa menerima segala kekurangan Rangga karena Rangga sudah bisa merasakan meskipun mereka dekat baru beberapa bulan ini.


Satu hal yang saat ini membuat Rangga penasaran, jika Acca adik Alex dan Dina adik Alex, apa mereka saling mengenal dan bersaudara? tapi Rangga juga ingat jika dulu Acca mengatakan Ia anak tunggal tidak memiliki suadara jadi hubungan saudara seperti apa mereka ini? itulah yang sedari tadi Rangga pikirkan.


"Taulah, bodo amat mereka mau saudaraan, yang penting gue sama Acca bisa balik lagi."


...


Di mansion, Alex, Ella dan Bianca sedang makan malam dimeja makan.


"Betah banget kok kak." balas Bianca girang.


Alex dan Ella saling menatap, mereka dibuat heran dengan Bianca yang terlihat sangat senang sekali.


"Memang Bianca kerja sama mas Rangga?" tanya Ella.


"Iya aku jadi asistennya, kakak kenal juga sama Angga?" tanya Bianca keceplosan. "Eh Rangga maksud aku." kata Bianca mengulang ucapannya.


Alex dan Ella sama sama menatap curiga ke arah Bianca.


"Kalian nggak ada hubungan apa apa kan Bi?" tanya Alex menyelidik.


"Eng-enggaklah Kak, udah ah ngapain sih tanya tanya! aku mau langsung tidur aja biar besok semangat kerja lagi!" kata Bianca langsung bangkit dari duduknya. "Makasih ya kakakku tersayang buat makan malamnya." kata Bianca lansgung pergi meninggalkan meja makan.


"Kayaknya ada yang nggak beres deh sama Bianca." kata Alex menebak.


"Iya mas soalnya dari tadi pas pulang senyum terus, keliatan bahagia banget nggak kayak biasanya."

__ADS_1


"Aku curiga dia ada hubungan sama Rangga." tebak Alex.


"Nggak usah aneh aneh deh mas mikirnya lagian juga Bi sama mas Rangga kenal darimana coba?"


"Ya nggak tau juga, soalnya tadi pas mereka pertama ketemu kayak kaget gitu dua duanya." jelas Alex.


"Apa jangan jangan Bianca itu Acca mantan mas Rangga yang sampai sekarang belum bisa dilupakan mas Rangga itu?" tebak Ella.


"Haa? Acca?, apa mungkin ya?" gumam Alex.


"Aku juga nggak tau pastinya mas, cuma pernah denger cerita mbak Riska aja."


"Kalau sampai bener bisa rumit ini nanti ceritanya!" keluh Alex.


"Rumit gimana sih mas?"


"Ya rumit, aku aja rencana mau jodohi Rangga sama Dina trus Bianca sama anaknya Brata, tapi kalau kayak gini ceritanya bakal rumit sayang."


Bukannya ikut khawatir, Ella malah terkekeh "Lagian salah mas sendiri juga, ngapain sih pake jodohin mereka, udah pada gede kali mas bisa nyari sendiri!"


Alex mencubit hidung Ella gemas "Gitu ya, suami binggung nggak malah di bantuin mikir malah ngetawain." kesal Alex.


"Lha gimana coba, mas dari kemarin dikasih tau nggak nurut sih, udah dibilang nggak usah jodohin mas Rangga ee malah maksa, gimana kalau Bi sama dokter Dina suka sama mas Rangga trus mas Rangga milih salah satu, pasti satunya bakal tersakiti tuh mas." jelas Ella.


"Itu yang dari tadi aku khawatirin sayang, duh masa iya kejadian Mama mereka jadi keulang lagi sekarag."


"Memang ada kejadian apa mas antara Mamanya Dina dan Bi?"


"Mamanya Bi istri papa kedua sedangkan Mama Dina istri papa ketiga, mereka memang sedikit tak akur sampai anak anaknya pun juga ikut tak akur." Jelas Alex.


Alex menghela nafas, "Sepertinya ini akan sulit." gumam Alex.


Ella memandangi Alex, sebenarnya Ia kasihan dengan Alex namun biarlah ini menjadi pelajaran untuk Alex agar besok lebih berhati hati dalam mengambil langkah, apalagi jika sudah menyangkut hati, pastilah akan berat apalagi dua duanya adalah adik Alex, ya meskipun hanya adik tiri namun Alex sangat menyayanggi keduanya.


Bersambung.....


Sekali kali bikin babang Alex pusing yakk😂


jangan lupa like vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2