ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
39


__ADS_3

Kini Ella dan Alex sudah rapi dan sudah berada didalam mobil baru mereka. Alex sengaja ingin mengemudikan mobilnya sendiri tanpa Sandi ataupun sopir baru Ella.


Alex menyuruh Sandi untuk memberikan pengarahan pada Sopir dan penjaga yang akan menjaga rumah Ella.


Ella terlihat sumringah, berbeda dengan Alex yang terlihat malas.


"Kau mau kemana?" tanya Alex yang sudah siap melajukan mobilnya.


"Ke makam Ayah." kata Ella.


"Ohh oke." tanpa Protes Alex segera melajukan mobilnya menuju kampung Ella dimana Ayah Ella dimakamkan disana.


"Mungkin dia merindukan ayahnya." batin Alex yang cukup sadar selama menikah memang Ella sudah jarang pulang ke kampungnya.


Tak membutuhkan waktu lama, mobil mereka sudah memasuki perkampungan Ella, dimana para tentangga Ella melihat kearah mobil mewah yang baru saja melintas sambil bertanya tanya siapa yang datang.


"Nanti boleh nggak mampir kerumah pakde?" tanya Ella.


"Ya terserah kau saja." jawab Alex malas.


"Uhhh kau dengar nak, Papa kamu baik banget sama Mama." kata Ella sambil mengelus perutnya tanpa Ella sadari celotehan nya menimbulkan semburat senyuman dibibir Alex.


"Jika tidak mau ikut turun, tunggu saja disini, aku hanya sebentar." kata Ella saat mobil Alex sudah berhenti didepan pemakaman.


"Tidak! aku ikut denganmu."


"Ya sudah kalau mau ikut." kata Ella yang sebenarnya tidak memaksa Alex untuk ikut masuk, takut Alex tak menyukai kegiatannya itu.


Saat tiba didepan pintu makam, Ella mengambil sapu lidi yang akan Ia gunakan untuk membersihkan makam Ayah dan Ibunya yang berdampingan.


"Untuk apa sapu jelek itu?" tanya Alex saat melihat Ella mengambil salah satu disana yang memang semuanya terlihat jelek dan lusuh.


"Untuk membersihkan makam Ayah sama Ibu." jawab Ella dengan polosnya.


"Berikan padaku, aku yang akan membersihkan!" kata Alex memaksa mengambil sapu dari tangan Ella.


"Tapi Ak-." Ella yang baru saja ingin protes namun sia sia karena sapunya kini sudah berpindah tangan.


Keduanya sudah sampai didua makam yang berdampingan, yang satu terlihat makam lama yang Alex yakini itu makam Ibu Ella dan yang satu makam baru yang sudah pasti makam milik Ayah Ella.

__ADS_1


Tanpa menunggu perintah, Alex segera mengayunkan sapunya, membersihkan daun daun yang sudah mengering yang berjatuhan disekitar makam Ayah dan Ibu Ella.


Sedangkan Ella terlihat duduk disebuah batu mencabuti rumput sambil sesekali menatap wajah Alex yang terlihat sangat lihai menyapu menggunakan sapu lidi.


Setelah dirasa bersih, Alex duduk disamping Ella yang tengah membacakan doa untuk kedua orangtuanya.


"Ayah... Ibu... bagaimana kabar Ayah sama Ibu disana? Disini Ella sudah bahagia, Ayah Ibu.. jadi Ayah dan Ibu juga harus bahagia disana yaa." kata Ella disamping makam kedua orangtuanya.


Alex yang duduk disamping Ella mendengarkan setiap ucapan Ella sedikit berdenyut. Bahkan sampai sekarang saja Alex sama sekali belum memikirkan apakah Ella bahagia bersamanya atau tidak dan sekarang didepan makam kedua orangtuanya, Ella dengan lantang mengatakan jika Ia sudah bahagia, satu kata yang belum terpikirkan untuk Alex lakukan pada Ella.


"Dan sebentar lagi Ayah sama Ibu bakalan punya cucu," kata Ella lagi yang kini Alex yakin jika Ella tengah menangis. "Doain Ella ya Ayah Ibu, biar Ella selalu sehat dan kuat." kata terakhir yang Ella ucapkan dimakam kedua orangtuanya sebelum Ella bangkit dan mengajak Alex kembali ke mobil.


"Pak, Buk... meskipun saya belum yakin sudah mencintai putri kalian atau belum tapi saya janji sebagai suami Ella bahwa saya akan selalu menjaga dan membahagiakan Ella." batin Alex didepan makam kedua orangtua Ella sebelum Alex juga ikut bangkit mengikuti Ella yang akan memasuki mobil.


Didalam mobil keduanya sama sama hening, sibuk dengan pikiran masing masing.


"Dimana rumah pakde?" tanya Alex membuyarkan lamunan Ella.


"Jalan masuk sebelum kekampung, rumah warna hijau." jelas Ella yang hanya diangguki oleh Alex.


Mobil Alex melaju pelan sambil matanya fokus menatap rumah yang dimaksud Ella.


"Kok sepi banget yaa." gumam Ella yang langsung keluar dari mobil untuk masuk kerumah pakde.


Baru hendak melangkah ke teras rumah pakde, sebuah suara menghentikan langkah Ella dan Alex.


"Ella..." sapa seorang wanita paruh baya yang mendekati Ella dan Alex.


"Mbah Mar...." Ella segera mendekat lalu mencium tangan tentangga Pakde yang juga dia kenal itu.


"Mau cari Pakde yaa?" tanya Mbah Mar.


"Iya tapi kok sepi, apa Pakde nggak ada?"


"Iya Pakde sama Bude mu itu lagi pergi ke hajatan anak umi sam keluar kota dan kayaknya bakal nginep disana." jelas Mbah Mar menimbulkan raut kecewa diwajah Ella.


"Yahh.. ya udah Mbah kalau gitu, salam buat Pakde sama Bude aja ya kalau udah balik." kata Ella.


"Nggak mampir dulu kerumah Mbah?".

__ADS_1


"Kapan kapan lagi aja ya mbah." tolak Ella secara halus.


"Iya udah kalau gitu, kapan kapan aja suami gantengmu itu kerumah Mbah." kata Mbah Sam yang hanya diangguki Ella sedangkan Alex hanya diam saja sedari tadi berdiri disamping Ella.


Setelah selesai berbincang dengan Mbah Sam, kini Alex dan Ella sudah memasuki mobil lagi.


"Jadi mau kemana lagi kita?" tanya Alex.


"Kamu nggak ada niat buat ke makam orangtua kamu?" tanya Ella yang sebenarnya takut menanyakan ini, takut jika Alex malah marah.


"Hmm.." Alex hanya bergumam.


"Aku nggak maksa sih kalau nggak mau." kata Ella.


"Ya udah kita kesana." kata Alex berubah dingin.


Sepertinya Ella benar benar salah kali ini batin Ella.


Perjalanan dari kampung Ella ke makam orangtua Alex sedikit jauh. membutuhkan waktu satu jam barulah mereka sampai.


Kini giliran Ella yang membuntuti Alex hingga keduanya telah sampai didua makam yang saling berdampingan. Makam itu terlihat bersih, karena memang ini pemakaman milik pribadi dan sudah ada orang yang merawat makam ini setiap harinya jadi makam nya terlihat bersih.


"Jadi makam Orangtua Alex juga berdampingan." batin Ella.


"Ini makam Papa dan ini makam Mama." kata Alex yang menujuk dua makam itu.


"Ayo kita doakan." ajak Ella yang sudah duduk lebih dulu disusul Alex.


Melihat Ella sang istri yang begitu hafal melantunkan ayat ayat alqur'an untuk kedua orangtuanya membuat Alex sangat malu.


Anak macam apa dia ini? bahkan semenjak kedua orangtuanya meninggal, Alex sama sekali belum pernah kesini untuk menjenguk atau sesekali mendoakan mereka.


Sungguh Alex memang harus merasa beruntung dan bersyukur memiliki istri seperti Ella.


"Ma...Alex kesini mau ngenalin istri Alex, namanya Ella." Suara Alex terdengar didepan makam kedua orangtuanya. "Ella istri Alex pilihan Papa Ma.. dia baik Ma... doain kita ya Ma... semoga selalu langgeng dan sebentar lagi Mama sama Papa bakalan punya cucu, Papa sama Mama bahagia yaa disana." kata Alex yang membuat Ella tak menyangka Alex akan mengucapkan itu didepan nya dan didepan makam kedua orangtua Alex.


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...

__ADS_1


__ADS_2