ISTRI KEDUA TUAN ALEX

ISTRI KEDUA TUAN ALEX
122


__ADS_3

Ella membuntuti suaminya yang memasuki kamar, karena Ella tau pasti suaminya sedang ngambek sekarang. Terkadang Ella juga binggung kenapa harus Alex seposesif ini padanya.


"Mas," panggil Ella manja sambil memeluk Alex dari belakang.


"Lepas, aku lagi marah."


"Ya udah," Ella pun melepaskan pelukannya membuat Alex berdecak kesal.


"Apa sih susahnya nurut apa kata suami?" tanya Alex sambil melihat ke arah Ella yang menunduk.


"Maaf mas, kemarin kan juga udah nggak pernah masak, sekarang masak juga karena Adik nya mas mau kesini, aku kan pengen masak sendiri biar spesial gitu." jelas Ella dengan raut wajah memelas membuat Alex tak tega.


"Tetep aja sayang, nggam seharusnya kamu sampai masak kayak gini, kalau ada apa ap gimana?"


"Nyatanya aku masih baik baik saja mas." cengir Ella.


Alex menghela nafas berat, memeluk tubuh istrinya yang semalam Ia tinggal itu.


"Kangen banget sama istriku ini."


"Ohh, jadi masuk kekamar cuma mau dipeluk toh." goda Ella sambil terkekeh.


"Aku masih marah."


"Jangan lama lama mas marahnya," kata Ella membujuk Alex.


Ella membawa kedua tangan nya ke pipi Alex lalu menciumnya, bukannya senang Alex malah bisa melihat ada sesuatu ditangan Ella.


"Ini kenapa jarinya?" tanya Alex memperlihatkan jari Ella yang terbalut plester.


"Eugh, tadi ak-"


"Kena pisau kan?" tebak Alex.


Ella hanya menunduk lalu mengangguk pelan.


"Kayak gini kamu bilang nggak apa apa?" tanya Alex sinis.


"Maaf deh mas, lagian salah mas juga nggak pernah bolehin aku masak jadi gini kan jarang pegang pisau."


"Pokoknya aku nggak peduli sama alasan kamu, kalau sampai aku liat kamu masak lagi, aku nggak segan segan buat mecat para maid!".


"Ck, mas sukanya ngancem gitu!" sedih Ella.


"Biar, kalau nggak kayak gini kamu nggak pernah nurut sama aku!"


"iya mas, iya nggak lagi."


"Ya udah ayo sarapan, Bianca pasti udah nungguin." Alex segera mengandeng tangan Ella dan membawanya turun ke bawah.


Mereka sudah ada dimeja makan, begitu juga Bianca tampak sudah melahap nasi goreng buatan Ella.


"Kakak nih, udah tua juga pake ambekan segala!" ejek Bianca.

__ADS_1


"Tau tuh kakak kamu."


"Ck, udah makan aja nggak usah ngurusin rumah tangga orang." balas Alex acuh.


"Masakan nya kak Ella enak lho, pantes aja kak Alex bisa klepek klepek." puji Bianca yang membuat Ella tersipu malu.


"Nggak cuma masakannya Bi, tapi semuanya bikin klepek klepek." tambah Alex membuat Ella mencubit pinggang nya pelan.


"Oh kak Ella udah beli baju buat dedek bayinya belum?" tanya Bianca yang membuat Ella mengingat jika dirinya belum mempersiapkan apapun untuk anak mereka.


"Oh iya, tinggal dua bulan lagi kayaknya nggak apa apa ya persiapan sekarang?" tanya Ella pada Alex.


"Ya udah nanti aku anterin kamu beli perlengkapan baby."


"Biar aku aja kak, lagian emang kakak nggak kerja?" tanya Bianca tampak antusias.


"Paling nanti berangkat siang."


"Ya udah mas biar aku sama Bi aja, lagian biar lebih deket juga kan sama Bi?" pinta Ella.


"Tapi janji ya nggak boleh lama lama dan kecapekan?"


"Iya deh mas siap," balas Ella senang karena sudah lama Ia tak jalan jalan keluar.


"Kak Alex posesif banget!" protes Bianca.


"Wajar dong Bi, Kakak udah nunggu momen ini lama banget tau."


Bianca cukup mengerti, Ya memang ini yang sedang di tunggu sang kakak, kelahiran buah hatinya. Bianca cukup senang melihat kakaknya sekarang bahagia apalagi Ella sepertinya Istri yang sangat baik untuk Alex tidak seperti Hanna, mantan istri Alex.


"Nggak apa apa kan kak kalau Bi ngajak ke mall?" tanya Bianca.


"Nggak apa apa kok Bi, justru mbak seneng banget bisa keluar jalan jalan, biasanya cuma disekap dirumah sama kakak kamu." kekeh Ella mengingat suaminya memang tak pernah mengijinkan dirinya pergi seenaknya.


"Kak Alex posesif banget ya kak?"


"Manggilnya mbak Aja Bi, lebih enak didenger." kata Ella.


"Oh oke mbak, maaf deh udah kebiasaan kak soalnya."


"Iya nggak apa apa, ngomong ngomong kamu libur berapa hari?" tanya Ella.


"10 hari mbak, 3 hari lagi aku balik."


"Kamu nggak ada rencana tinggal disini aja sama Mas Alex dan mbak?" tanya Ella.


"Pengen sih mbak, cuma nanggung juga tinggal beberapa semester lagi." keluh Bianca.


"Tapi besok kamu bakal pulang lagi kan Bi?"


"Iya lah mbak, aku pengen deket sama mama meskipun mama udah nggak ada." kata Bianca sedih.


"Udah ya, nggak usah sedih lagi." kata Ella yang hanya diangguki pelan Bianca.

__ADS_1


"Non, kita sudah sampai." kata Pak Tulus.


"Oh oke pak, kita jalan jalan bentar ya pak," kata Ella membuka pintu.


"Siap Non."


Ella menghirup nafas lega, setelah sekian lama akhirnya Ia bisa sedikit refresing keluar.


"Seneng ya mbak?" tanya Bianca yang sedari tadi memandangi wajah Ella yang tersenyum sumringah.


"Iya Bi, makasih ya kalau nggak karena kamu pasti nggak bakal deh mbak jalan jalan gini."


"Maklumin aja mbak, mas Alex takut mbak kenapa napa jadi posesif gitu." balas Bianca yang hanya diangguki Ella.


Mereka pun berjalan memasuki mall yang tak terlalu ramai. Hari senin adalah hari sibuk jadi jarang orang datang ke mall.


"Eh Bi, kamu nggak malu kan jalan sama mbak?" tanya Ella sedikit insecure karena penampilan Ella biasa saja tidak sekeren Bianca.


"Apa sih mbak, orang mbak cantik gini masa iya aku malu, udah ah yokk cari baju buat dedek bayinya." ajak Bianca mengandeng tangan Ella.


Bianca dan Ella pun memasuki sebuah baby shop, dimana disana menyediakan semua perlengkapan bayi.


Ella dan biaca sibuk memilah baju bayi, "Cewek apa cowok mbak?" tanya Bianca.


"Katanya sih cowok."


"Ini kayaknya bagus ya buat cowok, warnanya juga netral?" Bianca memperlihatkan satu stel baju bayi yang lucu,


"Iya bagus, ambil ini aja kalau gitu."


"Ambil satu lusin ya mbak, buat ganti ganti."


"Setengah aja Bi, lagian mahal gini harganya." kata Ella memperlihatkan barcode yang juga tertempel harga baju itu "Kalau beli dipasar bisa dapet satu lusin nih, disini cuma dapet satu stel aja." keluh Ella membuat Bianca terkekeh geli.


"Aku kok jadi nggak percaya ya kalau mbak ini istrinya mas Alex?" kata Bianca masih tertawa.


"Kok gitu sih Bi?"


"Habis mbak takut banget sih ngeliat harga yang segini doang aja! buat beli satu mall ini aja Kak Alex mampu mbak apalagi cuma beli selusin baju kayak gini," kekeh Bianca.


"Kamu itu sama aja sama mas Alex ya, boros." keluh Ella.


"Ya dong mbak, kan aku adiknya." kata Bianca masih tertawa "Dah lah mbak, ambil ini aja, kayaknya juga nyaman dipakai si kecil soalnya bahan kain nya juga bagus,"


"Iya deh, ngikut kamu aja." balas Ella.


Bianca pun segera memanggil pramuniaga toko dan meminta satu lusin baju dengan warna berbeda tentunya.


Sambil menunggu bajunya diambilkan, Bianca dan Ella kembali memilih perlengkapan bayi lainnya hingga sebuah suara memanggil Bianca.


"Bianca..."


BERSAMBUNG...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...


__ADS_2