
Alex sedang disibukan dengan setumpuk berkas setelah hampir 3 hari lamanya Alex tak berangkat ke kantor. Bukan tanpa alasan Alex tak ke kantor karena selama 3 hari Ander demam yang membuat Alex menemani Ella merawat Ander.
Dan ditengah tengah padatnya pekerjaan nya, Sekretarisnya datang mengatakan jika ada seseorang yang menemuinya.
"Siapa?" heran Alex pasalnya Ia tak memiliki janji dengan siapapun.
"Saya ti-"
"Aku..." belum sempat Riri mengatakan siapa yang datang, Rey sudah memasuki ruangan Alex.
"Rey? kau sudah bebas." Alex terlihat terkejut melihat kedatangan Rey yang sama sekali tak Ia sangka.
Sekretaris Alex segera keluar dan Rey mendekat duduk di depan Alex.
"Tentu saja aku sudah bebas, kau terlihat tak menyukainya teman?"
"Ck, kau selalu berburuk sangka padaku." gerutu Alex membuat Rey terbahak.
"Kau tau sekarang aku seperti gembel. dan aku butuh pekerjaan jadi aku datang. bukankah kau dulu sudah berjanji akan membantu ku jika aku sudah keluar?"
Alex tersenyum, Ia pikir Rey hanya bercanda waktu itu. Namun Alex memang sudah menyiapkan semuanya pada Rey.
"Aku akan memberikan salah satu cabang perusahaan ku dan kau bisa mengurusnya." Alex bangkit mengambil sesuatu di brankas miliknya.
Alex meletakan sebuah kunci dan beberapa kartu pada Rey.
"Ini apartemen dan mobil yang akan kau gunakan."
Rey tentu saja terkejut dengan semua pemberian Alex.
"Benarkah? apa ini semua untuk ku?"
__ADS_1
Alex memgangguk, "Aku sudah menyiapkan sejak lama dan akhirnya kamu datang juga."
Jika Rey adalah seorang wanita mungkin Ia akan menangis terharu lalu memeluk Alex atas apa yang baru saja Alex berikan padanya.
Namun Rey seorang pria mana mungkin dia melakukan hal seperti itu.
"Thank you, nggak tau lagi mau bales Lo kayak gimana lagi." cukup menyesal rasanya Rey dulu pernah sejahat itu dengan Alex.
"Bukan masalah besar, cukup berubahlah menjadi orang baik dan hiduplah lebih baik." kata Alex yang entah mengapa begitu menyentuh relung hati Rey hingga membuatnya meneteskan air matanya.
"Hey, kau menangis? apa kau gila?" sentak Alex antara ingin menertawakan dan ikut menangis bersama Rey.
"Aku sudah menahan nya sejak tadi. rasanya sangat sulit untuk menahan nya sekarang." keluh Rey membuat Alex terkekeh.
Setelah selesai, Rey segera pergi dari ruangan Alex. Cukup kagum karena Alex memberikan barang barang mewah untuknya. mobil mewah dan apartemen mewah serta diberikan salah satu cabang perusahaan Alex. Rasanya sungguh luar biasa untuk Rey.
Rey memandangi kunci dan kartu pemberian Alex, "Ya sepertinya memang harus berubah hidup lebih baik lagi."
Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan, sudah 3 bulan lamanya Rey keluar dari penjara dan sudah terbiasa hidup normal.
Siang ini Rey berniat untuk mencari makan siang diluar karena Ia bosan dengan menu makanan kafetaria. Meskipun Rey seorang bos di salah satu cabang perusahaan Alex namun Ia tak segan untuk makan bersama dengan para karyawan di kantor.
Ditengah perjalanan Rey melihat ada mobil mogok di jalanan sepi. dan akhirnya karena sifat kemanusiaan Rey berhenti dan mendekati pengemudi mobil yang mogok itu.
Namun siapa sangka pemilik mobil mogok adalah Dina, seseorang yang Ia kenal.
Wajah Dina terlihat pucat, sepertinya Ia sedikit ketakutan apalagi beberapa kali Rey melihat Dina tengah menelepon seseorang namun tak mendapatkan respon.
"Ada apa dengan mobilmu?" tanya Rey membuat Dina terjengit kaget lalu menatap Rey.
Siapa sangka respon Dina yang tadinya terkejut berubah sumringah lalu memeluk Rey membuat Rey yang sekarang terkejut dengan perlakuan Dina.
__ADS_1
"Ops, sorry kak... seneng banget soalnya ada yang datang. aku takut banget tadi di sini." jelas Dina.
Rey hanya terkejut dan sudah lama Ia tak dipeluk seorang wanita jadi respon nya sedikit aneh.
"Mobilmu kenapa?" tanya Rey sedikit gugup.
"Nggak tau kak tiba tiba mogok, trus juga udah telepon bengkel nggak datang datang."
"Coba aku lihat," belum sempat Rey mengecek mobil Dina, seorang pria yang sepertinya montir mobil datang.
Akhirnya Dina meninggalkan mobil bersama montir langganan nya.
"Ayo kuantar mau kemana?" tawar Rey pada Dina.
Dina mengerutkan keningnya lalu melihat sebuah mobil yang tak jauh dari mobilnya.
"Ck, dulu aja bilangnya nggak punya apa apa." gerutu Dina setelah melihat mobil mewah milik Rey.
Rey terkekeh, "Alex yang memberikan nya padaku."
"Benarkah?"
Rey mengangguk, "Jadi ayo ku antar."
Akhirnya Dina menuruti Rey, memasuki mobil Rey.
Didalam perjalanan mereka bercerita banyak hal, termasuk kisah cinta keduanya hingga Dina menatap ke arah Rey dan...
"Apa kak Rey mau menikah dengan ku?"
Next....
__ADS_1