
Rey keluar dari kantor polisi, Ia baru saja di nyatakan bebas setelah 2 tahun lamanya mendekam di balik jeruji.
Rey berjalan dengan raut wajah tersenyum merekah.
"Kak Rey..." panggil seseorang yang membuat Rey menghentikan langkahnya lalu melihat siapa yang memanggilnya.
Rey menatap wanita cantik berbalut jas dokter yang sedang tersenyum padanya itu.
"Aku pikir salah orang." ujar wanita tadi yang kini berjalan mendekati Rey.
Rey mengerutkan keningnya, berusaha mengingat siapa gerangan wanita yang ada didepan nya itu.
"Ah pasti kakak lupa sama aku?" kekeh wanita itu.
"Aku Dina, adiknya Alex teman mu waktu sekolah. ingat nggak?"
"Dina?" Rey berusaha mengingat dan akhirnya
...
"Ahh ya kamu Dina yang suka membuntuti aku saat berada di mansion Alex kan?"
Dina tersenyum, "Akhirnya kak Rey ingat."
"Kamu sudah tumbuh jadi wanita hebat sekarang ya, jadi dokter?" Rey melihat jas putih yang Dina pakai sudah dipastikan itu jas dokter.
__ADS_1
"Dokter obgyn." ujar Dina dengan bangga dan langsung diancungi jempol oleh Rey.
"Kak Rey ngapain di sini?" tanya Dina.
"Aku baru saja membantu seorang napi perempuan yang melahirkan dan tak sengaja melihat kak Rey." jelas Dina sebelum Rey menjawab.
Rey terkekeh "Aku baru saja keluar dari penjara setelah dua tahun."
Sontak ucapan Rey membuat Dina membulatkan matanya tak percaya.
"Benarkah? jangan bercanda kak." ujar Dina yang merasa sangat tak percaya pria sebaik Rey bisa mendekam di penjara. Apa masalahnya batin Dina.
Rey mengangguk, "Bahkan kakak mu sendiri yang menjebloskan ku dipenjara." jelas Rey yang lagi lagi membuat Dina terkejut.
Rey mengangguk, "Tapi aku akui memang aku bersalah dan pantas mendapatkan hukuman nya."
"Tapi bukankah seharusnya kak Alex tidak melakukan itu, mengingat kak Rey adalah sahabat kak Alex." Dina terlihat kecewa dengan kakak nya yang begitu tega memasukan Rey ke penjara
"Justru kakak mu itu melakukan hal yang benar jika saja aku tak masuk penjara mungkin sekarang aku dan kakak mu masih menjadi rival."
"Tapi bukankah kak Rey dan kak Alex-"
"Ngomong ngomong apa kamu sudah selesai dengan pekerjaanmu?" tanya Rey memotong ucapan Dina.
Dina mengangguk,
__ADS_1
"Bisakah kamu mengantarku ke tempat kakak mu? aku ingin menemuinya."
"Mengantar?"
"Iya mengantar ku, kau tau setelah aku masuk penjara aku sudah bangkrut dan tak memiliki apapun." kata Rey sambil tertawa.
"Ah baiklah kak, ayo ku antar. aku membawa mobil."
Mereka pun berjalan menuju mobil Dina yang terparkir di depan kantor polisi.
Dina memberikan kunci mobilnya pada Rey, awalnya Rey ragu karena itu bukan mobil miliknya namun karena Dina memaksa akhirnya Rey yang mengemudikan mobil Dina.
Dina menatap ke arah Rey yang masih terlihat sangat tampan namun sayang sekarang lebih kurus dari terakhir Dina melihatnya saat dulu mereka masih sekolah.
"Kak bagaimana kalau kita makan siang dulu? ada restoran enak disekitar sini." ajak Dina.
"Maaf Dina, lain kali saja aku harus segera menemui Alex."
Dina terlihat kecewa namun Ia juga tak ingin memaksa akhirnya Dina hanya mengangguk.
Sesampainya didepan kantor Alex, Rey segera keluar tak lupa mengucapkan terimakasih pada Dina yang sudah mengantarnya.
Dina masih memandang Rey yang berjalan memasuki kantor Alex dan tiba tiba bibirnya mengulum senyum bahagia.
Next....
__ADS_1