ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
38


__ADS_3

Mobil sedan mewah warna merah sudah terparkir dihalaman rumah Ella.


"Apa kau menyukainya?" tanya Alex saat Ia mengajak Ella untuk melihat kedepan rumah.


"Apa ini?" tanya Ella binggung.


"Ini mobil untukmu." kata Alex terlihat senang berbeda dengan Ella yang terlihat biasa saja.


"Untuk apa aku dibelikan mobil? toh aku juga tak bisa menyetir." kata Ella.


"Aku sudah mencarikan sopir untukmu dan juga penjaga yang akan menjaga dirumah ini." kata Alex.


"Untuk apa sih harus melakukan semua ini?" tanya Ella terlihat kesal.


"Tentu saja untuk menjaga keamananmu serta calon anak kita, Dengarkan aku Ella, aku tak ingin terjadi sesuatu padamu dan Calon anak kita jadi lebih baik menurutlah." kata Alex.


"Baiklah terserah kau saja." kata Ella malas toh jika Ia berdebat pun pada akhirnya akan kalah juga.


"Jadi apa sekarang aku bisa kemana saja?" Tanya Ella.


"Tentu tidak, kau sedang hamil, kau hanya bisa pergi menemuiku atau dokter saja." jelas Alex membuat Ella melonggo tak percaya.


"Itu berlebihan sekali, pasti sangat membosankan jika aku hanya dirumah saja, lalu untuk apa kau membelikanku mobil." kesal Ella.


"Jika kau bosan, kau bisa datang kekantor dan menemaniku bekerja." kata Alex tersenyum.


"Menemani tidur maksudmu?" tanya Ella dengan nada menyindir.


"Pintar sekali istriku." kekeh Alex, melihat Ella kesal membuat Alex merasa senang.


Ella hanya memutar bola matanya malas mendengar kekehan Alex, langsung saja Ia memasuki rumah lagi karena kesal.


Jika dulu Ia berpikir menikah dengan orang kaya bisa membuatnya senang dan melakukan apapun yang belum pernah Ia rasakan namun nyatanya salah besar, Menikah dengan Alex hanya membuatnya merasa terkekang saja.


"Sayang.. apa kau marah?" tanya Alex yang membuntuti Ella dari belakang.


Ella menatap Alex lalu menutup mulutnya dan berlari kekamar mandi.


Hoekk.... Hoekk...


"Sayang, apa kau baik baik saja?" tanya Alex melihat Ella kembali muntah muntah.


Ella menatap Alex lagi lalu Hoekk... Hoekk...


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Alex binggung "Aku akan memanggil Dina kesini." kata Alex hendak keluar.

__ADS_1


"Jangan ... sepertinya aku tau masalahnya." tanya Ella tak menatap wajah Alex.


Alex kembali mendekat dengan wajah binggung. "Aku mual saat melihat wajahmu, aku juga binggung tapi saat aku melihatmu seperti ini rasanya..." Hoekkk... Ella kembali mual setelah mengatakan pada Alex.


"Apa maksudmu? mana mungkin kau mual saat melihat wajah yang menghamilimu?" kesal Alex.


"Memang seperti itu.''


"Lalu aku harus bagaimana agar kau tak mual lagi?" tanya Alex.


"Sepertinya Ibu dari bayi kita butuh jalan jalan." kata Ella tanpa menatap Alex.


"Haha lelucon apa itu? aku tau itu hanya alasan mu agar bisa jalan jalankan?" kata Alex.


"Ya sudah jika tak ingin menuruti, lebih baik jangan dekat dekat denganku." kata Ella.


"Tidak, aku akan tetap dekat denganmu."


Hoekkk... Hoekk... Ella kembali muntah.


"Baiklah baiklah, ayo kita pergi." kata Alex dengan nada kesal.


Ella yang mendengar itu terlihat senang karena untuk pertama kalinya Ia bisa mengerjai Alex seperti ini.


Lagipula untuk apa membeli mobil baru jika tidak digunakan untuk jalan jalan batin Ella tersenyum penuh kemenangan.


Nisa berjalan memasuki kamar Hanna, sudah sejak pulang dari kantor Alex semalam, Hanna mengamuk dan menangis. membuang apapun yang ada dikamarnya membuat Nisa sedikit kewalahan semalaman, sibuk membersihkan kamar Hanna hingga Ia tak sempat bertemu dengan kekasihnya Sandi.


Beruntung tadi pagi sebelum Sandi pergi ia sempat cipika cipiki dulu dengan sang kekasih.


Nisa memasuki kamar Hanna dan melihat kondisi Hanna yang terlihat kacau. rambutnya berantakan dan make up sisa kemarin yang belum ia bersihkan membuat Hanna terlihat sangat mengerikan.


"Nyonya ... mau mandi?" tanya Nisa hati hati, menjadi orang kepercayaan Hanna bukanlah mudah untuk Nisa, disaat seperti ini jika Ia salah mengatakan sesuatu bisa membuatnya mendapatkan amukan namun disaat sang nyonya sedang bahagia tak jarang pula Ia ikut dibahagiakan dengan barang barang mahal milik Hanna yang sudah tak terpakai akan diberikan pada Nisa, meskipun bekas namun Nisa tetap saja bersyukur bisa menggunakan barang branded.


"Ya siapkan air hangat untuk ku." kata Hanna dengan tatapan kosong.


Segera Nisa menuruti perintah Hanna, menyiapkan air hangat, membantunya mandi bahkan saat ini Nisa menyisir rambut Hanna.


"Apakah aku cantik Nisa?" tanya Hanna tiba tiba saat Nisa sedang menyisir rambut Hanna.


"Tentu saja Nyonya sangat cantik sekali." puji Nisa.


"Jika dibandingkan dengan Ella, siapa yang lebih cantik?" tanya Hanna.


Deg... Nisa binggung saat ini harus menjawab apa, apakah Ia harus jujur atau tidak kali ini?.

__ADS_1


Hanna dan Ella jelas berbeda. Jika Hanna cantik dan terlihat dewasa, Ella cantik namun wajahnya terlihat sangat imut, bahkan Sandi kekasihnya saja pernah memuji Ella didepannya, ah membuatnya kesal saja.


"Tentu saja lebih cantik Nyonya Hanna." jawab Nisa.


"Benarkah? tapi kenapa Alex lebih menyukai gadis itu?" kata Hanna terdengar sedih membuat Nisa ikut sedih.


"Apa karena aku tak bisa memberikan anak untuk Alex hingga membuatnya seperti ini sekarang? apa dia sudah mulai bosan padaku? rasanya menyakitkan sekali." kata Hanna dengan air mata berlinang.


"Nyonya... yang sabar yaaa." kata Nisa mencoba menghibur Hanna yang telihat terpuruk.


"Sabar katamu? tidak !! aku tidak akan sabar dan terima! aku akan merebut Alex lagi dari bocah kecil itu, Alex hanya milik ku, hanya Milik ku." kata Hanna tegas membuat Nisa terkejut.


"Sekali iblis tetap iblis, pantas saja Sandi lebih memihak Ella dari pada Hanna.'' batin Nisa.


...


"Apa ada yang menganggumu Dev?" tanya Wanita paruh baya yang kini sedang menikmati makan malam bersama putranya itu.


"Apa Mama sudah tau jika Alex sudah menikah lagi?" tanya Devano pada sang Mama.


"Ya mama tau, Ken yang menjodohkan nya pada gadis kampung, tapi sepertinya dia gadis baik baik." kata Mama.


"Kenapa Mama tak memberitahuku?" kesal Dev.


"Kau tak bertanya, lagipula tak ada pesta pernikahan, dan pernikahan itu terjadi sehari setelah Ken meninggal." kata Mama.


"Dia terlihat seperti gadis kecil dan lugu,." kata Dev.


"Kau sudah bertemu dengannnya?" tanya Mama.


Dev hanya mengangguk "Ya, Dia memang terlihat gadis yang baik, dan dia sedang hamil." kata Dev.


"Bukankah itu bagus, Alex akan segera memiliki keturunan,."


"Bukan itu masalahnya Ma.." kata Dev.


"Lalu apa?"


"Aku hanya mengkhawatirkan istri kedua Alex, ." kata Dev.


"Sudahlah, tidak baik mencampuri urusan rumah tangga orang lain, lagipula hubungan mu dengan Alex saja sudah renggang jadi untuk apa kau memikirkan ini semua?" kata Mama.


"Mama nggak ngerti gimana jahatnya Hanna, dan yang Dev khawatirkan adalah kandungan istri kedua Alex yang dalam bahaya jika Hanna tau semuanya, astaga memang tak seharusnya gue mikirin istri Alex , dan nggak tau kenapa Gue nggak tega aja kalau sampai Hanna si wanita ular itu berulah lagi." batin Dev hanya mendesah kesal mengingat rusaknya hubungan nya dengan Alex karena Hanna si wanita ular itu.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


HAYOO SIAPA YANG KEMARIN BILANG KALAU DOKTER DEV JAHAT? HEHE..


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAAA....


__ADS_2