
Keesokan harinya setelah subuh, Fernando dan Rara kembali ke resort di selatan pulau Dewata itu, perjalanan memakan waktu hampir empat jam lamanya, dikarenakan sempat beberapa kali mereka berhenti, untuk sekedar membeli camilan.
Sesampainya di resort, Fernando merangkul kekasihnya mesra sesekali ia juga mencium kepala atau pipi wanita itu, seolah tak peduli tempat dimana ia berada.
Wajah lelaki itu terlihat berseri-seri, aura kebahagiaan terpancar darinya.
Beberapa pekerja hotel sampai melongo melihat tingkah laku bos mereka yang terkenal dingin itu.
Hingga terdengar nama Fernando dipanggil, lelaki itu tau betul siapa yang memanggilnya, ia tetap berjalan sambil merangkul kekasihnya,
Merasa tak ditanggapi, mantannya yang tak lain adalah Cristy memanggil nama Rara.
Seketika langkah itu terhenti, Fernando menaikan sebelah alisnya dan menatap kekasihnya, seolah bertanya, "kok dia tau kamu?"
Rara berkedip menatap Fernando, seolah menjawab nanti aku jelaskan,
Wanita penyuka strawberry itu melepas rangkulan lelaki itu, dan menghampiri Cristy yang sedang berdiri tak jauh dari kedua sejoli itu.
"Mbak, ngobrolnya jangan disini ya! Nggak enak sama yang lain,"ucap Rara mengajak mantan pacar Fernando menuju taman di samping resort.
Sebenarnya Fernando malas, tapi mau tak mau ia harus mengikuti kekasihnya juga Cristy yang merupakan mantan pacarnya.
Ketiganya duduk di kursi dengan meja bundar didekat kolam renang, Rara memanggil pekerja resort yang kebetulan lewat, untuk membawakan minuman untuk mereka bertiga.
Rara menarik nafas dalam, "mbak Cristy ada apa ?"tanyanya membuka pembicaraan.
Cristy melirik Fernando, lelaki itu tengah menatapnya tajam, ia tau lelaki itu marah, rahangnya terlihat mengeras.
"Apa kamu lupa ucapan kamu beberapa hari yang lalu sama aku Ra?"tanya balik wanita dengan dress bunga-bunga.
"Aku ingat mbak, masalahnya Apa mbak ingat juga saran aku?"tanya balik Rara.
"Aku nggak bisa Ra, aku lebih butuh dia,"jawabnya dengan tatapan sendu.
Rara melirik Fernando yang tengah menatap Cristy tajam, lelaki itu marah, " mbak kan belum coba, ini baru beberapa hari kan?"
__ADS_1
Cristy memegang tangan Rara, dengan tatapan memohon-nya ia berucap, "tolong Ra, lepaskan dia dan berikan dia ke aku, kalau tidak lebih baik aku mati,"
Rara menghela nafas, jujur ia lelah sekali berurusan dengan mantan-mantan Fernando yang agresif-nya minta ampun, ia menyentuh lengan kekar itu, "kamu dengar tadi kan? Kalau kamu nggak kembali sama mbak Cristy, dia akan mati, kalau itu terjadi aku akan dihantui rasa bersalah seumur hidupku, jadi mending kita putus dan kamu kembali ke mantan pacar kamu yang lebih membutuhkan kamu,"jelasnya panjang lebar.
"Kamu nyuruh aku balikan sama dia?"ucap Fernando sambil menunjuk ke arah Cristy dengan dagunya.
Rara mengangguk,
"Lalu bayi dalam kandungan kamu, hanya akan kamu besarkan sendiri, tanpa ada aku sebagai ayah kandungnya begitu? Ibu macam apa kamu? Hanya karena wanita ini, kamu mengorbankan anak aku, hal itu tidak akan aku biarkan Amara, kamu mau Umi aku tidak bisa bertemu dengan cucu pertamanya hanya karena wanita ini?"ucap Fernando dengan nada penuh ketegasan.
Dua wanita itu terkejut, namun berbeda arti, Rara melotot kepada Fernando, seolah bertanya, "kapan aku hamil? Belum seminggu ia lepas segel,"
Sementara Cristy terkejut dengan pandangan berkaca-kaca, ia menggelengkan kepalanya, tak percaya.
"Cristy kamu tau kan, kalau aku nggak cukup dengan satu wanita, maaf sejujurnya aku dan Rara sudah menjalin hubungan beberapa bulan ini, dan aku baru tau kemarin sore, kalau Rara sedang mengandung anak kami, dan besok aku akan mengunjungi rumah Rara bersama Umi untuk melamarnya juga menikahinya,"dusta Fernando.
"Jadi ini alasan sebenarnya kamu mutusin aku?"tanya Cristy dengan air mata yang mengalir di pipinya.
Fernando mengangguk, "bukankah kamu tidak mau memiliki anak jika dengan aku, kamu takut tubuh kamu rusak jika kamu hamil, sementara umi Fatimah meminta aku segera menikah dan memberikannya cucu,"
Cristy terisak, "aku memang nggak mau punya anak, karena aku memang nggak bisa punya anak, rahim aku rusak setelah dulu saat SMA aku hamil karena di perkosa, aku dipaksa aborsi, aku maunya juga punya anak Nando, tapi aku cacat, aku nggak bisa kasih kamu anak,"ungkapnya.
Keduanya saling pandang, bingung mau berkomentar apa,
"Do, setelah anak Rara lahir, biar aku yang mengurusnya, setelah itu aku akan jadi ibu yang baik buat anak itu, tolong kamu nikahnya sama aku aja,"ungkapnya sambil memegang tangan Fernando
Lalu Cristy menghadap Rara, dengan tatapan memohon, "Ra, tolong kasih anak kamu buat aku, aku akan mengurusnya dan menganggapnya sebagai anak aku sendiri, kamu bisa menikah dengan lelaki lain dan memiliki anak, sebanyak yang kamu mau, tolong Ra, kasih Nando dan bayi kamu buat aku,"
Rara melongo bingung, mendengar permintaan dari cristy.
"Kamu makin nggak waras, apa kamu benar-benar gila? Kamu tega memisahkan anak dari ibunya, aku tidak akan membiarkan itu terjadi, anak kandung aku hanya akan diurus oleh ibu kandungnya,"
"Kalau gitu jadikan aku istri yang lain, yang penting aku sama kamu do, please, jangan tinggalkan aku,"Cristy masih memohon.
Pembicaraan mereka sempat terhenti karena pelayan baru mengantarkan minuman yang tadi dipesan oleh Rara.
__ADS_1
Melihat minuman pesannya ada dihadapannya, tanpa banyak bicara atau menawarkan kepada mantan sejoli itu, Rara meminum jus strawberry itu hingga tandas, segar sekali rasanya.
Fernando sampai melongo melihat tingkah kekasihnya,
"Mas, milk shake-nya bagi buat aku setengah ya!"ijinnya menuang minuman berwarna merah muda itu kedalam gelas miliknya hingga setengah.
Rara bahkan langsung menyeruput milkshake itu,
"Kalau kurang kamu bisa pesan lagi Ra,"ujar Fernando melihat hal yang diperbuat kekasihnya,
"Nanti aja kalau dikamar,"
Cristy melihat hal itu menjadi paham satu hal, "apa kamu penyuka strawberry Ra?"tanyanya.
Rara mengangguk antusias, "suka banget mbak, kalau bisa aku pengen makan strawberry setiap hari,"
Cristy menatap Fernando yang tengah menatap Rara dengan tatapan yang belum pernah lelaki itu berikan padanya.
"Apa ini do, alasan kamu bersama Rara?"tanya Cristy.
Fernando mengalihkan pandangannya, menatap Cristy, cara menatapnya sekejap berubah dingin, "salah satunya, tapi yang membuat aku tidak bisa berpaling dari Rara karena dia ternyata masih tersegel dengan baik, dan dada aku berdebar setiap aku melihatnya, rasa yang baru aku alami selama aku hidup,"
Air mata Cristy luruh kembali, hancur sudah harapannya untuk bersama dengan Fernando, Rara bukan hanya bisa memberi laki-laki itu anak, kesukaan wanita itu pada strawberry, juga kondisinya yang masih tersegel membuat lelaki blasteran itu menyukai Rara.
Harapan terakhirnya sekarang adalah wanita yang sedang memainkan sedotan itu, "Ra, bisa relakan Nando buat aku?"tanyanya.
Rara menatap balik mantan pacar Fernando, "aku terserah mas Nando, kalau dia mau putuskan aku, ya sudah aku pasrah aja, jadi mending mbak Cristy tanya langsung sama mas Nando,"
Mendengar hal itu, Cristy duduk bersimpuh tepat di lutut Fernando,
"Do, aku mohon kembali sama aku, terserah kamu mau pulang ke Jakarta sebulan sekali, aku nggak masalah, yang penting kita masih sama-sama,".
Fernando bangkit, mengajak Rara untuk berdiri, lalu memeluknya pinggangnya, tanpa banyak bicara, lelaki itu mencium mesra wanita yang ia klaim sebagai calon istrinya.
__ADS_1
Ia terus mencium bibir yang membuatnya ketagihan.
"Kamu tau kan Cristy maksud aku? Tanpa dia melakukan apapun, aku sudah tergila-gila padanya, hanya dengan Rara, aku cukup dengan satu wanita, Rara segalanya buat aku, jadi aku cukup tau diri untuk menjadi pendamping yang terbaik buat dia, jadi sampai kapanpun aku nggak akan kembali sama kamu, jangan ganggu aku dan Rara, segera kamu tanda tangani surat perjanjian itu, dan kamu akan mendapatkan semua kompensasi yang aku berikan,"usai mengucapkan itu, Fernando merangkul Rara dengan mesra meninggalkan Cristy seorang diri.