
Didalam mobil, Alex tak henti hentinya tersenyum bahagia. bukan tanpa sebab Alex tersenyum karena dirinya memang tengah berbahagia mengingat jenis kelamin baby yang masih ada dikandungan Ella adalah jagoan. ya jenis kelamin Baby mereka adalah laki laki sesuai yang diharapkan oleh Alex.
Begitu juga dengan Ella yang juga ikut bahagia karena calon baby pertama mereka adalah laki laki. Sebenarnya Ella tak mempermasalahkan jenis kelamin Baby nya asal sehat dan dilancarkan sampai hati H kelahiran saja Ella sudah sangat bersyukur.
"Aku benar benar tak sabar menunggu dua bulan lagi." kata Alex saat keduanya masih didalam mobil.
"Hmm, baby kita pasti juga sudah tak sabar bertemu dengan kita." balas Ella sambil mengelus perut buncitnya.
Alex merengkuh tubuh Ella, membawanya ke pelukan "Setelah ini hanya ada kebahagiaan aku, kamu dan anak anak kita sayang." kata Alex membuat Ella tersenyum bahagia begitu juga dengan Sandi yang melihat keduanya dari depan terlihat ikut tesenyum bahagia melihat Tuan nya bahagia.
Sesampainya dimansion, Alex merangkul lengan Ella lalu membawanya memasuki mansion.
Melihat para Maid masih berkumpul diruang tengah sedang melihat televisi menjadi kesempatan untuk Alex memberitahukan peraturan baru yang baru saja terpikirkan oleh Alex.
"Tuan, Nyonya..." para Maid langsung saja berdiri saat melihat Tuan mereka melewati ruang tengah.
"Sudah, duduk saja tidak apa apa." kata Ella yang bisa melihay kecanggungan para maid nya itu.
Mereka pun kembali duduk meskipun masih merasa tak enak,
"Ada yang ingin aku katakan pada kalian." kata Alex yang membuat semua orang terkejut apalagi Ella, mengingat Alex sama sekali tak mengatakan apapun sebelumnya pada Ella.
"Aku ingin kalian tidak membiarkan nyonya kalian melakukan pekerjaan apapun, sekalipun dia memaksa, jangan biarkan Ella melakukan apapun." jelas Alex dengan suara lantang.
"Mas..." protes Ella sangat terkejut.
Para maid pun mengangguk paham "Jika Ella sampai melakukan pekerjaan sekecil apapun itu, aku tak segan segan untuk memecat kalian semua." tambah Alex lagi yang membuat semua maid ketakutan.
"Mas..!!" Ella terlihat kesal pada Alex, sementara Alex malah berjalan meninggalkan Ella dan memasuki kamarnya. Dengan kesal Ella mengikuti langkah Alex memasuki kamar.
__ADS_1
"Mas, kamu nggak bisa nglakuin ini ke aku!" protes Ella saat keduanya sampai dikamar.
Alex membawa Ella kedalam pangkuannya, tersenyum melihat wajah sebal istrinya itu "Masa lupa tadi dokter Dina bilang apa? kan nggak boleh capek, nggak boleh kerja berat." jelas Alex dengan sabar.
"Ya ampun mas, aku tuh cuma bantuin mereka, nggak ngerjain sendirian jadi nggak akan mungkin sampai kecapekan." protes Ella masih dengan nada kesal.
"Kamu tau nggak sayang, udah lama banget aku pengen punya baby, apalagi baby cowok tapi kan kamu tau sendiri dulu Hanna nggak bisa ngasih itu ke aku dan sekarang aku bisa dapetin ini dari kamu, jadi apa salah kalau aku sedikit khawatir dan takut kalau anak kita kenapa napa?" tanya Alex penuh kelembutan membuat Ella akhirnya mengalah,
Ya ini memang calon anak pertama Alex jadi wajar saja jika Alex sedikit protektif padanya, meskipun Ella kesal karena pasti akan sangat membosankan untuk nya jika tak melakukan aktifitas apapun.
Ella menghela nafas berat "Ya sudah, mulai besok aku tak akan melakukan pekerjaan apapun, hanya tidur, makan, tidur, makan!" kata Ella dengan nada kesal.
Ella bangkit diikuti oleh Alex lalu Alex memeluk Ella dari belakang "Terimakasih sayang sudah mau mengerti." kata Alex.
"Padahal lho mas aku baca di artikel kalau hamil itu justru harus sering dibuat jalan jalan, nggak boleh males malesan biar kalau lahiran lancar." Kata Ella berusaha.
Melihat usahanya tak berhasil membuat Ella menghela nafas pasrah "Iya deh iya, nggak akan ngapa ngapain!" kata Ella.
"Istriku ini memang yang terbaik." puji Alex membuat Ella memutar bola matanya malas.
"Ya udahlah, aku mau cuci muka dulu abis itu mau tidur, udah ngantuk!" kata Ella melepaskan pelukan Alex "Dab jangan harap ada jatah malam ini mas." batin Ella segera memasuki kamar mandi.
Ella keluar dari kamar mandi dan melihat Alex bersandar diranjang dan dipangkuanya terdapat laptop. Mata Alex fokus menatap layar laptop membuat Alex tak menyadari jika Ella sudah ada disampingnya.
"Nggak tidur mas?" tanya Ella meliirik layar laptop, penasaran dengan apa yang sedang Alex lihat meskipun Ella tak paham karena hanya ada tabel dan banyak tulisan disana.
"Bentar lagi sayang, tadi siang lupa mau ngecek sesuatu, kamu tidur duluan aja." kata Alex mengecup kening Ella sebentar lalu kembali lagi fokus pada laptopnya.
Ella hanya mendesah kesal lalu berbaring dan menutup matanya, padahal Ella pikir Alex akan meminta jatah padanya dan dia dengan tegas akan menolak sebagai bentuk protes Ella karena Alex melarangnya melakukan pekerjaan apapun tapi malah Alex sibuk dengan pekerjaan nya, ya sudah lebih baik Ella tidur saja.
__ADS_1
Siang harinya, Ella duduk didepan taman dengan perasaan sebal, bagaimana tidak? para maid sungguh menurut sekali dengan perintah Alex semalam. Bahkan sejak pagi tak membiarkan Ella menyentuh apapun. dan jika Ella protes maka para maid akan mengatakan ini dengan wajah memelas "Saya mempunyai anak yang masih membutuhkan biaya sekolah, apa Nona tak kasian jika saya sampai dipecat oleh Tuan Alex?" kata Maid itu dan langsung membuat Ella mengurungkan niatnya untuk membantu. lagipula Ella juga tak akan tega jika para Maid dipecat karenanya.
Namun tak sampai disitu saja, yang membuatnya semakin kesal kala Ella hendak menyirami bunga bunga ditaman, Bik Sumi datang dan meminta semua benda yang ada ditanganya.
"Biar Bibik aja Non, Non Ella nggak mau kan kalau Bibik sampai dipecat Den Alex?"
"Tapi Bik, ini cuma nyiram taneman!" protes Ella.
"Jadi gitu, Non Ella mau kalau Bik Sumi dipecat Den Alex?" kata Bik Sumi yang langsung membuat Ella memberikan semua peralatan pada Alex.
Dan jadilah Ella sekarang hanya duduk sambil menatapi Bik Sumi yang sedang merawat tanamannya.
Karena bosan Ella memasuki kamarnya, lebih baik Ia membaca novel dikamar dari pada kesal karena diluar tak bisa melakukan aktifitas apapun.
Lalu salah satu maid datang membawa Segelas jus jeruk dan kue.
"Non saya buatin jus jeruk buat nemenin baca novel." kata maid itu.
"Iya, makasih ya." balas Ella ramah.
Tanpa Ella sadari, Ia sudah menyelesaikan satu novel yang Ia baca dan kantuk menyerang membuat Ella memutuskan untuk tidur siang.
Berharap Ia akan bermimpi indah agar saat bangun nanti moodnya membaik.
Bersambung....
jangan lupa like vote dan komenn...
Update lebih awal karena nanti mau update novel yang lain...😘😘 mau berapa nih? satu aja apa nambah lagi? 😁
__ADS_1