ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
113


__ADS_3

Suster keluar dari ruangan Vano dan menghampiri Riska.


"Nona disuruh menunggu diruangannya, mari saya antar." kata suster itu yang langsung diangguki oleh Riska.


"Silahkan ditunggu disini Nona, sembari menunggu Dokter Vano selesai, apa Nona ingin minum sesuatu?" tanya Suster itu ramah.


"Tidak perlu suster, terimakasih." balas Riska yang diangguki oleh Suster itu.


"Kalau begitu saya keluar dulu."


"Baiklah, sekali lagi terimakasih." kata Ella sebelum suster itu keluar dan meninggalkannya diruangan Vano sendiri.


Agar tak bosan, Riska memainkan ponselnya sembari menunggu Vano selesai, Riska yakin pasti akan lama mengingat antrian yang tadi Ia lihat sangatlah panjang.


Hampir satu jam, seharusnya jadwal praktek dokter Vano sudah selesai karena ini sudah pukul 10, namun nyatanya dokter Vano belum kembali ke ruangannya.


Karena bosan memainkan ponselnya, Riska pun berdiri untuk melihat lihat ruangan Vano.


Riska melihat ada banyak sekali piala disana. "Apa dia dokter terbaik disini? banyak sekali piala nya." gumam Riska sedikit kagum.


"Apa kau akan mencurinya?" suara pria yang tak lain adalah dokter Vano terdengar membuat Riska terkejut.


"Ti-tidak, aku hanya melihat saja." bantah Riska sedikit kesal dengan ucapan Vano.


Vano melihat penampilan Riska yang berbeda dengan kemarin, jika kemarin Riska menguncir rambutnya kali ini Riska membiarkan rambutnya tergerai.


Vano tersenyum lalu duduk di kursi nya, diikuti oleh Riska yang duduk didepan Vano.


"Aku pikir kau tidak akan datang." celetuk Vano.


"Aku sudah berjanji akan tanggung jawab, tentu saja aku datang." kata Riska mencoba mengalah dan menahan kesabaranya.


"Lihatlah ini struk dari bengkel yang aku datangi untuk membenarkan mobilku, aku sengaja memintanya di awal agar sewaktu waktu kau datang, aku bisa memberikannya padamu."


Riska menerima lembaran kertas itu, dan betapa terkejutnya dia saat melihat nomimal yang tertulis disana.


"Ap-apa, 5-50juta?" tanya Riska tak percaya lalu menatap Vano tajam.


"Apa kau tau, mobilku itu sangat mahal jadi sudah pasti sparepart nya mahal." balas Vano santai.


"Ta-tapi aku tidak mempunyai uang sebanyak itu." kata Riska menunduk.


Vano menatap gadis itu, dari atas sampai bawah membuat Riska yang ditatap sedikit risih.


"Ad-ada apa? kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Riska.


Tanpa menjawab, Vano berdiri melepaskan jas dokternya dan terlihat Ia hanya mengenakan kemeja warna biru laut yang membuat kadar ketampanan Vano bertambah.

__ADS_1


"Ayo ikut aku." ajak Vano.


Riska menyilangkan kedua tangan nya didada dan menatap Vano tajam.


"Ada apa? kenapa menatapku seperti itu?"


"Ka-kau tidak berniat mengambil kesucianku kan?" tanya Riska takut membuat Vano melonggo.


"Apa aku terlihat seperti pedofil dimatamu?" tanya Vano tak percaya "Tapi sepertinya itu ide yang bagus." kata Vano dengan senyuman nakal.


"Ti-tidak! aku tidak mau." Riska seketika menjerit.


Vano terkekeh dibuatnya, "Kau pikir aku tertarik padamu? bahkan diluar banyak sekali wanita yang mengantri minta ku tiduri," kekeh Vano membuat Riska cemberut namun Ia juga lega.


"Apa aku seburuk itu?" batin Riska kesal.


"Ku pegang kata katamu jika kau tidak akan berbuat macam macam padaku." kata Riska.


"Tentu saja, bahkan sekarang kau telanjang pun tidak akan membuat milik ku berdiri!"


"Benar benar menyebalkan!" gerutu Riska.


"Apa kau kecewa karena aku tak tertarik padamu?" goda Vano.


"Ti-tidak, aku justru senang." sangkal Riska.


Sementara pagi hari di mansion, Alex yang baru saja bangun tidur sudah disuguhkan oleh pemandangan yang menyejukan matanya.


Bagaimana tidak? sepagi ini Ella terlihat cantik dengan dress panjang warna biru muda tanpa lengan, rambut yang Ia gerai membuat kadar kecantikan Ella meningkat.


Ella tak sadar jika suaminya sudah bangun dan memandanginya, Ia malah sibuk merias dirinya didepan cermin. Alex sendiri pun sedikit heran dengan Ella akhir akhir ini yang suka sekali merias dan mempercantik diri dihadapan nya , apalagi ini wekeend membuat Alex betah saja dirumah.


"Mas, sudah bangun ternyata." kata Ella sedikit terkejut ternyata suaminya memandanginya sedari tadi.


Alex bangun lalu memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"cantik banget sih, mau kemana lagi sekarang?" tanya Alex.


"Apa sih mas, nggak kemana mana kok kecuali mas yang ngajak kemana mana." sindir Ella.


"Hmm, ngode nih minta diajakin piknik." cibir Alex yang membuat Ella terkekeh.


"Mas mandi gih, biar aku buatin kopi dulu." kata Ella beranjak dari duduknya.


"Oke siap tuan putri." Ella menggelengkan kepalanya geli mendengar balasan Alex.


Selesai membuatkan kopi, Ella segera naik ke atas menggunakan lift tentunya karena Alex pernah marah kala Ella naik ke atas menggunakan tangga.

__ADS_1


Sesampainya dikamar, Alex belum selesai mandi, Ella meletakan kopi Alex di meja lalu menyiapkan baju yang akan dikenakan Alex hari ini.


Kaos pendek serta celana pendek sepertinya cocok untuk Alex bersantai hari ini. Selesai menyiapkan baju Ella mendengar ponsel Alex yang ada dimeja berdering.


Ella mengambil ponsel suaminya dan mengecek memang ada panggilan tak terjawab dari Mama Rena, nama yang tertera diponsel Alex yang menelepon Alex.


Ella meletakan kembali ponsel milik suaminya, meskipun Ia penasaran dengan si penelepon namun Ella tetap menjaga privasi Alex dan tak ikut campur urusan pribadi Alex.


Alex keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya, tersenyum ke arah istrinya yang baru saja membuatkan kopi hangat untuknya.


"Mas barusan ada yang telepon tuh." kata Ella menunjuk ponsel suaminya yang tergeletak dimeja.


"Siapa sayang?"


"Nama kontaknya Mama Rena, tapi nggak aku angkat kok." kata Ella.


"Kok tumben," balas Alex penasaran membuat Alex segera mengambil ponselnya.


3 panggilan tak terjawab dari Mama Rena.


Alex segera mendial nomer Mama Rena, dan tak butuh lama panggilan Alex pun terjawab.


"Bianca?" Alex terlihat mengerutkan keningnya.


"Astaga! dirumah sakit mana?"


"Baiklah aku akan kesana sekarang!" kata Alex lalu memutuskan panggilannya.


"Ada apa mas?" tanya Ella melihat wajah khawatir Alex.


"Aku harus kerumah sakit sekarang sayang, Mama tiriku dirawat disana." jelas Alex.


"Aku ikut ya mas?"


"No, kamu dirumah aja sayang, aku paling cuma sebentar!" kata Alex sambil mengenakan bajunya, Ella pun membantu Alex memakai bajunya.


Ella terlihat sedih mendengar penolakan Alex.


"Aku kan juga pengen nengokin mas." kata Ella dengan wajah memelas.


"No sayang, Aku cuma sebentar nanti aku langsung pulang." kata Alex mengecup kening Ella lalu pergi begitu saja tanpa meminum kopi hangat buatan Ella.


Ella tertunduk lesu "Apa salahnya sih mas, aku juga pengen kenal keluarga kamu." keluh Ella.


Bersambung...


Jangan lupa like vote dan komen yaaa...

__ADS_1


__ADS_2