
Sandi melajukan mobilnya menuju kantor Alex,
"Oh jadi hanya itu, ya sudah mungkin saya akan datang terlambat." kata Alex lalu mematikan panggilannya.
"Tuan mau kesuatu tempat?" tanya Sandi.
"Ya antarkan aku ke mansion Papa." kata Alex.
"Haa?" Sandi terkejut tapi dia juga tidak salah dengar jika memang Tuan nya itu ingin kemansion Tuan Ken.
"Kenapa? tidak mau mengantarku?" tanya Alex.
"Tidak Tuan, maafkan saya, saya hanya terkejut mendengar Tuan ingin kesana." kata Sandi mengingat Alex belum pernah kesana sama sekali setelah menikah dengan Hanna, jangan tanyakan alasan Alex tak kesana karena sudah pasti ulah Hanna.
"Ada sesuatu yang harus aku periksa disana," kata Alex.
"Baiklah Tuan,"
Sandi segera melajukan mobilnya menuju mansion Tuan Ken.
Sandi menghentikan mobilnya disebuah bangunan megah bak istana, mansion milik sang papa memang sangat besar dan mewah.
"Kau tunggu disini saja." kata Alex yang hanya diangguki oleh Sandi.
....
"Alex kau kah itu?" tanya seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik tanpa ada kerutan sedikit pun.
"Ya, bagaimana kabarmu?" tanya Alex pada Rena istri tuan Ken setelah Mama Alex meninggal. Diantara semua istri Papanya Alex cukup dekat dengan Rena karena Rena adalah sahabat dari almahrum mamanya.
__ADS_1
"Astaga, aku tak menyangka kau akan datang kemari setelah sekian lama." kata Rena menghambur ke tubuh kokoh Alex.
"Aku kesini karena ada yang ingin ku cari diruangan Papa." jelas Alex.
"Masuklah! tak ada satu orangpun yang masuk keruangan itu setelah Papa mu meninggal." kata Rena mengingat para istri muda Tuan Ken jarang ada yang datang karena mereka memiliki rumah dan aset peninggalan Tuan Ken yang telah dibagi rata.
"Dimana Bianca? sudah lama aku tak melihatnya?" tanya Alex.
Bianca adalah adik tiri Alex, putri Rena dan Ken. Meski bukan Adik sekandung Alex sangat menyanyanggi Bianca namun dulu sebelum menikah dengan Hanna, setelah menikah dengan Hanna memang Alex menjauhi keluarganya karena Keluarganya lah dulu yang menentang hubungan Alex dan Hanna.
"Kau ini kakak macam apa, bahkan tak tau jika adikmu itu sekarang kuliah diluar negeri." gerutu Rena.
"Apa? kenapa harus jauh jauh kuliah diluar negeri jika disini saja banyak universitas terbaik." kata Alex "Disana pergaulannya sangat tidak baik, aku benar benar mengkhawatirkannya." kata Alex.
"Jangan lupa jika adikmu itu atlet taekwondo," kekeh Rena "Jika kau benar benar mengkhawatirkannya, temui dia kapan kapan, Bianca juga sangat merindukanmu." jelas Rena.
Rena menatap punggung Alex dan tersenyum "Kau sudah kembali menjadi Alex yang dulu, apa ini semua karena istri pilihan Papamu?" batin Rena masih tak menyangka Alex datang kesini, mengingat hubungan mereka menjadi tidak baik setelah Alex menikah dengan Hanna.
...
Alex memasuki ruangan Papanya, ruangan yang tak berubah sejak dulu, dan yang paling Alex sukai adalah bingkai Papa, Mama dan dirinya waktu masih kecil sampai sekarang masih terpasang disana.
Meskipun sang mama sudah lama meninggal namun Papanya masih memajang foto sang Mama disana.
Cukup lama menatap foto kedua orangtuanya, Alwx segera menuju meja kerja sang Papa, Ia segera menggeledah apapun yang ada disana dan berharap mendapatkan sesuatu seperti yang Vano katakan kemarin.
Semua meja dan lacinya sudah Ia geledah namun Ia tak menemukan sesuatu disana, hingga Ia tak sengaja melihat sebuah brangkas disana yang belum pernah Alex lihat.
"Apa mungkin disini?" gumam Alex segera mendekati brangkas itu lalu mencoba membuka dengan sandi tanggal lahir sang Papa namun sayangnya gagal, lalu Ia mencoba tanggal lahir Mamanya dan masih gagal akhirnya yang terakhir Ia mencoba membuka menggunakan tanggal lahirnya,
__ADS_1
Ting.. terbuka, Membuat Alex semakin penasaran apakah sang Papa memang sengaja membuat brangkas ini untuknya.
Saat brangkas terbuka, disana hanya ada buku diary.
Karena semakin penasaran akhirnya Alex membuka buku diary yang cukup tebal itu.
Kalimat pertama yang ditulis disana membuat Alex yakin jika Papanya ingin Alex membaca buku ini.
Alex putra kesayangan Papa...
Papa harap suatu hari nanti kamu bisa membaca apa yang papa tulis untukmu.
Begitulah tulisan dilembar pertama membuat Alex membuka lembar kedua.
Jika kamu mengetahui fakta yang belum kamu ketahui, Papa harap kamu tidak membenci papa.
Alex kembali membuka lembaran ketiga.
*Setelah kepergian Mama mu, kau tau bagaimana terpuruknya Papa waktu itu, saat itu usiamu baru 9 tahun, kamu masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu, itulah sebabnya Papa menikahi Rena untuk menggantikan Mama mu.
Namun kehadiran Rena bisa kamu terima tapi tidak untuk papa, karena Papa tidak pernah sekalipun mencintai Rena.
Papa menikah berkali kali, berharap bisa segera mengikhlaskan Mama mu namun kenyataanya malah membuat Papa semakin terpuruk.
Hingga akhirnya Papa menemukan seseorang yang membuat Papa bisa kembali mencintai seseorang lagi*.
Alex membuka lembaran keempat dan ternyata ada sebuah foto disana.
Foto wanita yang duduk dipangkuan Papanya dan tersenyum ke arah kamera. difotonya itu Papanya juga terlihat tersenyum bahagia.
__ADS_1