
Tadinya Alex membawa Baby Liu ke kamar untuk Ia berikan pada Ella agar diberikan asi namun Baby Liu malah kembali tertidur di pelukannya hingga Ia pun ikut berbaring sambil memeluk Baby Liu.
Pagi Harinya Ella dikejutkan oleh pemandangan yang membuat bibirnya tak berhenti menyungingkan senyum kala Ella melihat suaminya tertidur sambil memeluk Baby Liu.
Pelan pelan Ella mengambil Baby Liu, takut membangunkan Alex namun percuma saja karena Alex juga akhirnya bangun.
"Emangnya nggak capek apa mas tidur model kayak gini?" tanya Ella.
"Udah pagi toh? jam berapa?" bukannya menjawab, Alex malah bertanya balik pada Ella.
"Udah jam 5 pagi mas, kenapa sih?"
"Hmm, 1 jam lagi kita siap siap ya."
"Memang mau kemana?"
"Mendampingi Vano, kan nanti pukul 7 pagi mau nglamar Riska." balas Alex yang membuat Ella terkejut.
"Haa? pagi ini mas? kok mendadak banget."
"Kenapa? nggak suka kalau Vano lamaran trus cepet nikah, nanti nggak ada yang godain lagi gitu?" tanya Alex yang membuat Ella gemas dan mencubit Alex seketika.
"Kamu bener bener deh mas, ditanya baik baik malah kayak gitu jawabanya." Kesal Ella beranjak dari ranjang berjalan menuju kamar mandi tak memperdulikan Alex yang masih terkekeh menertawakan dirinya.
...
Tepat pukul 7 lebih 15 menit keluarga Vano sudah sampai dirumah Riska, beruntung semalam Riska sudah memberitahu keluarganya jadi sudah mempersiapkan untuk menyambut kedatangan tamu dari keluarga Vano yang jumlahnya tidak terlalu banyak.
Keluarga Vano juga sudah membawa banyak seserahan untuk Riska. Alex dan Ella pun turut hadir disana sebagai perwakilan dari keluarga Vano.
"Jadi maksud kedatangan kami disini ingin melamar Riska putri bapak untuk Vano keponakan kami." kata Rizal yang tak lain adalah adik dari ayah Vano. karena sudah lama Ayah Vano meninggal jadi Rizal lah yang mengantikan posisi Ayah Vano.
"Kami sebagai pihak perempuan merasa terhormat karena kedatangan bapak dan ibu semuanya, dan kami menyerahkan semua jawban pada putri kami, Riska." balas Pakde.
"Bagaimana Riska apa kamu menyetujuinya?" tanya Pakde pada Riska.
Semua orang memandang Riska yang menunduk penuh harap, apalagi Vano yang merasa jantungnya ingin copot menunggu jawaban dari bibir Riska yang terasa lama.
Riska pun mengangguk pelan sebagai jawaban jika dia menyetujui lamaran ini membuat semua orang yang ada disana mengucap syukur.
Alhamdulilah...
__ADS_1
Vano sendiri pun gemas melihat tingkah malu malu Riska, rasanya ingin segera menelanjanginya eh salah rasanya ingin segera mengucap ijab kabul sekarang juga.
"Lalu kapan rencana pernikahan akan diadakan?" tanya Rizal pada Pakde.
"Minggu depan." bukannya pakde yang menjawab malah Vano yang menjawab dengan lantangnya membuat semua mata memandang ke arahnya.
"Apa nggak terlalu cepat nak?" tanya Pakde.
"Bukannya lebih cepat lebih baik ya pak?" kata Vano yang langsung mendapat senggolan dari Wina mamanya.
"Iya benar sekali, tapi persiapan juga tak bisa dilakukan dalam seminggu." kata Pakde, Riska pun juga menyetujui ucapan Ayahnya. Cukup kesal dengan Vano bisa bisanya ia mengajak seminggu lagi padahal tadinya Riska pikir sebulan lagi atau bahkan beberapa bulan lagi lah ini malah seminggu lagi.
"Kalau masalah persiapan, Pihak kami bisa membantu mempersiapkan segalanya, Jadi bagaimana pak? apa bapak setuju." tanya Rizal mewakili perasaan keponakannya yang sudah ngebet nikah itu.
Alex sendiri pun dibuat geleng geleng kepala oleh kelakuan Vano. Kemarin saja bilangnya tidak mau menikah, sekarang malah minta dipercepat memang benar benar si Vano itu.
"Bagaimana nduk?" tanya Pakde pada Riska yang terlihat kesal.
"Riska ngikut aja Yah," balas Riska yang membuat semua orang kembali mengucap syukur.
Setelah pembicaraan masalah pernikahan selesai pun mereka kini terlihat santai menikmati hidangan yang disediakan.
Ada yang mengambil makanan, ada pula yang hanya ngemil dan ngeteh.
"Aduh mah, sakit! mama kenapa sih?" tanya Vano sebal mengingat mamanya suka sekali mencubitnya.
"Kamu ini yang apa apaan, bisa bisanya kamu minta seminggu lagi? memangnya cukup waktu segitu buat persiapan pernikahan?" tanya Wina kesal.
"Ck, mama ngapain sih ikutan pusing masalah kayak gini? kan ada brother Alex yang bakalan bantuin kita." balas Vano sambil melirik saudaranya yang kini tengah disuapi makan oleh Ella.
"Nggak usah ngarep, siapa juga yang mau bantuin Lo." balas Alex acuh.
"Ck, Lo aja dulu bisa kan mempersiapkan nikahan Lo cuma sehari, masa gue nggak bisa sih kan malah seminggu." kata Vano membuat Alex dan Ella ingat jika pernikahan mereka dulu memang hanya butuh persiapan satu hari saja.
"Ya, ya.. bantuin gue lah, biar berguna juga jadi saudara." kata Vano membuat Alex gemas lalu melemparkan bungkus rokok yang ada disana.
"Ck, mas nggak sopan ada Tante juga." Kata Ella mengingatkan.
"Santai aja Ella, mereka udah biasa kayak gini dari dulu." kata Wina.
"Pokoknya Lo harus bantuin gue, harus dan wajib banget." paksa Vano yang membuat Alex memutar bola matanya malas. Vano pikir siapa yang membuatnya sejauh ini jika jika bukan karena Alex.
"Selamat ya mbak, akhirnya nikah juga." kata Ella kala menaruh piring kotor dibelakang dan melihat Riska dengan raut kesalnya.
__ADS_1
"Ck, sebel banget deh La sama Vano, dia tuh nggak sabaran banget." curhat Riska.
"Nggak usah marah mbak, mungkin Mas Vanonya udah nggak sabar buat halalin mbak." goda Ella.
"Ya kan nggak seminggu juga kali La, mana bisa persiapan kalau cuma seminggu." keluh Riska.
"Udah mbak nurut aja, dulu waktu sama mas Alex malah cuma sehari doang."
"Ck, horang kaya memang gitu kali ya."
Ella terkekeh "Iya mungkin mbak."
Acara lamaran pun selesai dan sudah diputuskan pernikahan nya minggu depan.
Kini Ella dan Alex pun sudah berada didalam mobil perjalanan pulang.
"Nggak nyangka deh mas, kok mas Vano bisa ya minta pernikahannya satu minggu lagi." kata Ella.
"Ck, dia nggak sabar mau ngerasain enak enak!"
"Ih mas mesum!!"
Alex terkekeh "Ya emang gitu, Dia sudah menjaga dirinya dengan baik selama ini, nggak pernah aneh aneh, semoga saja besok Riska tak mengecewakannya."
"Tapi mas bilang pas di klinik kemarin kalau mas Vano itu nakal?"
"Itu cuma akting aja sayang biar Vano cepetan nikahin Riska, aslinya mah dia cupu banget kalau masalah ginian." kekeh Alex.
"Mas tuh ya, jail banget asli!"
Alex hanya terkekeh,
"Oh ya sayang, apa kamu mau mengulang pernikahan kita yang dulu?" tanya Alex.
"Mengulang gimana mas?"
"Ya dulu kan kita nikahnya buru buru, jadi apa sekarang kita mulai dari awal lagi, lamaran romantis trus pesta pernikahan sama honeymoon?.
"Nggak usah mas, kayak gini aja aku udah bersyukur kok." balas Ella yang membuat Alex mengambil tangan Ella lalu menciumnya.
"Bener bener beruntung kayaknya aku nikah sama kamu." kata Alex yang langsung membuat Ella merona.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen pemirsaahhh...