
Alex dan Ella tengah memperhatikan layar monitor, dimana petugas hotel tengah menujukan rekaman Cctv didepan kamarnya semalam.
Nampak seorang pria yang sangat Alex dan Ella kenali berdiri didepan pintu lalu memencet bel setelah itu pria itu terkikik dan pergi.
Alex mengepalkan tangannya, kesal karena dugaannya benar, Vano ya pria itulah yang semalam mengerjai dirinya.
Benar benar tak bisa dibiarkan, batin Alex.
"Terimakasih pak, maaf sudah menganggu waktunya." kata Alex pada petugas cctv.
"Ya sama sama."
Alex dan Ella pun beranjak pergi dari sana,
"Mas mau kemana?" tanya Ella melihat suaminya berjalan ke arah lain bukan ke kamar mereka.
"Mau nyamperin Vano, kalau perlu mau dihajar sekalian! usil nya bikin kesel!" kata Alex membuat Ella terkejut.
Ella pikir Alex hanya kesal saja namun siapa sangka Ia juga terlihat sangat emosi seperti ini.
"Mas, udahlah jangan diperpanjang lagi," pinta Ella membuat Alex mendengus.
"Harus diperpanjang biar besok besok nggak bikin kesel lagi!"
"Mas, inget nggak mas juga sering jailin mas Vano, dia aja nggak semarah ini. nah giliran mas dijailin kenapa harus semarah ini?" kata Ella mengingatkan.
"Tapi aku kan nggak separah ini jailnya sayang." balas Alex sambil menghela nafas.
"Ck, nggak parah gimana sih mas, nyuruh pak Rt sama warga buat grebek mereka dirumah padahal mereka nggak ngapa ngapain masa nggak parah sih, aku kalau jadi mbak Riska kesel lho digituin." kata Ella membuat Alex terkejut, Dari mana Ella tau? padahal waktu itu hanya Sandi dan Mama Vano saja yang tau masalah ini.
"Kok kamu tau sih sayang?" tanya Alex sambil mengaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Kenapa mas? aku nggak boleh tau ya?"
"Nggak gitu sayang, aku takut kamu nggak setuju kalau sejak awal tau rencana ini." jelas Alex.
"Jelas aku nggak setuju banget mas, kasian mereka jadi dipandang jelek sama tetangganya mas Vano."
"Ck, tapi kan dengan gitu mereka malah jadi nikah, coba nggak gitu paling juga masih sama sama gengsi padahal sama suka."
"Ya iya sih mas, ya udahlah mas lupain aja toh udah berlalu, yang penting sekarang mas nggak usah kesel lagi, nanti kalau mas Vano sama mbak Riska tau mas pernah sejail itu juga bakal marah mereka kayak mas sekarang." jelas Ella.
"Iya deh, nggak jadi nyanperin mereka." Alex terdengar mengalah membuat Ella tersenyum.
Alex merangkul Ella lalu mencubit hidung Ella gemas "Kamu tuh ya, bisa aja bikin aku luluh kayak gini." kata Alex yang hanya membuat Ella terkekeh.
__ADS_1
"Ya udah yuk mas, samperin Baby Liu aja, kasian masa dari kemarin kita tinggal mulu." ajak Ella yang langsung diangguki Alex.
Alex dan Ella menghampiri Bik Sumi ditaman, sedang asyik melihat burung sambil mengendong Baby Liu.
"Maaf ya Bik, lama." kata Ella mengambil Baby Liu dari gendongan Bik Sumi dan membawanya ke pelukan.
"Santai aja Non."
"Bik Sumi sarapan dulu sana, pake kartu ini kalau mau sarapan." kata Alex mengulurkan sebuah kartu pada Bik Sumi.
"Baik Den." Bik Sumi menerima kartu itu lalu pergi meninggalkan Alex dan Ella.
Alex dan Ella tengah asik menikmati pemandangan pagi sambil mengajak Baby Liu.
"Sini biar gantian aku yang gendong." kata Alex meminta Baby Liu.
"Padahal aku masih belum capek mas." ungkap Ella.
"Tapi tetep aja, aku juga pengen gendong juga sayang."
Kini Baby liu sudah berpindah ke pelukan Alex, "Uhh anak Daddy semakin berat aja nih kayaknya." celetuk Alex.
"Kan aku makan nya banyak Daddy." balas Ella dengan suara anak kecil membuat Alex terkekeh.
Ella memukul lengan Alex pelan "Mas jangan mesum didepan anaknya."
Alex terkekeh "Dia juga belum ngerti sayang."
"Tetep aja jangan mesum!"
"Iya iya sayang, nggak lagi! duh Mommy kamu sekarang galak nak!" kekeh Alex membuat Ella tersenyum malu.
"Eh ada pengantin baru rasa lama disini." suara seseorang membuat Alex sedikit muram karena tau siapa orang itu.
"Kalian udah selesai sarapan?" tanya Ella.
"Udah kok La, mau jalan jalan sebentar." balas Riska.
"Mau pulang jam berapa mbak nanti?" tanya Ella lagi.
"Nggak tau tuh, nurut sopirnya aja."
"Pulangnya bareng rombongan pengantin baru rasa lama aja yank biar gratis." celetuk Vano.
"Nggak modal!" gerutu Alex.
__ADS_1
"Kapan lagi liburan dibayarin sama abang gue!" kekeh Vano yang hanya didengusi sebal oleh Alex.
"Aku boleh gendong Baby Liu nggak sih? pengen gendong." kata Riska tiba tiba.
"Gendong aja nggak apa apa mbak." kata Ella membuat Alex langsung saja memberikan Baby Liu pada Riska.
"Tapi jangan dideketin sama laki Lo ya, ntar ketularan somplak lagi!" kata Alex.
"Ck, pelit banget! gue juga bentar lagi punya!" ejek Vano.
"Lho mbak Riska udah hamil?" tanya Ella terkejut.
"Alhamdulilah udah La, baru sebulan." jelas Riska.
"Jadi ini alasan kamu mau reisgn?" tanya Alex yang sebenarnya tak tau alasan Riska resign.
Riska mengangguk "Bukannya di surat resignya ada keteranganya ya, masa Lo masih tanya sih!' kesal Vano pembuat surat resign Riska.
"Gue belum sempet baca!" kata Alex yang memang belum menbaca surat resign Riska. Alex pikir Riska resign karena diminta oleh Vano yang cemburu melihat Riska bersama rekan kerjanya namun ternyata alasanya hamil. jika Alex tau seperti ini pasti Ia langsung meng acc surat itu.
"Ya sudah jika seperti itu besok senin kamu langsung berkemas dan pamitan sama temen temen aja nggak apa apa, nanti masalah orang yang gantiin kamu biar saya pikirkan!" jelas Alex yang membuat senyum Vano mengembang.
"Makasih bang, Lo tuh emang saudara ter the best deh!" Vano langsung saja menghambur ke pelukan Alex membuat bergindik.
"Homo luh!"
"Ck, homo mana bisa bikin anak bang." balas vano.
"Kalau aja bukan karena Riska udah hamil, nggak aku acc tuh suratnya, biar tau rasa suami Lo ini." celetuk Alex membuat Riska terkekeh sementara Vano cemberut.
"Oh ya, udah ngabarin Pakde Budhe sama Tante belum mbak kalau hamil?"
"Belum La, rencananya pulang dari sini mau ngabarin."
"Mereka pasti seneng banget mbak." ujar Ella.
"Iya La, cucu pertama kan." kata Riska sudah membayangkan raut bahagia kedua orangtuanya dan juga Mama mertuanya jika mengetahui kehamilannya.
"Lo kalau ngidam nggak diturutin aduin aja sama Mama nya biar kena gampar dia." kata Alex pada Riska membuat Vani mencebik.
"Orang yang ngerasain efek hamilnya malah mas Vano." kekeh Riska yang juga langsung membuat Alex dan Ella ikut tertawa sementara Vano hanya merrenggut kesal.
BERSAMBUNG....
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAAA...
__ADS_1