ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
57


__ADS_3

Malam ini Hanna melanjutkan aksinya yang kemarin sempat gagal karena anak buahnya yang tidak becus, sudah bayar mahal namun ternyata bukan rumah Ella yang terbakar dan kali ini Hanna melakukannya sendiri karena Ia juga tak memiliki cukup uang untuk membayar anak buahnya lagi.


Tepat pukul 1 malam Hanna meluncur menuju rumah Ella yang baru tadi pagi Ia ketahui, keadaan disana cukup sepi, bukan karena sudah terlalu larut malam tapi karena letak rumah itu yang jauh dari pemukiman warga, Hanna sendiri juga heran kenapa Alex bisa membelikan rumah Ella ditempat terpencil seperti ini.


Hanna sudah menyiapkan satu drijen penuh bensin dan korek api untuk eksekusinya, kali ini Hanna benar benar akan membakar rumah Ella beserta orang orang yang ada didalamnya, tak peduli lagi dengan Alex yang ada didalam rumah, toh Ia kini juga sudah dibuang oleh Alex jadi kini waktunya untuk Hanna membuang Alex, karena jika Alex mati pasti semua harta milik Alex kan menjadi miliknya.


Hanna tersenyum menyerigai membayangkan menikmati seluruh harta kekayaan Alex yang teramat banyak.


Bahkan mungkin hingga Hanna tua pun hartanya masih ada karena memang banyak sekali.


Hanna keluar dari mobil membawa satu drigen bensin, Hanna sedikit kewalahan karena selama ini Ia tak pernah mengerjakan pekerjaan berat.


Ia menyelinap memasuki gerbang rumah yang bahkan tidak dikunci, "Ceroboh banget sih sampe gerbang nggak dikunci." batin Hanna.


Hanna melihat ada yang aneh dengan rumah Ella, kenapa rumahnya begitu sepi dan kotor, tidak mungkin kan jika Alex tidak memperkerjakan maid, tapi kenapa ini kotor sekali seperti tak berpenghuni? batin Hanna heran.


Hanna sudah memasuki hingga samping rumah, pelan pelan ia membuka tutup drigen agar tak ketauan.


Srekkk srekkkkk... ada suara yang membuat Hanna terkejut dan akhirnya Ia bersembunyi dibalik pohon yang cukup rindang.


Hanna mengintip ternyata suara kucing yang melintas dirumput yang tumbuh lebat disana membuat Hanna sedikit lega karena bukan seseorang yang datang.


Hanna lalu bangkit hendak kembali ketempat Ia meletakan drigennya namun Hanna dikejutkan oleh tetesan air dari atas pohon yang menetes ditangan nya.


Hanna pikir itu hanya tetesan air embun, namun semakin lama semakin banyak, dan Hanna semakin terkejut lagi karena tetesan air itu tidak berwarna bening namun berwarna merah.


"Apa Ini." Hanna melihat cairan merah menetes dari atas, dengan keberanian penuh akhirnya Hanna mendongak keatas dan betapa terkejutnya Hanna melihat ada yang mengantung disana, rambutnya lebat dan panjang hingga menutupi seluruh wajahnya, bajunya warna putih panjang, dan lagi Ia tertawa cekikikan saat Hanna sudah melihat kearahnya.


"Kun .. kun.. kun.." Hanna terdengar gagap karena benar benar terkejut melihat wujud asli setan yang sering Ia tonton dibioskop.


"Kuntiii..." jawab kuntilana yang diatas pohon dan melanjutkan cekikikannya lagi.


"Haa iya kuntilanak." kata Hanna tertawa namun beberapa saat Ia sadar "Aaaaa kuntilanak.." Hanna berlari sekuat tenaga keluar dari rumah Ella. Tak peduli jika Alex atau Ella mendengar teriakan Hanna, yang Hanna pikirkan sekarang Ia bisa selamat dari kuntilanak yang menyeramkan itu.

__ADS_1


Hanna segera memasuki mobilnya dan melajukan dengan kecepatan tinggi tak peduli dengan rencana nya yang kembali gagal.


Sementara itu Kuntilanak yang tadinya masih berada diatas pohon kini sudah turun kebawah mengaruk garuk seluruh tubuhnya.


"Gatal Bos, ada semut diatas." keluh orang itu yang kini sudah melepaskan jubah putihnya dan rambut palsu yang Ia kenakan.


"Tapi aku senang sekali dengan pekerjaanmu, oh ya ini bayaranmu dan juga bonusnya!" kata Seorang pria yang tak lain adalah Sandi memberikan sebuah amplop yang cukup tebal membuat Kuntilanak jadi jadian itu terlihat senang.


"Makasih bos, sering sering aja kayak gini," kekeh pria itu, Sandi hanya mengangguk dan tertawa puas karena berhasil mengerjai Hanna, melihat wajah ketakutan Hanna tadi membuatnya geli, " masa kunti takut kuntin" batin Sandi.


"Tapi bos, cewek tadi mau ngapain ya? bawa drigen segala tuh."


Sandi lalu melihat drigen yang sudah tak tertutup itu namun masih berisi cairan yang baunya sangat Ia kenali.


"Bensin, untuk apa nenek lampir itu membawa bensin kesini?" kata Sandi.


"Mungkin mau bakar rumahnya bos, tuh ada korek disampingnya." kata pria kuntilanak itu yang membuat Sandi melihat korek disamping bensin.


"Wanita gila, bisa bisanya dia melakukan ini semua!" kata Sandi terdengar geram.


....


Sandi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Ia ingin lebih dulu sampai dimansion sebelum Hanna namun sayangnya keduanya sampai bersamaan.


"Nyonya darimana kok baru pulang?" tanya Sandi mendekati Hanna yang masih terlihat pucat.


"Ak-aku, ah iya aku baru saja menghadiri acara ulang tahun temanku." kata Hanna sedikit gugup.


"Hingga selarut Ini nyonya?" tanya Sandi sedikit tak percaya.


"Memangnya kenapa jika aku pulang larut toh Alex juga tak ada dirumah, kau ini kepo sekali." kata Hanna dengan nada kesal.


"Maafkan saya Nyonya, saya hanya bertanya." balas Sandi santai.

__ADS_1


"Dan kau kenapa jam segini baru pulang?" tanya Hanna.


"Karena pekerjaan saya baru selesai nyonya." jawab Sandi.


"Apa kau tak takut jika pulang tengah malam begini?" tanya Hanna kepo, Hanna hanya ingin memastikan jika bukan dirinya saja yang melihat hantu itu.


"Sebenarnya saya takut Nyonya, apalagi kabarnya rumah Non Ella itu menjadi sarang hantu." kata Sandi.


"Benarkah,? kenapa Alex mencarikan rumah seperti itu?" tanya Hanna pura pura terkejut.


"Tapi selama saya disana juga belum pernah diganggu oleh setan wujud apapun." kata Sandi tenang "Karena setan disana cuma menganggu orang orang yang berniat jahat saja bahkan tak segan membuntuti hingga rumah dan tak jarang orang yang dihantui menjadi stress bahkan gila." jelas Sandi.


"Apa katamu?" tanya Hanna sedikit terkejut.


"Kenapa nyonya terlihat ketakutan? saya hanya bercerita saja." kata Sandi kembali melihat raut wajah pucat Hanna.


"Tid-tidak! memangnya siapa yang takut, hanya cerita seperti itu tidak akan membuatku takut dan menangis." kata Hanna lalu pergi meninggalkan Sandi yang terkekeh.


"Dasar manusia jelmaan kunti." ejek Sandi tersenyum puas melihat Hanna berlari memasuki mansion.


Hanna memasuki kamarnya lalu mengunci pintu kamarnya rapat rapat, segera ia mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang.


"Nisa, kekamarku sekarang!" kata Hanna langsung menutup panggilannya.


Dengan wajah kesal dan masih mengantuk, Nisa berjalan menuju kamar Hanna.


"Sayang, kau mau kemana?" tanya Sandi yang baru saja akan memasuki kamar.


"Nenek lampir itu menyuruhku kekamarnya sekarang!" jawab Nisa dengan nada kesal lalu pergi meninggalkan Sandi.


''Sial!! pasti dia menyuruh Nisa untuk tidur dikamarnya!" batin Sandi tak kalah kesal karena malam ini Ia tidur sendirian.


Senjata makan Tuan...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN YAAA....


__ADS_2