
Vano masih diam, "Heh istri gue nanya." sentak Alex.
"Iya memang nggak jadi kok." balas Vano.
"Jangan jangan Lo ditolak ya?" kali ini giliran Alex yang menertawakan Vano.
"Sialan, tau aja kalau Gue ditolak." batin Vano kesal.
Mata Alex dan Ella sama sama memandang Vano meminta jawaban yang baru saja dilontarkan oleh Alex.
"Hahaha kalian bercanda ya, mana mungkin gue ditolak. gue aja yang belum nglamar dia." kata Vano yang masih saja di tatapi oleh Ella dan Alex.
"Apaan sih kalian ini?" kesal Vano yang ditatapi oleh Ella dan Alex membuat Vano risih.
"Jadi Lo udah ada rencana buat nglamar Riska?" tanya Alex dengan nada mengitimidasi "Trus Lo sekarang udah ada tanda tanda ditolak makanya Lo galau nggak kerja trus main kesini, bener kan tebakan gue?" tanya Alex lagi membuat Vano mengumpati kebodohannya dalam hati.
"Udah udah mas, kamu apaan sih godain Dokter Vano terus," kata Ella membela Vano "Kalaupun memang Dokter Vano serius dengan Mbak Riska, aku pasti dukung pake banget, jadi jangan nyerah ya dokter buat ngambil hati Mbak Riska." kata Ella menyemangati Dokter Vano.
Entah mengapa mendapatkan support dari Ella membuat perasaan Vano sedikit membaik.
"Jadi apa bener gue suka sama tuh cewek?" batin Vano.
Oek... oooekkkk.... tangisan Baby Liu langsung saja mengejutkan semua orang.
"Biar aku yang gendong, kamu disini aja." kata Alex bergegas menghampiri Baby Liu.
"Nggak nyangka gue, Si Alex bener bener berubah, Lo kasih obat apa sih La?" tanya Vano pada Ell yang hanya dibalas senyuman oleh Ella.
Tak berapa lama, Alex muncul dan sudah membawa Baby Liu dalam dekapannnya membuat Ella sangat kagum dan bahagia melihat Alex begitu menyayanggi Baby Liu.
"Sepertinya Baby Liu haus," kata Alex memberikan Baby Liu pada Ella.
"Aku akan menyusuinya." Ella pun bangkit membawa Baby Liu memasuki kamarnya.
"Kenapa tidak menyusui disini saja Ella?" teriak Vano yang membuat Alex geram lalu melemparkan remote tv ke arah Vano. beruntung Vano bisa menghidari.
"Daddy kasar sekali." ejek Vano menambahkan kegeraman Alex.
Alex pun beranjak meninggalkan Vano sendiri, lebih baik Ia menemani Baby Liu menyusui dari pada harus berdebat dengan Vano.
Alex membuka pintu kamar lalu melihat Ella berbaring di ranjang sambil menyusui Baby Liu. Alex ikut berbaring disamping Ella, memeluk Ella dari belakang sambil mengelusi pipi Baby Liu yang tengah rakus menyedot makanan nya.
"Duh, rakus banget sih Dek, Daddy nggak dibagi nih?" Celetuk Alex yang menimbulkan tawa Ella.
__ADS_1
"Daddy nya puasa dulu ya, nggak lama kok cuma 2 tahun aja." kata Ella.
"Ck, ntar ngincip dikit boleh lah ya dek." balas Alex.
"Mas apa sih, didepan anaknya kok ngomongin mesum." protes Ella.
"Nggak apa apa lah, orang mommy nya juga seneng di mesumin."
"Ck, nunggu 40 hari dulu ya Daddy." Ella mengingatkan.
"Siap deh Mommy."
Keduanya pun asik menikmati kebersamaan apalagi sekarang sudah ada Baby kecil yang menemani mereka. Tak peduli dengan tamu yang masih dibawah (dokter Vano).
"Nasib gue gini amat ya, udah ganteng tapi ga nikah nikah, mana punya saudara kampret banget sukanya manas manasin doang." keluh Vano yang kini tengah duduk lesehan didepan mansion.
"Tuan, makanannya sudah siap." kata maid dengan suara centil. maid yang tadi sempat salah tingkah karena ucapan Vano.
"Ck, ntar ajalah. nggak napsu gue." balas Vano acuh.
"Mau saya ambilkan saja Tuan?" tawar Maid itu.
"Nggak perlu repot, udah sana pergi aja jangan genit genit ma gue!" sentak Vano membuat maid itu terkejut.
Bukannya tadi dia bilang istri idaman kok sekarang galak amat sih batin maid itu menghentakan kakinya kesal lalu memasuki mansion.
Mata Vano menatap pasutri paruh baya yang berjalan ke arah mansion.
"Aduh calon mertua gue tuh." Vano bergegas bangun merapikan pakaiannnya agar tak terlihat berantakan didepan calon mertuanya itu.
"Loh kamu kan?" Pakde menunjuk Vano dengan jarinya.
"Selamat siang pak, bu." sapa Vano ramah.
"Siang juga, maafkan kesalahan kami waktu itu ya nak, kami tak tahu jika masalahnya tidak seperti itu." kata Pakde dengan raut wajah menyesal.
"Ah tidak apa apa pak, santai saja."
"Dan juga terima kasih ya Nak, kamu telah meringankan beban anak kami," kata Budhe menambahi.
"Iya Bu, santai saja." Vano merasa aneh karena dirinya tak pernah berhadapan dengan orangtua seperti ini apalagi orangtua wanita yang Ia sukai.
Vano mengakui memang dirinya menyukai Riska, entahlah perasaan itu datang perlahan namun Ia masih belum siap untuk mengungkapkan.
"Masuk saja pak, bu, Ella dan Alex sudah ada didalam." kata Vano.
__ADS_1
"Ya tadi aku ke klinik, aku pikir masih ada disana tapi ternyata sudah pulang." jelas Pakde.
"Ya sudah mari masuk biar saya panggilkan." ajak Vano yang langsung diikuti oleh Pakde dan Budhe.
Dengan langkah semangat Vano menaiki tangga untuk memanggil Alex dan Ella.
Brak... brak... brak... Alex dan Ella yang tengah asyik melihat wajah gemas Baby Liu pun terganggu karena gedoran pintu.
"Sial, siapa sih ganggu banget!" gerutu Alex bangun dan membuka pintu lalu menatap Vano malas.
"Tuh di cariin calon mertua gue!" kata Vano sambil terkekeh.
"Siapa? Ha? emangnya si Riska mau kok ngaku ngaku?" kekeh Alex mengejek Vano membuat Vano kembali jengkel.
"Kalau sampai gue dan Riska merried, Lo harus ngasih mansion kayak gini ke gue sebagai kado pernikahan." kata Vano yang langsung diangguki Alex.
"Ya itu pun kalau mau, jangan berharap nanti kalau ditolak sakit uhhh." ejek Alex lalu berjalan mendekati istrinya, mengecup kening istrinya padahal Vano masih disana.
"Sayang, Pakde sama Budhe ada dibawah tuh yuk kita temuin dulu." ajak Alex lalu membawa Baby Liu ke dalam dekapannya.
"Pelan pelan ya sayang." kata Alex membuat Vano jengah lalu berjalan mendahului Alex.
"Pakde, Budhe." Ella segera saja mencium tangan orangtuanya itu diikuti Alex.
"Sini ikut uti." ajak Budhe mengambil Alih baby Liu dari gendongan Alex.
"Tadi pakde ke klinik tapi kalian sudah pulang makanya pakde minta alamat sini sama dokter Dina."
"Maaf ya Pakde, malah belum sempet ngabarin." kata Ella.
Vano pun ikut nimbrung disana meskipun tak ada yang mengajak bicara.
"Ah iya pakde udah kenalan belum sama calon mantu?" tanya Alex sambil melirik Vano.
Dari gelagat Alex, perasan Vano sudah mulai tak enak.
"Calon mantu bagaimana maksudnya nak?" tanya Pakde binggung.
"Tadi ada yang ngaku ngaku sebagai ca-"
"Saya permisi ke toilet sebentar ya pak ,bu.. lanjutkan saja obrolan hangat kalian." kata Vano memotong ucapan Alex lalu berlari ke arah belakang.
Alex hanya tertawa melihat tingkah gugup Vano.
"Mas ini jail banget sih."
__ADS_1
BERSAMBUNG ...
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAAA