
Hari ini adalah hari dimana Baby Liu tepat berumur 40 hari. Semenjak tadi Ella begitu senang melihat ke aktifan Baby Liu, meskipun hanya menendang nendang kakih sambil tersenyum sudah bisa membuat Ella begitu bahagia melihatnya.
"Kok Daddy belum pulang ya nak?" gumam Ella yang baru saja selesai menganti popok Baby Liu karena baru saja pup.
Biasanya Alex pulang pukul 5 sore dan paling lambat pukul 6, namun sekarang sudah lebih dari pukul 6, Alex belum tiba dirumah membuat Ella sedikit khawatir.
"Non, Den Sandi mau ketemu Non Ella tuh katanya." kata Bik Sumi yang baru saja memasuki kamar.
"Oh iya bi, tolong jagain adek sebentar ya." pinta Ella.
"Siap Non."
Ella segera keluar menemui Sandi yang sudah berada didepan kamarnya sambil membawa sebuah papper bag serta ada seorang wanita cantik disebelah Sandi membuat Ella mengerutkan keningnya karena Ella tak mengenal Wanita itu.
"Kamu sendiri? dimana mas Alex?" tanya Ella melihat Alex tak pulang bersama Sandi.
"Maaf Non, saya hanya di minta Tuan Alex untuk mengantarkan ini." kata Sandi memberikan papper bag itu pada Ella.
"Baju? untuk apa?" tanya Ella.
"Non Ella diminta bersiap siap karena Tuan Alex ingin mengajak Non Ella ke suatu tempat, Dan ini Silla yang akan membantu Non Ella bersiap siap." jelas Sandi.
"Sebenarnya ada apa? kenapa menddadak begini? lalu bagaimana dengan Baby Liu?" tanya Ella masih binggung.
"Tuan Alex mengatakan jika Non Ella harus datang sendiri, Baby Liu bisa ditinggal dengan Bik Sumi." jelas Sandi lagi.
"Ck, apa apaan sih, menyebalkan sekali." gerutu Ella.
"Maafkan saya Nona, saya hanya menjalankan perintah dari Tuan Alex."
"Baiklah aku akan segera bersiap."
"Saya akan menunggu dibawah Nona." kata Sandi yang langsung diangguki Ella.
"Mari Nona." ajak Silla, wanita yang ditugaskan Alex untuk mempercantik Ella.
Ella hanya mengangguk lalu membawa Silla memasuki kamarnya.
Sementara Alex yang sudah rapi dengan jas warna hitam yang tadi Ia beli bersamaan dengan dress milik Ella.
Alex memang sengaja ingin mengajak istrinya dinner sekalian Ia ingin memberikan surprise untuk sang istri karena selama menikah sepertinya mereka jarang mengagendakan momen seperti ini.
Alex keluar dari ruangan kerjanya karena memang dirinya mempersiapkan diri dikantor.
__ADS_1
sembari menunggu Ella dijemput oleh Sandi, Alex berangkat lebih dulu ke restoran tempat Ia akan dinner.
Sesampainya di lobi bawah, Alex melihat seseorang tersenyum tengil padanya. Seseorang yang menyebalkan yang tak ingin Alex lihat. Siapa lagi jika bukan Vano yang datang kesini karena ingin menjemput Riska.
"Hello my brother.. duh udah wangi, kece trus rapi gini mau kemana sih?" tanya Vano sambil mengendusi Alex membuat Alex bergindik jijik.
"Kepo banget jadi orang, minggir Lo, lama lama ngeri juga deket sama Lo." sentak Alex.
"Ya ampun brother, otong gue udah punya sarang sekarang jadi nggak mungkin mau juga sama Lo." ejek Vano.
"Makin lama nggak waras nih orang." cibir Alex membuat Vano terkekeh "Mau ngapain Lo kesini?" tanya Alex pura pura tak tau.
"Ya jemput istri gue dong masa mau jemput Lo? males banget." kata Vano songgong.
"Riska gue suruh lembur sampai jam 9, awas aja sampai Lo bawa pulang sebelum waktunya!" ancam Alex.
"Ya ampun tega banget sama adik sendiri! gue sama Riska masih masa honeymoon bisa bisanya Lo lemburin Riska sampai jam 9 malam." protes Vano padahal sekarang saja sudah pukul 7 malam.
"Serah gue dong, gue bosnya disini! dah ah males gue ngladeni Lo, sekarang gue pergi dulu." kata Alex segera bergegas pergi.
Vano pun tak menyerah, Ia berlari ke arah Alex lalu mencekal tangan Alex "Bang, biarin istri gue pulang ya, tega banget Lo bang ama gue." mohon Vano sambil memegangi tangan Alex seperti anak kecil.
"Eh bocah, jangan malu maluin gue dong, malu tuh diliatin." kesal Alex kala semua karyawannya memandang ke arah mereka.
"Nggak mau tau, nggak bakal dilepas kalau Riska masih dilemburin." kata Vano yang kini bersandar di bahu Alex membuat Alex benar benar jijik.
"Makasih bang!" kata Vano memeluk Alex membuat Alex meronta lalu Vano tertawa dan berlari ke ruangan Riska.
"Bener bener nggak waras." kesal Alex membenarkan jas nya lalu berjalan keluar tanpa menghiraukan para karyawan yang masih memandang ke arahnya.
Ella memasuki mobil Sandi kala Ia sudah selesai bersiap.
"Sebenarnya kita mau kemana sih?" tanya Ella masih penasaran.
"Maafkan saya Nona, tapi Tuan Alex meminta saya untuk merahasiakannya." balas Sandi.
"Baiklah, terserah kalian saja."
Mobil Sandi berhenti tepat disebuah Restoran italia yang terkenal mewah.
"Kenapa sepi sekali?" batin Ella kala keluar dari mobil Sandi.
"Nona langsung masuk saja, Tuan sudah menunggu didalam." kata Sandi melihat Ella tampak binggung.
__ADS_1
"Ah baiklah." kata Ella segera saja memasuki restoran itu.
Tepat didepan pintu, Ella sudah disambut oleh seorang pelayan wanita.
"Selamat malam Nona, dengan Nona Ella?"
"Ya saya Ella."
"Baiklah Nona mari ikuti saya." kata Pelayan itu yang langsung saja diikuti oleh Ella. Pelayan itu membawa Ella menaiki sebuah lift karena sepeertinya Alex berada dilantai atas.
Ella heran dengan restoran yang sangat besar seperti ini namun sepi pengujung, seketika Ella terkejut kala dirinya sampai disebuah ruangan yang di hias sangat bagus serta menampilkan pemandangan kota yang sangat indah.
Ella menutup mulutnya dengan kedua tangannya, tak percaya Alex melakukan hal seromantis ini padanya.
"Selamat menikmati Nona dan Tuan." kata Pelayan itu lalu pergi dari sana.
Saat Ella memasuki ruangan, alunan musik pun berbunyi menambah romantisme ruangan itu.
Ella segera saja memeluk Alex yang sudah berdiri gagah dengan jas warna hitam yang membuatnya semakin tampan.
Awalnya Ella memang tadi kesal karena harus meninggalkan Baby Liu dimansion namun sekarang kekesalan Ella tergantikan tangis haru.
"Ck, kenapa malah nangis sih?" tanya Alex mengusap air mata Ella.
"Nggak nyangka dikasih kejutan kayak gini." kata Ella.
"Kan aku udah bilang kemarin mau memulai semua dari awal." jelas Alex mengingatkan.
"Aku pikir kamu bercanda."
Alex hanya tersenyum, Ia langsung saja saja menekuk lututnya dan mengeluarkan sebuah kotak beludru warna merah.
"Ella ijinkan aku memulai semua dari awal," kata Alex lalu membuka kotak beludru yang berisi sebuah cincin berlian.
"Ella maukah kamu menikah denganku? menjadi ibu untuk anak anak ku dan kita menua bersama?" ucap Alex yang membuat tangis Ella pecah.
"Ya... aku mau."
Alex tersenyum lalu memasangkan cincin di jari tengah Ella.
Keduanya pun berpelukan penuh haru.
__ADS_1
Bersambung...
jangan lupa like vote dan komen...