
Pagi harinya Ella sudah disibukan dengan berbagai pekerjaan. Menyiapkan keperluan Alex yang memang sudah akan berangkat kerja dan juga mengurus Baby Liu yang juga sudah bangun.
Beruntung ada Bik Sumi yang membantu memandikan Baby Liu hingga Baby Liu kini sudah wangi dan tampan.
Baby Liu berada diranjang Ella dan Alex. tengah asik menatapi Mommy nya yang sedang memasangkan dasi untuk Daddy Alex.
Alex yang gemas melihat wajah serius Ella pun mengecupi pipi Ella.
"Apa sih mas, tuh di liatin sama Baby Liu." protes Ella membuat Alex terkekeh.
"Baby pengen juga ya dicium sama Daddy, oke deh bakal Daddy cium." Ella selesai memakaikan dasi. Alex pun menghampiri Baby Liu yang tengah asik bermain mata menatap kesana kemari meskipun pandangannya masih belum jelas karena baru 2 hari lahir namun terlihat sangat mengemaskan.
"Sini Daddy cium." Alex menciumi pipi lembut Baby Liu yang membuat Baby liu mengeliat geli karena ada bulu rambut disekitar dagu Alex.
"Geli tuh mas, orang mas belum cukuran gitu malah diciumi." kata Ella melihat Alex menciumi putranya.
"Biarin ah, salah sendiri gemesin."
Setelah puas menciumi Baby Liu, keduanya pun turun untuk sarapan bersama sementara Baby Liu masih diatas ditemani Bik Sumi.
"Loh, anaknya mana kok nggak diajak turun?" tanya Budhe yang sudah berada dimeja makan bersama pakde karena memang semalam budhe sama pakde menginap dimansion.
"Baby Liu sama Bik Sumi diatas Budhe, oh ya Budhe sama Pakde bisa tidur kan?" tanya Ella, mengingat kadang orang tak bisa tidur jika menginap ditempat baru.
"Bisa kok, tuh pakde kamu sampai ngorok." adu Budhe membuat Ella dan Alex terkekeh.
"Keenakan tempat tidurnya jadi ngorok kan?" balas Pakde.
"Ya sudah Pakde sama Budhe tinggal disini saja bareng kami." tawar Alex.
"Nggak usah nak, kasian Rangga sama Riska sendirian dirumah."
__ADS_1
"Kan juga udah pada gede, lagian bentar lagi ada yang nglamar Riska juga." Alex keceplosan eh.
"Siapa memang yang mau nglamar Riska?" tanya Pakde begitu serius dan Budhe juga ikut menunggu jawaban Alex.
"Ya kan mbak Riska udah siap buat menikah, kali aja sudah ada calon yang akan melamar, gitu maksud mas Alex." Ella menjelaskan.
Budhe dan Pakde manggut manggut.
"Pakde pikir kalian sudah tau siapa pacarnya soalnya dia nggak pernah ngenalin pacarnya sama orang rumah." jelas Pakde.
"Budhe sih pengennya sama Dokter yang ganteng kemarin itu tuh, kan enak punya mantu Dokter kalau sakit ada yang ngobatin." kata Budhe yang membuat Alex menatap Budhe senang.
"Nah kalau itu Alex juga setuju." teriak Alex dengan lancang membuat semua orang yang disana menatap ke arahnya.
"Mas ini.." senggol Ella merasa tak enak.
"Maksud saya gini, kan mereka jarang bersama siapa tau aja mereka udah pendam perasaan sama sama suka, dari pada nanti takutnya terjadi sesuatu yang tak baik lebih baik kan segera dinikahkan." jelas Alex.
"Mau nya sih gitu nak, tapi apa dokter Vano mau menikahi Riska yang hanya orang biasa bukan wanita yang sepadan dengannya?" tanya Pakde.
"Syukur deh nak kalau gitu, kami sebagai orangtua kan menyadari kekurangan Kami hingga merasa tak pantas jika salah satu anak kami bersanding dengan orang yang memiliki status sosial tinggi." tambah Budhe.
"Kalau masalah itu, saya bisa jamin keluarga Vano tidak akan mempermasalahkannnya." imbuh Alex lagi yang langsung disambut senyuman lega Budhe dan Pakde.
"Udah udah. sarapan dulu, kalau ngobrol terus kapan sarapannnya?" protes Ella yang membuat semua orang terkekeh.
Selesai Sarapan, Ella mengantar Alex sampai depan mansion.
"Mas apa kamu yakin mau menjodohkan Vano dan Mbak Riska?" tanya Ella.
"Yakin banget lah sayang, apa kamu yang nggak yakin kalau kakak kamu nikah sama Vano?"
"Bukannnya gitu mas, aku pengen nya mereka bisa milih pasangannya sendiri tanpa campur tangan dari siapapun."
__ADS_1
"Justru ada yang harus ikut campur biar mereka tidak salah pilih pasangan, sudah sayang jangan dipermasalahkan lagi oke, percaya deh Vano itu orang baik meskipun kadang memang nyebelin tapi dia orang baik kok, aku juga percaya kalau Riska itu orang baik, jadi mereka cocok kan?" jelas Alex.
"Iya deh iya." balas Ella mengalah, toh kalau suaminya sudah menginginkan itu dia juga tak akan bisa melarang.
Ella mencium punggung tangan Alex, setelah itu barulah Alex mencium kening Ella.
"Aku berangkat dulu, nanti kalau ada apa apa langsung kabarin ya." kata Alex yang langsung diangguki Ella.
Alex berbalik dan terkejut melihat Sandi datang bersama Nisa yang membawa sebuah Papper bag.
"Sejak kapan kalian disini?" tanya Alex yang tadinya hanya melihat Sandi tak melihat Nisa, sementara Ella membuntuti suaminya mendekat ke arah Sandi dan Nisa.
"Tuan terlalu asik bercumbu dengan Non Ella sampai tak melihat Saya sudah disini sejak tadi." kata Sandi menggoda Alex.
"Maksud saya, kenapa istri kamu juga ikut? apa dia mau mengintil mu kerja? takut jika suaminya melirik wanita lain?" balas Alex.
"Bu-bukan Tuan, bukan seperti itu, saya kesini hanya ingin menjenguk Non Ella yang katanya sudah melahirkan sekalian melihat Babynya." Jelas Nisa.
"Ya udah yuk masuk, nggak usah dengerin omongnya mas Alex, dia memang suka bercanda." ajak Ella mengandeng tangan Nisa membawanya masuk.
Alex mencebik kesal "Orang lain dibelain terus, padahal kan masih seru bikin takut Nisa." gerutu Alex yang membuat Sandi tertawa.
"Untung aja Non Ella orangnya baik." celetuk Sandi.
"Jadi maksud kamu saya nggak baik gitu?"
"Eh yang bilang Tuan sendiri loh bukan saya." kekeh Sandi.
Sandi berani mengoda Alex melihat raut wajah bahagia Alex, coba saja Wajah Alex sedang mode galak, menyapa saja Sandi tak berani. tapi jika sedang bahagia seperti ini mau di goda seperti apapun tak akan marah.
"Jadi kita mau berangkat sekarang Tuan?" tanya Sandi.
"Tahun depan aja gimana." balas Alex menatap Sandi dengan tatapan tajam membuat Sandi terkekeh lalu membuka kan pintu untuk Alex.
__ADS_1
Bersambung....
Aku bakalan update 2x sehari jadi kalian jangan pelit buat ngasih Vote yaa... thankyou...