ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
75


__ADS_3

Nisa mematikan sambungan teleponnya, hendak bangkit dari sofa namun terkejut saat melihat Hanna berada dibelakangnya dengan wajah yang terlihat marah.


"Pengkhianat." kata Hanna tajam sambil menatap Nisa penuh amarah membuat Nisa mendadak takut.


"Nyonya, apa yang anda katakan? saya tidak mengerti." balas Nisa pura pura bodoh meskipun didalam hatinya Ia gugup setengah mati.


Hanna mendekati Nisa lalu menjambak rambutnya "Berhenti membodohiku! dan cepat katakan semuanya." bentak Hanna membuat Nisa mengaduh kesakitan.


"Saya benar benar tak mengerti apa maksud Nyonya, aduh."


"Cepat katakan semuanya atau aku akan membunuhmu sekarang juga." bentak Hanna lagi membuat Nisa langsung pucat.


...


Pagi ini Ella sudah menyiapkan sarapan untuk Alex, karena semalam Alex bilang jika ada urusan penting pagi pagi jadi Ella bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan Alex.


Selesai dengan urusan dapur, Ella berjalan memasuki kamarnya untuk membangunkan Alex yang masih terlelap.


Dengan perut buncitnya yang sekarang sudah ketara, Ella duduk disamping ranjang.


"Mas, bangun.. udah jam 6 lho, katanya mau ada meeting pagi." kata Ella sambil mengoyangkan tubuh Alex.


"Hmm, jam berapa?" tanya Alex masih dengan mata terpejam.


"Ish, kan aku udah bilang udah jam 6 Mas sayang." kata Ella yang membuat Alex tersenyum geli mendengar balas lembut istrinya itu.


Alex bangun lalu memeluk tubuh wangi istrinya yang sudah mandi itu.

__ADS_1


"Hmm, aku masih ngantuk! masih pengen meluk istriku yang udah wangi sepagi ini." kata Alex yang kini sudah pindah dipaha Ella membuat wajahnya menatap perut buncit Ella.


"Hello Baby, kamu kedinginan ya pasti, udah diajak mandi mommy pagi pagi gini." kata Alex sambil mengelus perut Ella membuat Ella tersenyum geli.


"Apa sih mas, orang mandinya aja pake air hangat kok, jadi ya nggak bakal kedinginan lah." kekeh Ella membuat Alex tersenyum.


"Kalau nggak ada meeting pagi rasanya masih males bangun, pengennya meluk kamu terus aja." curhat Alex.


"Penting banget ya mas, nggak bisa ditunda dulu?" tanya Ella.


"Enggak bisa sayang, penting banget soalnya." balas Alex.


"Kalau ditunda terus ntar bisa bisa malah kamu yang celaka karena aku tau sudah lama dia mengincar kamu dan pasti ada niat jahat juga buat celakai kamu." batin Alex masih memeluk Ella.


Sebenarnya Alex masih tak menyangka Hanna bukanlah wanita baik yang selama ini Ia pikirkan.


Alex tau jika Hanna dulunya bekas wanita malam tapi Alex pikir Ia menjadi wanita malam karena terdesak ekonomi tapi siapa sangka bukan hanya wanita malam saja tapi Hanna juga pembunuh. sejahat itukah wanita yang pernah Ia cintai itu?


"Eee malah ngalamun lagi sih mas." Sekali lagi Ella menyadarkan Alex.


Alex tersenyum lalu menerima bantuan Ella,


"Aku hanya nggak nyangka aja, kamu sedang hamil dan masih mau ngrawat suami lumpuh kayak aku."


"Ck, ngomong apa sih mas, udahlah nggak usah ngomong aneh aneh, sekarang lebih baik mas mandi biar Ella siapin bajunya buat kekantor." Kata Ella hendak keluar namun tangannya ditahan oleh Alex.


"Kenapa mas?"

__ADS_1


"Mandiiin." kata Alex dengan tatapan manja.


"Hmm, ntar minta nya aneh aneh mesti tambah lama." kata Ella sudah membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Hmm, enggak sayang, kan semalem udah 4 kali."


Ella tersenyum geli mengingat kejadian semalam, meski sedang sakit Alex masih bisa menggempurnya hingga ronde ke empat.


"Malah senyum senyum sendiri," gerutu Alex.


"Iya iya mas, aku mandiin."


Bersambung....


Part ini dikit karena aku mau ngasih bonus visualnya 😁


VISUAL...


BABANG ALEX 😍



Nona Ella



Si nenek lampir Hanna

__ADS_1



pada tau nggak mereka siapa?😁


__ADS_2