ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
44


__ADS_3

Bik Sumi memasuki kamar Ella dan melihat Ella tengah asik memainkan ponselnya.


"Kok Den Alex keluar Non?" tanya Bik Sumi yang kini duduk dipinggir ranjang, samping Ella.


"Iya Bi, tadi Sandi telepon katanya Hanna sakit jadi Ella suruh pulang mansion buat ngeliat keadaan Hanna." jelas Ella yang kini sudah bangkit duduk bersandar diranjang.


"Duh, Non Ella kok baik banget sih," puji Bik Sumi.


"Ya mau gimana lagi Bi, Hanna kan juga istrinya Alex jadi dia harus adil dong." jelas Ella.


"Tapi kan Non Ella butuh Den Alex karena sekarng lagi hamil." kata Bik Sumi.


"Aku masih kuat apa apa sendiri kok Bi." kekeh Ella.


Bik Sumi hanya tersenyum memandang kepolosan dan kebaikan hati Ella. jarang sekali ada wanita yang mau berbagi dengan suaminya meskipun notaben nya hanya istri kedua tapi Ella begitu ikhlas suaminya bersikap adil.


"Tapi kok aku ngerasa aneh ya Bi sama sikap Alex akhir akhir ini." kata Ella.


"Aneh gimana Non?" tanya Bik Sumi.


"Ya kayaknya cuek gitu sama Hanna, padahal dulu waktu pertama kali aku diajak ke mansion kalau dilihat Alex sayang banget sama Hanna." jelas Ella.


"Mungkin rasa sayangnya udah berpindah sama Non Ella." kekeh Bik Sumi.


"Ih Bibi apa sih,"


"Seneng nggak Non kalau Den Alex udah sayang Non Ella?" tanya Bik Sumi.


Ella terlihat tersipu malu "Ya seneng lah Bi." balas Ella masih malu malu.


"Bibi berharap Den Alex bisa sama Non Ella aja terus." kata Bik Sumi.


"Aamiiin, sama Hanna trus juga nggak apa apa kok Bi." kata Ella.


"Tapi kalau bisa sama Non Ella aja, nggak usah sama Non Hanna juga." jelas Bik Sumi membuat Ella heran.


"Kok gitu sih Bi?" tanya Ella mendengar pengakuan Bik Sumi.


"Soalnya Bibi tau, Non Hanna itu bukan wanita baik baik." jelas Ella.


"Huss.. Bibi nggak usah ngarang deh, nanti kalau Alex denger malah marah sama Bik Sumi." kata Ella memperingatkan.


"Maaf Non." balas Bik Sumi "Ya udah kalau gitu, Bibi keluar dulu ya Non, Non Ella tidur duluan aja biar Den Alex Bibi yang tingguin." kata Bik Sumi.


"Nggak usah ditungguin Bi, palingan Alex nginep dimansion." kata Ella yang hanya diangguki oleh Bik Sumi.


Bik Sumi keluar meninggalkan kamar Ella, sesaat setelah meninggalkan kamar Ella Bik Sumi masih berdiri didepan pintu kamar dan terlihat menghela nafas.

__ADS_1


Mengingat hanya Tuan Ken dan Bik Sumi lah yang tau asal usul Hanna, siapa Hanna dan dimana Hanna berasal serta alasan kenapa mendiang Tuan Ken tidak pernah memberi restu kepada Alex dan Hanna.


Semua itu hanya Bik Sumi yang tau namun Bik Sumi tidak akan memberi tau kebenaranya pada Alex, tidak untuk sekarang atau selamanya.


Karena Bik Sumi sudah berjanji pada Tuan Ken untuk menyimpan semua ini seumur hidupnya, mendiang Tuan Ken tak ingin putra kesayangannya itu sakit hati dan terpuruk mengetahui kebenaran nya.


Mengingat itu semua Bik Sumi merasa berada diambang posisi serba salah.


Huh... Bik Sumi segera meninggalkan pintu kamar dan duduk untuk menonton televisi sambil menunggu jika Den Alex nya pulang.


Alex memarkirkan mobilnya di halaman rumah Ella. Alex masih melihat Pak Tulus sopir baru Ella dan Roni satpam yang berjaga dirumah Ella masih terlihat duduk didepan rumah, begadang sambil berjaga.


"Kalian masih belum istirahat?" tanya Alex saat melewati keduanya.


"Belum Tuan, kami masih menunggu Tuan muda." balas Pak Tulus yang diangguki juga oleh Roni. mengingat pesan Alex sebelum pergi meminta dua orang itu berjaga hingga dirinya pulang.


"Baiklah, sekarang lebih baik kalian istirahat." kata Alex.


"Baiklah Tuan Muda."


Alex segera berjalan memasuki rumah yang belum terkunci, tak lupa Alex mengunci pintu rumah.


"Den Alex pulang? Bibi pikir Den Alex bakal nginep dimansion." kata Bik Sumi saat melihat Alex memasuki rumah.


"Enggak nginep kok Bi, lagian Hanna juga udah baik baik aja." jelas Alex "Oh ya Bi, Ella udah tidur?" tanya Alex.


"Kayaknya udah Den."


"Udah dong Den."


"Ya udah aku masuk dulu Bi." kata Alex.


Bik Sumi menatap punggung Alex yang memasuki kamar, rasa bersalahnya semakin terasa kala melihat Alex yang begitu baik padanya namun Bik Sumi begitu tega menyimpan kebenaran nya sendiri.


Hanya bisa pasrah, berharap Tuhan akan berbaik hati dan membongkar segalanya, itulah yang selalu diyakini Bik Sumi.


Alex memasuki kamar dan melihat Ella sudah memejamkan mata namun tangan Ella masih memeganggi ponselnya.


Ella pasti ketiduran batin Alex segera mendekat, menyelimuti Ella lalu pelan pelan mengambil ponsel dari tangan Ella.


Karena penasaran Alex melihat apa isi ponsel Ella, dan Ternyata Ella tengah menonton video bayi bayi lucu dan menggemaskan membuat Alex ikut tersenyum bahagia.


"Apa kau sudah tak sabar menanti anak kita lahir?" tanya Alex dengan suara pelan sambil mengelusi rambut Ella.


Setelah cukup puas memandangi wajah istrinya, Alex bangkit untuk memnersihkan diri sebelum ikut tidur bersama istrinya.


Ella yang mendengar suara gemericik air dikamar mandi pun terbangun. tak berapa lama pintu kamar mandi terbuka menampilkan Alex yang sudah mengenakan piyama untuk tidur.

__ADS_1


"Kenapa kau pulang?" tanya Ella heran melihat suaminya tengah malam sudah berada dikamarnya.


"Memang nya aku tak boleh pulang?" tanya Alex terkekeh lalu ikut berbaring diranjang memeluk Ella.


"Tentu saja boleh, tapi bukan nya Hanna sedang sakit?" tanya Ella.


"Hanya diare biasa, dia butuh Dokter dan obat bukan aku." jelas Alex.


"Tetap saja kau harus menemaninya." kata Ella.


"Sudahlah, lebih baik kita segera tidur, aku benar benar lelah." keluh Alex melihat Ella masih saja memaksanya.


Ella hanya tersenyum kemudian berbalik menghadap Alex hingga wajah keduanya benar benar dekat.


"Apa mau kupijit?" tawar Ella.


"Haa?" Alex malah terlihat binggung.


"Kau bilang lelah, apa mau kupijit?" tanya Ella lagi barulah Alex paham.


"Mana mungkin aku membiarkan istriku yang sedang hamil memijitku." kata Alex mengecup kening Ella.


"Aku baik baik saja, tak perlu memanjakanku." kesal Ella dan Alex hanya terkekeh.


"Dengar, aku tidak memanjakanmu aku hanya ingin menjaga mu dan anak kita." kata Alex yang langsung saja membuat Ella tersipu malu.


"Jangan tersipu seperti itu, membuatku gemas ingin.."


"Ingin apa?" tanya Ella karena Alex tak melanjutkan ucapanya.


"Ingin memakanmu." bisik Alex ditelingga Ella.


"Aku juga ingin." balas Ella membisikan di telingga Alex.


"Astaga sayang, jangan mengodaku." kata Alex.


"Kau yang mengodaku lebih dulu." kekeh Alex.


"Tapi aku juga ingin."


"Kenapa kau sekarang agresif sekali." heran Alex.


"Ya sudah jika kau tak mau." Ella kesal lalu membalikan tubuhnya memunggungi Alex.


"Tentu saja aku mau sayang." kekeh Alex yang langsung saja mengecupi leher Ella.


Ella kembali berbalik dan mencium bibir Alex membuat Alex terkejut dan langsung saja membalas penuh dengan gairah.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA Like Vote dan Komen...


__ADS_2