
Ella berjalan menuju ruang tamu kala Bik Sumi mengatakan jika Ani yang datang. Sedikit membuat Ella penasaran memang karena sepagi ini Mbak Ani sudah datang, mengingat lagi semalam pertemuan mereka berakhir kurang baik juga.
"Mbak Ani..." sapa Ella yang kini sudah mencuci wajahnya.
"Hay El, sory ya pagi gini udah ganggu kamu." kata Ani sedikit ramah tidak ketus seperti semalam.
"Nggak apa apa mbak, aku juga nggak sibuk kok."
"Oh ya, ni aku buatin sarapan buat kamu dan suami kamu." kata Ani memberikan rantang berisi makanan.
"Duh mbak Ani malah repot repot sih." kata Ella merasa tak enak.
"Santai aja, oh ya aku juga mau minta maaf buat yang semalem, aku nggak maksud buat kamu sedih, aku cuma pengen kamu tau kenyataan aja biar bisa sadar diri." kata Ani.
Ella tersenyum "Aku justru yang makasih sama mbak Ani, karena mbak Ani udah ngasih tau aku semuanya."
"Hm, bagus deh kalau gitu," kata Ani "Oh ya yang semalem gimana kamu udah ngomong sama suami kamu belum masalah kerjaan buat aku?" tanya Ani.
"Udah kok mbak, tapi maaf banget ya mbak kayaknya udah nggak butuh mas Alex nya." kata Ella sungkan dan terlihat jelas sekali perubahan raut wajah Ani.
"Apa nggak bisa kamu usahain El?" tanya Ani sedikit memaksa.
"Maaf mbak, untuk saat ini kayaknya memang lagi nggak butuh, tapi kalau nanti sewaktu waktu mas Alex butuh, mbak Ani orang pertama yang aku kabarin." jelas Ella.
"Tapi aku maunya sekarang!" ketus Ani.
"Maaf Mbak, tapi untuk sekarang memang nggak ada."
"Ck, ya udahlah, nyesel deh minta tolong sama kamu." ketus Ani membuat Ella menghela nafas kesal karena ucapan mbak Ani masih saja menyebalkan.
"Siapa sayang? kok lama banget?" tanya Alex yang berjalan kearah Ani dan Ella.
Mata Ani langsung saja menatap ke arah suami Ella yang sangat tampan itu. Terlihat macho apalagi badan Alex juga sixpack, membuat Ani takjub, sangat berbeda dengan Dedy kekasihnya yang krempeng tak berotot.
"Mas, ini kenalin mbak Ani, tentangga sini." kata Ella.
Alex menyalami tangan Ani, dan melihat Ani menatapnya dengan tatapan yang tak biasa membuat Alex sedikit risih.
"Ya udah, lanjutkan saja obrolan kalian." kata Alex hendak pergi namun suara Ani membuat Alex menghentikan langkahnya.
"Tuan, apa tuan Yakin tidak ada lowongan kerja untuk saya?" tanya Ani memberanikan diri.
"Jadi Dia yang kamu bilang tadi?" tanya Alex pada Ella.
Ella hanya mengangguk "aku udah bilang kalau mas udah nggak butuhin lagi."
__ADS_1
"Iya memang saya sedang tidak membutuhkan saat ini, maaf jika mengecewakanmu." Kata Alex
"Ya sudah." balas Ani terlihat kesal "Kalau gitu saya permisi dulu." kata Ani langsung keluar begitu saja.
"Marah tuh temen kamu!" kata Alex.
"Ck, aku jadi nggak enak mas, apa kita kasih kerja aja ya dimansion?" tanya Ella.
"Nggak usah lah yank, kayaknya bukan orang baik tuh." tebak Alex.
"Hus, nggak boleh ngomong gitu mas." kata Ella yang hanya disenyumi oleh Alex.
Sementara Sandi yang tengah mengelap mobil, melihat Ani keluar dengan wajah cemberut, tidak sesumringah saat masuk tadi.
"Udah mbak?" tanya Sandi kala Ani melewati dirinya.
"Kepo benget sih, kerja yang bener!" bentak Ani lalu pergi meninggalkan pekarangan rumah Ella membuat Sandi geleng geleng kepala dibuatnya.
"Padahal tadi ramah banget, kenapa sekarang bisa ketus gitu ya?" gumam Sandi,
"Bentar bentar, jangan jangan dia yang dimaksud sama Riki kemarin." tebak Sandi segera mengambil ponselnya yang ada dikantong celana lalu mendial nomer seseorang.
...
"Sumpah, nyebelin banget sih! udah dibela belain nggak berangkat kerja buat masak pagi pagi trus kesana ee hasilnya Zonk." gerutu Ani sambil terus berjalan. Tadinya Ani mau berangkat kerja namun saat melihat ada mobil terparkir dirumah Ella, Ani membolos kerja demi bertemu dengan calon majikannya itu namun siapa sangka disana Ani malah mendapatkan penolakan dari Alex, membuat Ani kesal saja.
"Ck, kalah jauh lah Ella sama aku, masih cantikan aku gini kok si Alex itu bisa bisanya nggak ngelirik sama sekali." gerutu Ani.
"Aku cariin kamu dirumah nggak ada ternyata disini?" suara Dedy mengejutkan Ani.
"Aku nggak kerja." kata Ani masih ketus.
"Masih marah? harusnya aku yang marah kenapa malah kamu yang marah?" heran Dedy.
"Ya udah marah aja, aku nggak peduli." kata Ani cuek.
"Kamu ini sebenarnya kenapa? udahlah nggak usah diperbesar lagi masalahnya, kita lupain aja oke?" kata Dedy.
"Nggak bisa, aku masih kesel sama kamu." kata Ani lalu pergi meninggalkan Dedy.
Dedy hanya menggelengkan kepalanya lalu pergi dari sana.
...
"Mas nggak mau nyobain masakan mbak Ani?" tanya Ella kala Alex sama sekali tak menyentuh makanan dirantang Ani.
__ADS_1
"Nggak ah, aku makan ini aja." balas Alex cuek "Kasih ke sandi saja sana." kata Alex lagi.
"Lho Sandi masih disini?" tanya Ella.
"Masih! kan aku jam 10 ada meeting lagi jadi aku suruh nunggu aja disini dari pada bolak balik." kata Alex.
"Ya udah kita ajak sarapan bersama aja." kata Ella tanpa menunggu jawaban Alex, Ella segera berjalan keluar.
"Baiknya kebangetan." gerutu Alex.
"Tapi itu yang bikin Den Alex cinta." celetuk Bik Sumi yang juga ada dimeja makan.
"Bibik bisa aja." kekeh Alex.
"Oh ya, semalem ada kejadian apa Bik kok sampai Ella nangis?" tanya Alex saat Ella masih belum kembali.
"Ya gara gara Cewek yang baru aja datang tadi Den, ngata ngatain Non Ella bikin Non Ella sedih." jelas Bik Sumi.
Alex terlihat menghela nafas, sepertinya dia harus menyelidiki siapa Ani itu.
"Tapi jangan bilang sama Non Ella yang Den, nanti saya dimarahin."
"Santai aja Bik, lagian emangnya Ella bisa marah marah?" kekeh Alex.
"Ya nggak bisa sih Den," kekeh Bik Sumi "Tapi kan nanti Non Ella jadi nggak mau cerita sama Bibik Lagi."
"Iya deh Bik, santai aja! aku cuma penasaran aja kok soalnya nggak biasanya Ella nangis gitu." jelas Alex.
"Iya memang Den."
"Udah ayo sini..." Ella terlihat menarik Sandi agar mau masuk, Alex dan Bik Sumi hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Ella.
"Tapi Non, nggak usah, saya masih kenyang." kata Sandi menolak.
"Memangnya kamu makan apa? sudah ayo jangan bohong, nggak usah takut sama Mas Alex." kata Ella masih memaksa.
"Seriusan Non, saya baru saja minum kopi dan makan gorengan jadi saya sudah kenyang." jelas Sandi.
"Padahal mau diajak makan bareng juga!"
"Kalau saya tau Non Ella mau ngajak makan, tadi nggak saya habisin gorengannya, lagian biasanya saya nggak dikasih makan sama Tuan sih." adu Sandi yang langsung mendapat delikan tajam dari Alex.
"Ampun Tuan!!" Sandi terkekeh dan segera berlari keluar.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN..