Istri Untuk Fernando

Istri Untuk Fernando
seratus tujuh puluh tujuh


__ADS_3

Meskipun Benedict telah keluar dari tempat persembunyiannya, dia juga belum mau mengelola perusahaan.


Karena proyek yang ditangani Fernando telah selesai, dan perusahaan sudah kembali stabil, maka lelaki itu memutuskan untuk kembali ke Indo sekaligus memulai rencana membawa Ayudia kembali pada Benedict.


Hampir seminggu Rara dan anak-anaknya berada di mansion milik Benedict,


Menjajal segala fasilitas yang ada di mansion itu, termasuk ruang bermain untuk anak-anak.


Fernando mengatakan, jika rumah mereka telah selesai di bangun, pertengahan tahun lalu, hanya tinggal diisi perabot saja.


Lelaki itu juga mengatakan, jika ruangan bermain untuk Arana juga tersedia di lantai dua.


Selesai dengan segala urusan di negara itu, sebelum pulang ke Indo, Fernando mengajak keluarga kecilnya mengunjungi tanah kelahirannya.


Tak lama, hanya seminggu di sana, Rara berkenalan dengan Tante dari Fernando juga kedua sepupu perempuan beserta keluarganya.


Fernando punya dua keponakan dari dua sepupunya, semuanya berjenis kelamin perempuan.


Wajah Tante Berta mirip sekali dengan Arana begitu juga dengan Carrie salah satu sepupu Fernando, sementara Adele lebih mirip Vater-nya bermata biru dan berambut pirang.


Rara juga sempat mengunjungi salah satu kastil yang terkenal di sana, arsitektur yang indah.


Perkebunan Anggur juga tak luput dari kunjungannya beserta tempat pengolahannya.


Fernando yang merupakan keturunan lelaki satu-satunya, memiliki hak waris, dan hingga sekarang para sepupunya masih rutin mentransfer uang hasil usaha keluarga.


Rara baru tau, ternyata keluarga Fernando cukup berada, pantas saja saat Tamara menyinggung soal ketidakmampuan Umi Fatimah dalam menghidupi cucunya, sempat membuat perempuan paruh baya itu tersinggung.


Meskipun dulu hanya guru honorer, tapi uang warisan dari vatre juga penghasilan perkebunan anggur lebih dari cukup untuk menghidupi cucunya, belum lagi usaha villa yang dimilikinya.


Hanya sebentar keluarga kecil itu di sana, mereka kembali ke Indo.


Karena rumah mereka belum diisi perabotan, sehingga Apartemen menjadi pilihan tempat tinggal sementara.


Hanya sehari Fernando berkumpul dengan keluarga kecilnya,


Sebelum ke Sukabumi, Fernando terlebih dahulu mengunjungi Ayudia dan si kembar, lelaki itu mengabari jika George akan segera menikah, dan meminta Ayudia datang berkunjung.


Urusan dengan Ayudia selesai, Fernando mengunjungi Umi Fatimah, di sana ia menginap semalam,


Umi Fatimah sempat protes kenapa menantu dan cucunya tidak turut serta, Fernando beralasan jika Istri dan anaknya masih kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.


Dari rumah Umi Fatimah, Fernando mengunjungi villa keluarganya, dilanjutkan dengan villa yang di Lembang, dua hari ia berada di sana.


Setahun lebih ia tak memantau villa itu secara langsung, hanya laporan yang ia terima dari Edwin sang manager.

__ADS_1


Sebelum kembali ke pulau Dewata, ia mampir terlebih dahulu ke ibu kota, untuk bertemu dengan istri dan anaknya.


"Ra, aku minta kamu lepas alat kontrasepsi, aku mau kamu hamil lagi,"ujarnya saat ia baru tiba di apartemen.


"baru nyampe mas, minum dulu mendingan,"tutur Rara sambil memberikan segala air mineral.


"Aku disini sebentar, kamu tau bukan, aku harus segera ke Bali,"


"Ya silahkan saja, kenapa kamu repot masalah kontrasepsi?"


"aku mau kamu hamil lagi,"


"Ya udah iya, aku nanti kabari mbak Asha,"


"Nanti sore aja, aku mau liat langsung, aku nggak mau kecolongan lagi,"


"Dari pada ribet, mending aku kirim videonya ya,"


"Nggak, pokoknya aku mau lihat langsung, aku juga mau minta Asha buat kasih kamu obat penyubur kandungan,"ujarnya tetap kekeh dengan pendiriannya.


Malas berdebat, akhirnya Rara memilih mengalah.


Sore harinya Fernando dan Rara mendatangi ruang praktek Natasha, sedangkan Arana diasuh oleh Nicholas di apartemen.


"Ra, makasih banget loh kiriman tas-nya, mana edisi terbatas lagi, aku jadi seneng deh,"ujar Natasha setelah tadi mencabut kontrasepsi implan yang ditanam disalah satu lengan Rara.


setelahnya, Fernando meminta Natasha untuk memberikan obat penyubur kandungan untuk istrinya.


Sekalian berkonsultasi tentang program memiliki anak lelaki.


Kemarin saat mengunjungi Umi Fatimah, wanita paruh baya itu, mengingatkan padanya agar segera memiliki anak laki-laki.


Sebagai anak yang baik, Fernando menuruti keinginan orang tuanya.


Urusan dengan Natasha selesai, Fernando baru bisa bernafas lega, tinggal menunggu kehamilan istrinya saja.


Namun sayangnya kesibukannya membuatnya urung melakukan hubungan intim.


Karena malam harinya ia berangkat langsung menuju pulau Dewata.


Setahun ia hanya memantau dari jauh, Bagus akan memberikan laporan setiap harinya.


Terkadang jika senggang, Alex akan berkunjung ke resort untuk memantaunya secara langsung.


Melelahkan, tentu saja tapi apa mau dikata, ia harus menjalani semua ini.

__ADS_1


Bukan perkara uang, tapi atas nama persahabatan juga permintaan sang istri untuk membantu Ayudia mengelolanya.


Selama setahun kebelakang, ia berada di negara paman Sam,


Misi yang awalnya terlihat mudah nyatanya, cukup sulit,


Buruannya adalah orang yang pandai menyamar, sehingga menyulitkan Fernando dan Troy dalam menangkapnya.


Pantas saja, anggota biasa tak bisa menanganinya, sehingga Organisasi meminta bantuan padanya.


Rencananya, usai melakukan misi, ia hanya akan membantu sedikit perusahaan milik sahabatnya.


Tapi karena ada proyek cukup besar dan juga masalah yang ditimbulkan oleh sepupu Benedict, membuatnya harus bertahan lebih lama.


Sebagai salah satu pemilik saham Perusahaan Wright tentu dengan mudah ia bisa menjadi pimpinan sementara di sana.


Saham yang dibelinya, ketika Benedict sedang bermasalah dengan salah satu eksekutif di perusahaan.


Saat Benedict dipaksa oleh pamannya untuk bertunangan dengan salah satu anak dari eksekutif perusahaan.


Yang ternyata setelah diselidiki melakukan penyelewengan dana cukup besar, sehingga Benedict memaksa eksekutif tersebut menjual semua sahamnya.


Kebetulan saat itu Fernando yang ditawarinya, sebelumnya lelaki itu memiliki saham sebesar dua persen, dan karena membeli dari eksekutif itu, sehingga total saham yang dimiliki Fernando menjadi lima belas persen.


Nilai yang cukup besar untuk perusahaan sebesar itu.


Selama setahun ke belakang, ia menjadi pimpinan perusahaan itu, menangani proyek juga memperbaiki masalah yang ditimbulkan oleh George,


Bukan hal mudah tentunya, walau harus mengorbankan hampir seluruh waktunya untuk fokus bekerja.


Fernando sadar istrinya tidak suka dengan hal seperti ini, tapi mau bagaimana lagi, ada banyak keluarga yang bergantung pada perusahaan.


Ia juga mengajari putranya untuk sedikit banyak tau tentang pekerjaan sebagai pimpinan perusahaan, walau Fernando tak benar-benar memiliki perusahaan sendiri, setidaknya ini akan berguna untuk masa depan putranya kelak.


Tak bisa dipungkiri, status anak diluar nikah, yang tak bisa mendapatkan hak waris dari ayah kandungnya.


Meskipun satu villa sudah dihibahkan atas nama Nicholas,


Bukan hanya belajar di perusahaan, Fernando juta memperkenalkan putranya pada profesi rahasianya.


Tentu tanpa sepengetahuan Rara, bisa marah besar wanita itu jika tau putranya terlibat dalam organisasi.


Nicholas diajari latihan fisik, bela diri, menembak, menggunakan alat-alat canggih untuk kepentingan misi.


Remaja itu terlihat antusias dengan pelajaran yang diterimanya.

__ADS_1


Mungkin di masa depan, Nicholas bisa jadi salah satu anggota organisasi.


__ADS_2