ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
126


__ADS_3

Bik Sumi tengah membersihkan meja makan, namun matanya segera teralihkan kala melihat Ella berjalan pelan dan sedikit meringgis.


Segera Bik Sumi mendekati Ella, "Non nggak apa apa?"


"Eng, nggak tau nih Bik, tiba tiba kerasa mules."


"Duh jangan jangan udah waktunya Non." panik Bik Sumi.


"Mules mau pup kayaknya Bik, Ella ke kamar dulu deh." kata Ella berjalan mendekati Lift untuk naik ke kamarnya.


Karena masih khawatir, Bik Sumi pun mengikuti Ella ke atas. Bik Sumi memasuki kamar Ella namun tak menemukan Ella disana, sepertinya Ella sedang didalam kamar mandi pikir Bik Sumi yang akhirnya menunggu Ella keluar.


Tak berapa lama Ella keluar dan masih meringgis tak tahan merasakan perutnya yang masih saja mules.


"Non, udah waktunya itu, Bibik telepon Den Alex saja ya."


"Emm, jangan dulu Bik, takutnya kontraksi palsu kayak kemarin." kata Ella mengingat 4 hari yang lalu sebelum Alex mengambil cuti dirumah, Ella merasakan mules seperti ini. awalnya Ella pikir akan melahirkan, Ia sudah menghubungi Alex dan memintanya untuk pulang namun nyatanya saat sudah dibawa ke klinik Dokter Dina hanya kontraksi palsu masih belum pembukaan.


"Ya udah Non, buat istirahat saja dulu tapi nanti kalau kerasa terus mulesnya, Bibik telepon Den Alex ya." pinta Bik Sumi yang langsung diangguki oleh Ella.


Hingga dua jam berbaring, mules yang dirasakan Ella bukannya berkurang malah semakin teratur, apalagi ditambah wajah Ella yang pucat.


Bik Sumi yang baru saja memasuki kamar akhirnya keluar lagi untuk menghubungi Alex tanpa sepengetahuan Ella karena takut terjadi sesuatu dengan Ella.


"Den, pulang ya... kayaknya Non Ella mau melahirkan." kata Bik Sumi saat Alex sudah menerima panggilannya.


"APAA?" Alex terdengar terkejut dan panik "Aku pulang sekarang Bik, tunggu jangan dibawa kemana mana dulu." pinta Alex lalu mematikan panggilannya.


Bik Sumi segera mengantongi ponselnya lalu kembali masuk kekamar Ella.


"Masih mules Non?" tanya Bik Sumi kala Ella baru saja keluar dari kamar mandi dan entah sudah keberapa kali.


"Iya bik, makin kenceng mulesnya," kata Ella duduk di pinggir ranjang "Kayaknya udah waktunya ya Bik." keluh Ella sambil terus mengelus perutnya.


"Apa kita ke klinik sekarang aja Non?"


"Coba tunggu bentar lagi Bik, kalau masih kita ke klinik dokter Dina." kata Ella yang langsung diangguki Bik Sumi.


Brakk.... Ella dan Bik Sumi dikejutkan oleh pintu yang terbuka kasar.


"Ayo kita ke klinik sekarang!" kata Alex dengan nada panik lalu mendekati istrinya yang terlihat meringgis.


"Mas kok tau?" tanya Ella lalu menatap Bik Sumi meminta penjelasan.


Bik Sumi pun tersenyum tak enak "Maaf Non, bibi khawatir Non kenapa napa."


"Sudah lebih baik kita kesana sekarang!" kata Alex langsunh saja mengangkat tubuh Ella membuat Ella terkejut.


"Aku bisa jalan sendiri mas!" protes Ella.

__ADS_1


"Diem!"


Ella pun diam, menuruti kepanikan suaminya, sementara Bik Sumi membuntuti keduanya dari belakang sambil membawa tas berisi perlengkapan hamil.


Sandi yang berdiri didepan mobil pun dengan sigap segera membuka kan pintu untuk Alex dan Ella yang baru saja tiba.


"Kita ke klinik Dina, cepat!" perintah Alex.


"Baik Tuan."


Bik Sumi duduk didepan bersama Sandi sementara Alex duduk dibelakang bersama Ella, tangannya tak berhenti mengelus perut Ella.


"Sabar ya sayang, kita akan segera bertemu dan jangan membuat ibumu terlalu sakit." batin Alex sambil terus mengelus perut Ella.


"Shhhh, duh." keluh Ella yang seketika menambah kepanikan Alex apalagi ditambah wajah Ella yang semakin cepat.


"Bisakah kau lebih cepat sedikit?" bentak Alex pada Sandi.


Sandi yang mengerti kepanikan Alex pun menambah kecepatan nya.


"Sabar ya sayang, bentar lagi kita sampai, mana yang sakit?" tanya Alex.


"Mules banget mas, rasanya mau ke kamar mandi terus tapi nggak keluar apa apa." keluh Ella.


"Itu kontraksi buat pembukaan Non," jelas Bik Sumi yang ada didepan.


"Tahan ya sayang." kata Alex memeluk tubuh Ella.


"Ya sayang," Alex mengangguk paham "Biar nanti Sandi yang menghubungi, sekarang ayo kita masuk dulu." ajak Alex kala mereka sudah sampai.


"Jangan lupa hubungi pakde nya Ella," perintah Alex kala keluar dari mobil.


"Baik Tuan."


Alex pun kembali mengendong Ella dan membawanya masuk.


"Dinaaa.." suara teriakan Alex mengema diseluruh klinik hingga membuat pasien yang ada disana menatap Alex penuh keheranan.


"Astaga Alex, ada apa?" tanya Dokter Dina yang baru saja keluar, wajahnya pun tak kalah panik apalagi saat melihat Ella digendong Alex.


"Istriku akan melahirkan, dia sudah merasakan mules sejak tadi." jelas Alex.


"Bawa dia ke dalam, biar aku periksa." kata Dina yang langsung di turuti Alex.


Alex pun membawa Ella dan menidurkan diranjang.


"Cepat," kata Alex kala melihat dokter Dina berjalan pelan ke arah mereka.


Dokter Dina hanya mencebik kesal. Dina segera menyibak dress yang dipakai Ella lalu membantu Ella melepaskan ****** ******** dan mulai memeriksa.

__ADS_1


"Sudah pembukaan 1, kita tunggu sampai pembukaan 10 baru bayi bisa keluar." jelas Dina.


"Apa masih lama?" tanya Alex.


"Bisa iya bisa tidak." balas Dina berbalik akan keluar.


"Hey, mau kemana kau?" sentak Alex.


"Aku akan keluar menemui pasienku yang lain sambil menunggu pembukaan 10," balas Dina.


"Tutup klinik mu sekarang dan fokus saja urusi istri ku!" kata Alex dengan suara lantang.


"Apa kau gila? banyak pasien yang sudah mendaftar sejak tadi, mana mungkin aku melakukan itu!" kesal Dina.


"Oh jadi kau ingin aku yang menutup klinik ini?"


Dina menggeleng tak percaya, Alex memang gila, selalu mengancamnya seperti itu.


"Baiklah aku akan menutup klinik ini Tuan Alex yang menyebalkan!"


Dina pun segera keluar dengan perasaan jengkel, Ella yang sedari tadi mendengar hanya diam saja karena Ia tak memiliki tenaga untuk memisahkan debat Dina dan Alex.


"Mana yang sakit hmm?' tanya Alex sedih melihat Ella sudah mulai menangis.


Ella hanya menggeleng pelan, diperutnya sudah merasakan sakit, rasanya ada yang akan keluar.


"Jalan jalan lah, agar pembukaan mu cepat sampai 10." kata Dina kembali memasuki ruangan.


"Kau gila? istriku sedang kesakitan, dan kau meminta dia jalan jalan?" kesal Alex.


Dina hanya diam tak mengubris sementara Ella pun menuruti Dina, turun dan jalan jalan disekitar kamar.


"Aduh, sakit.. sakit sekali." teriak Ella setelah beberapa saat.


Dina pun kembali memeriksa "Baru pembukaan 6, sebentar lagi." kata Dina.


Tak ada raut wajah Alex yang tenang, disana Ia terlihat panik.


Budhe pakde pun juga sudah datang memberikan support untuk Ella.


Mereka datang ke klinik pukul 11 siang dan Ella melahirkan pukul 8 malam.


Oekkk... oekkk.. tangisan bayi mulai terdengar membuat siapapun yang disana mengucap rasa syukur.


"Bayinya sudah keluar?" tanya dua orang yang baru saja memasuki ruangan membuat semua mata memandang ke arah mereka.


Bersambung...


hayo kira kira siapa ya?

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komenn


__ADS_2