ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
189


__ADS_3

Vano berdecak kesal mendengar nama Bianca disebut dan lagi Bianca juga sedang berada disini.


Sepertinya Ia harus mengulur ususnya agar lebih panjang tak emosi jika mendengar Bianca mengejeknya nanti.


Ya Bianca dan Vano memang tak pernah akur, semua karena Bianca yang selalu mengunakan aib masa kecilnya untuk mengejek Vano.


Jadwal praktek Vano sudah selesai karena pasien sudah habis, Ingin rasanya Vano pulang saja tanpa menemui Bianca yang menunggunya di dalam ruangannya tapi jika Bianca sampai kerumah dan bertemu Riska bisa hancur reputasi jika Riska sampai mengetahui aib masa kecilnya, ya meskipun semua orang pasti mempunyai Aib masa kecil namun tetap saja Vano malu jika Riska mengetahuinya.


Dengan langkah malas, Vano memasuki ruangan nya dimana sudah ada Bianca disana.



Bianca terlihat mengenakan kaus putih polos dan jeans warna hitam berdiri sambil melihat lihat kantor Vano.


"Ck, cewek tomboy itu." batin Vano.


"Halooo abang gue." sapa Bianca ramah sementara Vano hanya mendegus sebal.


"Ngapain sih kesini?"


"Ck, kamu nggak kangen sama aku? ya ampun gitu ya mentang mentang udah punya istri sama aku jadi gitu!"


"Emangnya kapan aku bilang kangen sama kamu? mau punya istri atau enggak aku nggak pernah kangen sama kamu." kata Vano melepaskan jas dokternya dan kini hanya mengenakan kemeja saja.


"Siapa juga yang bilang kalau aku udah punya istri?" tanya Vano kesal.


"Kak Alex dong, kan abang di jodohin sama kak Alex kan makanya bisa punya istri." ejek Bianca.


Vano seketika terbahak, "Pede banget tuh orang , orang gue nyari sendiri." sangkal Vano tak ingin malu.


"Masa sih? tadi katanya gitu kok.. ya udah nanti aku tanya lagi sama Kak Alex." kata Bianca santai.


"Tanya sana, dasar tukang ngadu!"


"Ck, galak amat sih bang, mentang mentang udah punya istri!"


"Biarin aja napa sih, emang kalau ngeliat Lo bawaanya gue emosi terus!"


"Abang takut ya Aib nya aku buka kesemua orang apalagi ke istri abang, kayaknya bakal seru."

__ADS_1


"Jangan berani berani ya kamu! liat aja kalau sampai Lo berani gue cacah juga Lo."


"Duh takut..." kekeh Bianca. "Lagian Lo juga aneh deh bang masa ke sekolah pake pampers padahal udah kelas 3 sd ka-"


"Biancaa stoppp!" teriak Vano membuat Bianca terkikik. Vano memang beda dari saudara yang lainnya karena sampai umur 10 tahun masih memakai pampers kemanapun Ia pergi, entah apa yang membuat Vano seperti itu dan Hanya Bianca yang tau karena sejak kecil Vano dan Bianca sering bermain bersama.


"Kenalin sama istri Lo dong Bang, gue pengen deket sama dia, lumayan kan buat temen curhat!" kata Bianca.


"Temen curhat buat buka aib gue kan?" ketus Vano.


"Nah tuh pinter."


"Nggak, nggak akan gue kenalin." kata Vano tak bisa membayangkan jika Bianca menceritakan aib aibnya bisa bisa Malu setengah mati dia didepan istrinya.


"Oo gitu, oke biar besok gue kesana sendiri." ancam Bianca langsung membuat Vano panik..


"Ck, ngeselin banget deh Lo sumpah!"


"Atau jangan jangan bini Lo jelek ya bang makanya nggak mau ngenalin ke gue, takut malu kan?" Bianca mengira ira.


"Hahaha mana mau gue sama orang jelek! sorry selera gue masih tinggi." kata Vano dengan sombongnya.


"Udah dibilang Gue nyari sendiri, masih ngeyel!" Vano bangkit dari duduknya hendak keluar dari ruangannya.


"Gue mau balik! Lo Balik juga deh. jangan maksa buat ngenalin ke bini gue! gue belum siap." kata Vano lalu meninggalkan Bianca begitu saja diruangannya membuat Bianca kesal.


"Trus gue mau kemana dong?" binggung Bianca.


Kerumah Dina? ah tidak, Bianca tidak terlalu dekat dengan Dina atau bisa dibilang Dina lah yang tak pernah baik pada Bianca entah apa sebabnya.


"Mendingan pulang aja lah, main sama Baby Liu lagi." kata Bianca berajak dari duduk nya.


...


Paginya Alex dibuat terkejut dengan penampilan Bianca yang beda dari biasanya.


"Cantik banget kamu dek." puji Ella.


__ADS_1


sementara Alex masih menyadarkan dirinya, antara percaya dan tidak percaya.


"Kamu yakin mau pake hells kayak gitu? nggak jatuh nanti?" ejek Alex membuat Bianca kesal. mengingat Bianca dulu sangat tomboy dan sama sekali tak pernah mengenakan Heels karena lebih sering memakai sneakers.


"Gitu banget sih kak, aku sekarang udah berubah kali nggak setomboy dulu lagian ini kan hari pertama aku kerja jadi harus tampil beda, siapa tau nanti ada yang naksir." kata Bianca dengan nada genit membuat Alex geleng geleng kepala tak percaya.


"Apa benar ini adiknya?" begitulah pikirnya.


Didalam mobil saat perjalannan ke kantor, Bianca tak henti hentinya berbicara menceritakan banyak hal pada Alex, menceritakan kehidupan Bianca sewaktu kuliah di LA membuat Alex yang sedang fokus pada layar tab nya mendadak fokusnya buyar.


"Wah kantor kakak sekarang gede banget ya? jadi kakak semakin sukses dong sekarang" kata Bianca mengingat setelah terpuruk karena putus dari Rhea dan dijebak Rey membuat usaha Alex waktu itu bangkrut dan Alex harus memulai nya dari awal lagi.


"Kakak sukses dari dulu kali Bi." Alex pun segera keluar dari mobil dan berjalan memasuki kantor diikuti oleh Bianca.


Saat Alex memasuki kantor bersama Bianca mendadak seisi kantor gempar melihat bosnya datang dengan wanita cantik dan masih muda lagi. Bahkaan ada yang mengira jika Bianca adalah istri muda bosnya yang nantinya akan menguasai perusaan Alex.


Bianca heran ketika Alex malah mengajaknya keruangan Alex,


"Ck, aku kerja apa kak? kok malah di ajak kesini." protes Bianca.


"Sabar Bi, ini kakak lagi mikirin."


"Kalau ada yang kerjanya dilapangan aja kak biar bisa jalan jalan keluar trus!"


Alex hanya menggelengkan kepalanya, Ia lalu mengambil telepon untuk menghubungi seseorang.


"Kamu keruangan saya sekarang!" kata Alex lalu menutup panggilannya.


Bianca benar benar sudah tak sabar ingin mulaai bekerja hingga tak berapa lama pintu terbuka dan masuklah seorang pria.


Awalnya Bianca senyum sumringah namun saat mengetahui siapa yang masuk mendadak senyuman Bianca hilang, digantikan oleh pandangan tak percaya melihat pria yang juga memamdang Bianca dengan pandangan mata tak percaya.


"Kenapa kalian saling menatap seperti itu? apa kalian sudah saling mengenal?" tanya Alex curiga melihat sikap aneh kedua orang yang ada didepannya itu.


"Ti-tidak!" keduanya menjawab bersamaan dan sedikit gugup membuat Alex paham akan situasinya.


Bersambung....


Pasti tau kan siapa yang masuk? sedih karena jalan ceritanya udah bisa ditebak tapi tetep seneng karena kalian masih setia buat baca dan nunggu up nya.

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yaa..


__ADS_2