
Dini hari setelah semua pertemuan Alex selesai, Alex segera menyuruh Sandi untuk membelikan tiket pulang. Rencananya Alex akan pulang pagi hari namun karena perasaannya sedikit tak enak akhirnya Alex pulang malam itu juga.
Hingga tiba dirumah Ella pagi hari, Alex segera menuju kamar Ella.
Dan nyatanya benar telah terjadi sesuatu pada istrinya itu, melihat mata sembab Ella yang terlihat jelas sekali membuat Alex bisa menebak jika terjadi sesuatu dengan istrinya itu.
"Aku nggak percaya kalau kamu nggak kenapa napa." kata Alex sambil mengelus rambut istrinya yang kini ada didekapannya itu.
"Masih belum mau cerita?" tanya Alex melihat Ella masih saja membisu tak menjawab pertanyaan Alex.
Ella terlihat mengangguk pelan,
"Hmm ya udah deh kalau masih nggak mau cerita," kata Alex sambil menghela nafas "Baru juga ditinggal semalem udah kayak gini sih yank." ungkap Alex membuat Ella tersenyum geli.
"Makanya jangan ditinggal lagi." protes Ella.
"Maunya juga nggak ditinggal tapi gimana lagi kalau ada kerjaan ndadak." jelas Alex.
"Iya iya mas, ngerti kok." balas Ella sambil tersenyum.
Alex ikut berbaring disamping Ella padahal Ella sudah ingin bangun,
"Ck, mau kemana sih?" tanya Alex kala Ella bangun.
"Masak dong mas, emang kamu nggak laper apa?" tanya Ella.
"Biarin Bik Sumi aja lah, kita boboan lagi aja, masih pagi juga." gerutu Alex membuat Ella tersenyum geli lalu menuruti keinginan suaminya itu.
"Nah gini kan enak!" kata Alex menjadikan tangannya sebagai bantalan kepala Ella.
"Mas..."
"Kenapa sayang?"
"Mulai bulan besok boleh nggak kalau aku ngambil uang bulanan buat ngasih pakde sama Budhe?" tanya Ella dengan nada pelan.
"Itu kan hak kamu, uang kamu terserah aja sayang mau kamu pakai buat apapun." jelas Alex membuat Ella sedikit lega karena sudah mengantongi ijin suaminya.
"Makasih ya mas," Ella mendekap tubuh Alex lebih erat.
"Kenapa juga nggak dari dulu sayang?" tanya Alex.
"Soalnya dulu udah dikirim uang sama anak anaknya, kalau sekarang anak anaknya pada nggak ngirim lagi jadi Pakde sama Budhe harus kerja buat makan sehari hari." cerita Ella dengan raut wajah sedih.
"Ohh, jadi ini yang bikin istriku nangis semaleman sampai matanya sembab gini?" ejek Alex.
"Sedih aja mas, kenapa coba pakde sama budhe nggak pernah cerita sama Ella kalau memang lagi kesulitan."
"Mungkin mereka sungkan atau nggak mau ngrepotin kamu."
__ADS_1
"Hmm, aku juga mikirnya gitu sih mas."
"Ya udah mulai bulan besok, aku kasih uang lebih buat dikasih sama pakde kamu."
"Nggak usah mas, kayak biasa mas ngasih aja udah lebih dari cukup kok."
"Nggak ah, nanti kamu kurang lagi."
"Enggak kurang kok mas, udah lebih dari cukup." kata Ella sambil tersenyum.
Alex menggelengkan kepalanya tak paham "Biasanya wanita kalau dikasih uang banyak seneng tapi kamu kok aneh sih malah nggak mau." kata Alex.
"Aku dari kecil udah biasa hidup hemat mas, jadi ya binggung kalau dikasih uang banyak." kata Ella terkekeh.
"Kan bisa buat belanja, beli barang barang yang kamu suka."
"Kan udah dibeliin semua sama mas, ngapain beli lagi."
"Iya deh iya." kata Alex menyerah.
"Mas, kita butuh pembantu lagi nggak sih?" tanya Ella.
"Kayaknya udah cukup, tapi kalau kamu mau nambah nggak apa apa biar aku cariin." balas Alex.
"Enggak gitu mas, mbak Ani tetangga aku katanya pengen kerja jadi pembantu, udah bosen kerja di pabrik katanya." jelas Ella.
"Itu pacarnya mas Dedy, dulu kan juga dateng dinikahan kita." kata Ella mengingatkan.
"Enggak merhatiin tuh."
"Ck, mas mah! kalau dikantornya mas ada lowongan cleaning service nggak?" tanya Ella lagi.
"Nggak ada sayang, ya kalau kamu mau dia kerja dimansion ya nggak masalah." jelas Alex.
"Hmm, tapi aku ragu mas."
"Ya udah terserah kamu deh." kata Alex mengecup kening Ella.
...
Setelah mengantar Alex pulang kerumah Ella, Sandi tak langsung pulang namun masih menemani dirumah Ella.
Sandi tengah duduk diteras rumah Ella, sambil menghisap rokoknya tak lupa secangkir kopi buatan Bik Sumi dan sepiring gorengan yang dibelikan Bik Sumi sepulang dari pasar baru saja.
Tiba tiba mata Sandi tertuju pada seorang wanita yang membawa rantang, tak lupa Ia melihat wajahnya dengan kaca kecil yang ia bawa, sepertinya ingin tampil cantik untuk seseorang, membuat Sandi mengerutkan keningnya. Siapa dia? mengapa Ia memasuki pekarangan Ella dan berjalan mendekat padanya, batin Sandi.
"Pagi mas," sapa Wanita berkulit putih itu.
"Iya pagi mbak." balas Sandi merasa seperti pernah melihat wanita yang ada didepannya ini tapi dimana?, Sandi masih mencoba mengingat ingat.
__ADS_1
"Mas ini sopirnya suami Ella ya?" tanya Wanita itu.
"Iya mbak, kenapa ya?" selidik Sandi.
"Nggak kok mas, cuman nanya aja! Saya Ani tetangga nya Ella mau ngirim sarapan buat Ella." kata Ani ramah.
"Oh, ya udah mbak masuk aja."
Ani mengangguk lalu memasuki rumah Ella, sementara Sandi masih menaruh curiga pada Ani karena merasa gelagat Ani sedikit aneh.
"Lho, non yang semalem kan?" tanya Bik Sumi saat melihat Ani masuk.
"Aku mau ketemu Ella, mau ngasih ini." kata Ani sambil celinggukan mencari sesuatu.
"Non Ella sama Den Alex masih istirahat dikamar Non, kasih Bibik aja biar nanti Bibik sampaikan ke Non Ella." kata Bik Sumi hendak meminta rantang namun tangan Bik Sumi malah ditepis oleh Ani.
"Nggak usah, aku tungguin aja kalau gitu." kata Ani dingin.
"Tapi Non.."
"Nggak usah bawel deh ah." ketus Ani membuat Bik Sumi sedikit terkejut karena Ani seperti tidak menghormati dirinya yang lebih tua dari Ani.
"Ya udah Non, Biar Bibik panggilkan aja ya." kata Bik Sumi yang hanya diangguki oleh Ani.
"Ya sana."
Bik Sumi menghela nafas lalu berjalan menuju kamar Ella, sebenarnya Bik Sumi merasa tak enak jika harus menganggu kedua majikannya yang masih asik dikamar itu namun mau bagaimana lagi, Ia juga malas melihat wajah Ani yang menyebalkan itu.
Tok Tok Tok...
"Non, Non Ella." panggil Bik Sumi sambil mengetuk pintu kamar Ella.
Sementara Ella dan Alex terlihat terkejut, pasalnya Alex tengah ******* bibir Ella, hendak mengajak Ella olahraga pagi diranjang.
"Ck, ngapain sih Bik Sumi ganggu aja!" kesal Alex yang sudah dilanda nafsu sampai ubun ubun.
"Nggak tau mas, coba aku bukain dulu," Ella membenarkan bajunya yang sedikit berantakan karena ulah Alex lalu berjalan menbukakan pintu kamarnya.
"Maaf Non kalau Bik Sumi ganggu." kata Bik Sumi merasa bersalah apalagi saat Alex menatapnya dengan tatapan tajam, sudah pasti dirinya menganggu.
"Kenapa memang Bik?"
"Non Ella dicariin tuh." kata Bik Sumi.
"Pagi pagi gini? siapa Bik?" tanya Ella penasaran.
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...
__ADS_1