ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
45


__ADS_3

Hanna terbangun dan terkejut kala melihat Alex sudah tak ada disampingnya.


"Kemana Alex?" gumam Hanna.


"Apa dia mandi?" Hanna bangkit dan berjalan kekamar mandi, namun saat membuka kamar mandi Hanna tak menemukan Alex disana.


Hanna keluar dari kamar mandi, sudah ada Nisa disana.


"Nyonya mau mandi?" tawar Nisa.


"Dimana Alex?" tanya Hanna.


"Tuan Alex sudah pergi lagi sejak semalam Nyonya." jawab Nisa.


"Apaaa?" Hanna menggepalkan tangannya geram.


"Sialan, bisa bisanya dia pergi saat aku tertidur." gerutu Hanna.


"Apakah Nyonya masih sakit?" tanya Nisa.


"Hubungi Alex lagi dan katakan sakitku bertambah parah." kata Hanna.


"Tapi Nyonya..."


"KAU BERANI MEMBANTAHKU!" teriak Hanna yang seketika membuat Nisa terkejut dan langsung mengangguk keluar dari kamar Hanna.


"Sialan, bisa bisanya dia meneriaki ku sepagi ini." kesal Nisa yang baru saja keluar dari kamar Hanna berjalan memasuki kamar Sandi.


Mood Nisa membaik setelah pagi tadi Ia melihat Sandi disampingnya dan memeluknya namun seketika mood Nisa kembali memburuk karena perlakuan majikan nya.


Jika saja Ia bisa memilih, ingin rasanya Nisa berganti majikan, mungkin Nisa ingin mencoba menjadi maid Ella saja yang kata Sandi Ella orang yang baik.


"Kenapa sayang? ada apa dengan wajah cantikmu itu?" tanya Sandi saat melihat kekasih nya baru saja memasuki kamar dengan wajah ditekuk.


"Hubungi Tuan Alex dan katakan padanya jika Nyonya masih sakit." kata Nisa dengan raut kesal.


"Apa dia belum sembuh?" tanya Sandi heran.


"Mana ku tau, sudahlah lebih baik segera kau hubungi saja." kata Nisa masih dengan raut kesal.


"Baiklah baiklah, duduklah dulu sayang." kata Sandi sedikit bersabar menghadapi Nisa karena Ia tak ingin kekasihnya marah lagi.


Nisa menuruti Sandi dan duduk dipinggir ranjang sambil melihat Sandi yang berusaha menelepon Tuan Alex.


"Dia masih belum mengangkat panggilan nya, nanti biar kuhubungi lagi." kata Sandi dan Nisa masih saja cemberut.


"Sudahlah sayang, jangan seperti ini." Sandi mencoba menghibur Nisa dengan memeluk Nisa. "Apa Dia memarahimu lagi?" tanya Sandi.


"Dia benar benar membuatku kesal." kata Nisa.


"Sabarlah sebentar lagi jika tabunganku sudah cukup, aku akan segera melamarmu dan setelah menikah kamu tak perlu lagi bekerja." jelas Sandi yang langsung saja mendapatkan senyuman dari Nisa.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Nisa.


"Tentu saja." kata Sandi.


"Terimakasih sayang." kata Nisa yang langsung saja memeluk Sandi.


Sementara itu Alex yang baru saja bangun sedikit heran melihat panggilan tak terjawab dari Sandi.


Ella memasuki kamar dan melihat suaminya sudah bangun segera mendekati Alex.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Ella.


"Tidak hanya telepon dari Sandi." jawab Alex.


"Coba saja telepon lagi siapa tau ada hal penting." kata Ella.


"Nanti saja, kenapa kau sudah cantik sekali." kata Alex menarik tubuh Ella dalam pelukan nya melihat sang istri sudah cantik dan wangi sepagi ini.


"Mandilah, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu." kata Ella.


"Kau memasak? bukankah kemarin kau bilang mual jika mencium bau masakan?"


"Hanya kemarin saja, mungkin anak kita sangat pengertian dan tidak mempermasalahkan ibunya memasakan Daddy nya." kata Ella sambil mengelus perutnya.


"Ya ampun sayang, aku benar benar menyayanggimu." kata Alex memperat pelukan nya.


"Benarkah kau menyanyanggiku?" tanya Ella yang sangat bahagia mendengar Alex mengatakan itu.


"Tidak, aku percaya padamu." balas Ella yang merasa gugup dipandangi Alex seperti itu.


Alex hanya terkekeh melihat kegugupan Ella.


"Mandilah sana." kata Ella.


"Baiklah, baiklah.. kau mau ikut?" tanya Alex menggoda Ella mengingat semalam Ella sangat agresif bermain dengann nya.


"Tidak, aku menunggu disini saja." kata Ella malu malu.


"Sayang sekali padahal kita bisa melakukan morning seks." goda Alex lagi yang membuat Ella mendelik tak percaya.


"Baiklah baiklah sayang, aku mandi dulu." kata Alex yang sudah menutup pintu kamar mandinya.


Ella segera bangkit dan membuka almarinya untuk menyiapkan baju ganti Alex hingga Ia mendengar suara dering telepon dari ponsel Alex.


Ella hanya membiarkan ponsel berbunyi tanpa ada niat mengangkat panggilan karena Ia tak ingin menganggu privasi suaminya, namun karena ponsel terus berdering akhirnya Ella penasaran siapa yang menelepon.


Ella melihat ponsel pipih milik Alex dan ternyata Sandi yang menelepon, baru ingat jika tadi Sandi juga sudah menelepon dan Alex belum menghubunginya lagi.


"Ada apa?" tanya Alex yang sudah selesai mandi.


"Sandi menelepon mu lagi, angkat saja siapa tau penting." Kata Ella memberikan ponsel pada Alex.

__ADS_1


Alex menerima telepon nya dengan malas,


"Ada apa?" tanya Alex dingin.


"Bukankah semalam aku sudah kesana? panggilkan saja Dokter jika dia masih sakit." kata Alex.


"Dan katakan padanya, besok sudah hari senin dan aku pulang kesana jadi jangan merenggek lagi." kata Alex lalu mematikan panggilan nya.


Ella yang memgetahui apa yang terjadi segera mendekati Alex.


"Apa Hanna masih belum sembuh?" tanya Ella sambil memberikan baju ganti pada Alex.


"Kalau iya kenapa? kau akan memaksaku untuk kesana lagi? tidak akan aku tidak akan mau karena hari ini terakhir sebelum 4 hari lagi kita bisa bersama." kata Alex penuh penekanan.


"Aku hanya bertanya, kenapa kau bisa semarah itu." kekeh Ella yang hanya didengusi sebal oleh Alex.


"Lagipula, kenapa Sandi yang menghubungimu? kenapa bukan Hanna langsung?" tanya Ella penasaran.


Alex hanya tersenyum tengil mendengar Ella menanyakan itu, tentu saja Hanna tak akan bisa menghubunginya karena nomer Hanna sudah di blokir oleh Alex. bukan karena Alex kejam, hanya saat 3 hari bersama Ella Alex tak ingin mendapatkan gangguan dari Hanna.


"Sudahlah, jangan bahas lagi, aku sudah lapar." protes Alex.


"Kau lapar ingin memakanku atau masakanku?" goda Ella yang ingin mencairkan suasana melihat Alex masih saja terlihat kesal.


"Aku tak menyangka istri kecilku ini sudah pintar merayu, Ayo kita makan masakanmu lebih dulu sebelum kita melanjutkan permainan semalam." kata Alex yang langsung mengendong Ella ala bridal.


"Turunkan aku, aku bisa jalan sendiri." kata Ella memberontak. Ia malu jika sampai Bik Sumi melihat.


"Tidak akan,"


"Kau menyebalkan," gerutu Ella saat keduanya sudah sampai dimeja makan.


"Duh Den Alex so sweet banget sih." goda Bik Sumi yang hanya dikekehi oleh Alex sedangkan Ella hanya mendengus sebal.


"Jangan mengodanya Bik, nanti dia marah." kata Alex yang hanya diacungi jempol oleh Bik Sumi.


Ella mulai melayani suaminya mengambilkan nasi serta lauk, kini Ella, Bik Sumi dan Alex tengah menikmati sarapan bersama sambil sesekali melontarkan candaan.


Sementara itu Nisa memasuki kamar Hanna dan melihat Hanna menatapnya tajam seperti ingin menerkamnya.


"Bagaimana?" tanya Hanna tak sabar.


"Tuan bilang tidak akan datang dan Nyonya harus sabar karena besok Tuan pulang." kata Nisa.


Hanna terlihat mengepalkan tangan nya.


"Sialan, kau benar benar sudah merebut Alex dariku Ella! lihat saja aku akan membuat mu menderita!"


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAAAA....

__ADS_1


__ADS_2