
Pagi ini Ella bangun lebih awal dari biasanya karena Ia ingin segera mengantar motor untuk kakak nya Riska.
Setelah menyiapkan semua keperluan Alex, Ia berniat membangunkan suaminya untuk pamit pada suaminya yang masih tidur itu.
"Mas, bangun." kata Ella sambil mengoyang goyangkan badan suaminya.
"Mas, bangun dong." kata Ella lagi.
"Jam berapa?" tanya Alex dengan mata masih terpejam.
"Jam 6, mas bangun dulu."
Dengan malas, Alex membuka matanya yang masih mengantuk dan terkejut melihat Ella sudah rapi dengan dress motif bunga selutut serta rambut yang Ia gulung ke atas serta bando mutiara yang membuatnya terlihat sangat cantik.
(seperti inilah kira kira ootd Ella😁)
"Cantik banget mau kemana?" tanya Alex.
"Apa sih mas, biasanya juga gini kan, aku kan semalem bilang mau kerumah pakde pagi biar nanti mbak Riska langsung bisa bawa motornya." jelas Ella.
"Trus aku gimana sayang? yang ngurusin aku siapa?" keluh Alex.
"Bajunya mas udah aku siapin di meja tuh lengkap sama dasi dan juga sepatunya trus kalau masalah sarapan udah ada yang bikin mas dibawah, jadi aku berangkat sekarang nggak apa apa kan ya?" tanya Ella membuat Alex berdecak kesal.
"Iya deh iya." balas Alex malas.
Ella mengambil tangan suaminya lalu dicium punggung tangan suaminya.
"Rok kamu pendek banget sih." protes Alex melihat baju yang dipakai Ella.
"Ini juga yang beliin kamu kan mas,"
"Ganti ah itu pendek banget nanti kalau ada yang ngintip gimana?" protes Alex lagi.
"Ya ampun mas, nggak bakal ada yang ngintip, lagian nih aku pakai celana sampai paha gini." kata Ella menyibak rok yang Ia kenakan dan memperlihatkan celana pendek hitam yang Ia kenakan.
"Ya udah sana, maaf nggak bisa nganter soalnya mau ada meeting pagi ini." kata Alex yang langsung diangguki Ella.
"Enggak apa apa mas, aku kan juga dianter pak Tulus sama Bik Sumi, trus motornya di bawain sama Romi." jelas Ella.
"Ya udah, kalau ada apa apa hubungi aku ya.' kata Alex mengecup kening Ella.
"Siap deh mas."
Ella segera berjalan keluar kamar karena dibawah Pak Tulus dan Bik Sumi sudah menunggunya.
__ADS_1
Sementara dirumah Pakde dikejutkan oleh kedatangan Romi yang membawa sebuah sepeda motor matic yang terlihat masih sangat bagus.
"Cari siapa ya?" tanya Rangga yang memang sedang memanasi motornya didepan rumah.
"Saya di utus kesini untuk mengantar motor ini mas."
"Lho siapa yang nyuruh?"
Baru saja ditanyakan, mobil yang Ella naiki memasuki pekarangan rumah Pakde.
"Ahh, Ella ternyata." tebak Rangga kala melihat Ella keluar dari mobil.
"Pagi mas," sapa Ella pada Rangga.
"Pagi El, tambah cantik aja sekarang." puji Rangga.
"Mas Rangga bisa aja, oh ya mbak Riska mana?" tanya Ella.
"Tuh masih bantuin Ibu masak."
"Ya udah aku masuk ya mas." kata Ella segera memasuki rumah Pakde diikuti Bik Sumi.
"Lho nak, kamu kesini?" tanya Pakde tengah duduk santai di sofa ruang tamu sambil menikmati kopi dan juga pisang goreng yang masih hangat.
"Pakde sudah sembuh?" tanya Ella.
"Syukurlah kalau gitu, Ella masuk ya pakde mau ngomong sama mbak Riska." kata Ella yang langsung diangguki Pakde.
"Bik Sumi, duduk disini aja nggak apa apa." kata Ella.
"Iya Non." Bik Sumi pun ikut Duduk dengan Pakde.
Ella segera berjalan menuju dapur, dan melihat Budhe serta Mbak Riska tengah memasak sambil mengobrol.
"Pagi Budhe, Mbak Riska." sapa Ella yang mengejutkan keduanya.
"Lho Ella." baik Budhe maupun Mbak Riska cukup terkejut dengan kedatangan Ella sepagi ini.
"Tumben Nak kesini pagi pagi gini?" tanya Budhe.
"Iya, mau nganter motor buat Mbak Riska, semalem mas Alex udah cerita sama aku jadi aku nganter motornya sekarang aja biar bisa langsung dipakai kerja mbak Riska." jelas Ella yang membuat raut wajah Riska sumringah.
"Beneran? aku pikir suami kamu bercanda semalem." kata Riska tampak senang sekali.
"Motornya udah ada diluar mbak,"
"Duh makasih ya Ella, oh ya bilangin makasih juga sama suami kamu, eh nggak usah lah biar nanti aku bilang sendiri pas dikantor." kata Riska lalu berlari keluar untuk melihat motor pemberian Alex.
__ADS_1
Sementara Ella hanya tersenyum sambil menggelngkan kepalanya, cukup lega karena bisa membuat kakak sepupunya itu bahagia.
"Sebenernya ada apa sih?" tanya Budhe yang terlihat masih kebinggungan.
Ella pun segera menceritakan semuanya pada Budhe perihal kejadian semalam saat Alex mengantar Riska pulang karena ditinggal oleh Rangga.
Sementara Riska yang berlari keluar rumah terlihat senang sekali apalagi motor yang Alex berikan adalah motor yang sudah lama Ia idamkan.
"Norak!" cibir Rangga kala melihat Riska mengelusi motor barunya itu.
"Apa sih bang, syirik aja." balas Riska sambil menjulurkan lidahnya.
Sebelum berangkat kerja Keluarga pakde sarapan bersama begitu juga dengan Ella dan Bik Sumi yang ikut sarapan bersama dengan keluarga Pakde.
"Lagian kamu Rangga, bisa bisanya kamu ninggalin Riska!" kata Pakde marah saat tau jika semalam Riska ditinggal oleh Rangga.
"Ya maaf pak, Rangga keburu capek lagian Riska lembur sampai malam, aku kan kemarin bilang sama Bapak kalau malemnya mau aku jemput, eee si Riska malah nggak ngechat sih jadi ya bukan salah aku dong." jelas Rangga tak terima.
"Kenapa juga Riska nggak ngechat Rangga waktu pulang?'' Giliran Riska yang ditanya oleh Pakde.
"Abis udah terlanjur kesel sama bang Rangga." kata Riska sambil merenggut.
"Kalau kayak gini kan kalian jadi ngrepotin Tuan Alex sama Ella lagi." kata Budhe menimpali.
"Udah Budhe, nggak apa apa lagian sayang juga motornya kalau nggak ke pake." kata Ella.
"Tetep aja, kami nggak enak sama suamimu malah bantuin pakde sama Budhe terus." timpal Pakde.
"Nggak apa apa Pakde, selama ini keluarga pakde juga selalu bantuin Ella kan?" kata Ella.
"Ya udahlah, aku berangkat dulu mau nyobain motor baru." kata Riska senang, menyambar kunci motornya tak lupa mencium tangan Budhe dan Pakde.
"Sekali lagi makasih ya Ella!" kata Riska lalu pergi keluar.
"Ck, dasar pamer!" gerutu Rangga yang langsung di kekehi oleh Ella.
Sudah lama Riska tak mengendarai motor, mungkin terakhir mengendarai motor sewaktu Ia masih kuliah sebelum motornya Ia jual untuk biaya skripsi karena waktu terakhir sebelum lulus kuliah semua usaha Pakde mengalami kebangkrutan hingga membuat Riska harus menjual motor kesayangannya.
Dan ini kali pertamanya, memang sedikit takut tapi Riska yakin nanti juga akan terbiasa lagi.
Saat Riska hendak membelok tiba tiba,
Brukkkk....
Motor Riska menambrak mobil mewah didepannya dan sialnya pemilik mobil itu keluar dan menghampiri Riska dengan wajah marah.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yaa...