
Rama mengemudikan mobilnya, pertama-tama lelaki itu akan mengantarkan Sinta menuju kantor pengacara dimana, ibu satu anak itu mengajukan gugatan cerainya.
Tadi Sinta sempat meminjam ponsel Rara untuk menghubungi Irwan dan memberitahukan jika dirinya akan mencabut gugatan cerai itu.
Sinta berterima kasih sekaligus meminta maaf karena tidak bisa berpamitan secara langsung.
Urusan dengan pengacara selesai, mereka menuju rumah Benedict dan Ayudia, untuk sementara Sinta akan tinggal di sana hingga mendapatkan rumah yang baru untuk ditinggali.
Sebenarnya bisa saja Sinta tinggal di rumah orang tuanya, tetapi Rama tidak setuju, dikarenakan ia tak ingin orang tua keduanya mengetahui permasalahan rumah tangganya,
Selama kepergian Sinta, Rama berdalih kepada Susi juga kedua orang tua Sinta, jika mereka tinggal di rumah Benedict, untuk menemani Anna selama Ayudia koma.
Alasan yang bisa diterima oleh para orang tua,
Semalam selain menghubungi Fernando, Rama juga meminta ijin pada Benedict untuk tinggal sementara waktu di rumah besar itu.
Sesampainya di sana, ada Anna yang sedang mengawasi cucu kembarnya bermain dihalaman depan.
Sandra menggendong baby R, Sinta dan Rara berjalan beriringan sementara Rama mengambil barang-barang milik istri dan anaknya.
Mengetahui jika Rama dan keluarga kecilnya hendak tinggal di rumah besar itu, tadi pagi Anna menyuruh maid untuk menyiapkan keperluan bayi di kamar yang biasa ditempati Rama jika menginap.
Karena bayinya laki-laki, jadi boks milik Ainsley yang dipakai.
Dan di kamar itulah mereka semua berkumpul, Ainsley tak henti-hentinya tersenyum melihat bayi lelaki itu.
Balita laki-laki itu sempat berucap, jika nanti bunda Ayu bangun, ia akan meminta adik laki-laki, agar teman bermainnya semakin banyak.
Malam harinya Alex, Oscar dan Natasha datang berkunjung, mereka membawakan hadiah untuk baby R.
Benedict tidak pulang, karena berada di rumah sakit menunggu istrinya.
__ADS_1
Mereka makan malam bersama dengan para perempuan yang memasak dibantu maid, sementara laki-laki berada di kamar milik Rama,
"Anak Lo kayaknya dominan Sinta deh Ram,"celetuk Oscar yang sedang menggendong bayi itu.
"Ya Iyah emaknya, masa mirip Lo,"balas Alex.
"Terus Lo nggak ngadain syukuran gitu, ini anak Lo udah lahir,"ucap Oscar.
"Gue belum sempat ngomongin sama Sinta, baru beberapa jam lalu gue baikan,"
Alex meminta Oscar bergantian menggendong baby R, terlihat sangat kaku,
"Dulu Xander kayak gini kali ya? Gue jadi nyesel nggak tau tubuh kembang anak gue sendiri,"ungkap lelaki yang berprofesi sebagai pengacara.
"Ya mungkin Sandra mikir, saat itu Lo berdua masih muda, dan Lo juga belum kerja, mungkin percuma minta pertanggung jawaban sama Lo,"ujar Oscar.
"Tapi bapak gue nggak semiskin itu kalau cuman buat biayain cucu laki-lakinya, tau sendirikan, kakak perempuan gue satu-satunya milih jadi biarawati, mau nggak mau, cucu ya dari gue doang,"ujar Alex bercerita.
Alex menggeleng, "Sandra ngelarang, dia ngancem gue, bawa Xander pergi dari sini,"
"Sabar Lex, usaha Lo mesti giat lagi buat membujuk Sandra," Rama menyemangati sahabatnya.
"Gue rasa susah deh, Sandra kan tau, kalau Alex sering Dateng ke tempatnya mami,"kali ini Oscar angkat bicara.
"Gue pikir, gue doang yang bego, nggak taunya Lo sama aja Lex, ya gimana Sandra mau percaya sama Lo, kelakuan Lo.... Haduh...."Rama menggelengkan kepalanya mengingat kelakuan sahabatnya.
"Lo juga sama OS, biarpun cuman ** doang, intinya Lo sewa j*Lang kan? Kalau sampai Anin tau, m*mpus Lo!" Ucap Alex tak terima.
"Gue butuh penyaluran, pening kepala kalau sampai kaga dikeluarin, nggak mungkin Anin gue apa-apain kan? Bisa babak belur gue dihajar Ben,"Oscar membela diri.
"Sama aja kayak gue os, gue butuh penyaluran, Sandra nggak mau gue ajak main, gara-gara beberapa bulan yang lalu gue sengaja keluarin di dalem biar dia hamil,sejak itu dia nolak gue mentah-mentah,"curhat Pengacara itu.
__ADS_1
Rama tertawa, "kasian banget Lo berdua,"
"Diem Lo sialan, lo juga sama kan? Sejak ditinggal Sinta, Lo nggak bisa menyalurkan hasrat Lo? Gue tau Lo nggak pernah main sama Citra, biarpun Lo bolak-balik ke apartemennya dia,"tebak Alex,
Rama terkejut, "kaga nyangka Lo mata-mata in gue segitunya Lex, Lo disuruh si Dodo ya?"
"Sama sekali nggak, Nando cuman nyuruh gue nggak bantuin Lo doang, kalau soal itu, Lo ingat waktu Nando bilang Citra abis digilir rame-rame di club nya mami, ternyata yang tolongin citra salah satu karyawan gue, Citra yang lagi setengah sadar, cerita kalau Lo sama sekali nggak nyentuh dia sejak Lo berdua putus,"jelas Alex panjang lebar,
"Terus kenapa Lo lebih belain Citra didepan Sinta yang jelas-jelas bini sah Lo, gue bingung deh, maksud Lo apaan?"tanya Oscar.
Rama terdiam, lalu menghembuskan nafasnya kasar, "gue tau kejadian saat Citra diperkosa, karena besoknya dia hubungi gue, dia nangis-nangis, sempet depresi berat, Lo tau kan orang tua citra kayak apa, mau nggak mau, gue antar dia konsul ke psikiater, alasan gue nggak belain Sinta, karena gue percaya Sinta nggak akan marah apalagi ninggalin gue, ternyata gue salah,"sesal lelaki berkemeja hitam itu.
"Terus Lo udah jelasin ke Sinta soal kejadian itu, dan kenapa Lo nggak jelasin juga ke Nando?"tanya Alex.
"Percuma Lex, wajar kalau Nando ngamuk, Amara kabur diajak Sinta, anggap aja kompensasi karena dosa gue, terus masalah Sinta, biar aja dia berfikir buruk, gue males jelasin, yang penting sekarang dia udah sama gue,"
"Terus soal Sinta bilang, rumah Lo tempat mesum Lo sama Citra gimana tuh?"tanya Alex teringat alasan penolakan Sinta tempo hari.
Rama tertawa, "salah paham dia, Lo tau kan Citra genit, tapi gue sama sekali nggak nanggepin, Sinta keburu ngamuk,"
Oscar dan Alex ikut tertawa,
"Jadi Lo berdua cuman salah paham, makanya jangan males buat buka mulut jelasin, sok cool Lo,"ungkap Oscar.
Ketiganya tertawa, mengingat salah satu kelakuan Rama yang jika ada masalah, kalau tidak didesak tidak akan mau bercerita atau menjelaskan.
Belum reda tawa mereka, Sinta masuk, wanita itu mendengar semua obrolan ketiga lelaki itu, matanya berkaca-kaca.
Ibu satu anak itu menghampiri suaminya yang tengah duduk di sofa, ia berlutut mencium tangan Rama seraya meminta maaf karena selama ini telah berfikir buruk tentang lelaki itu.
Tangisannya makin kencang ketika Rama memeluknya dan menerima permintaan maafnya.
__ADS_1
Alex dan Oscar memilih menyingkir, kedua lelaki itu keluar dari kamar sambil membawa baby R, mereka memberi kesempatan suami istri itu untuk berbicara.